Jakarta, Gizmologi – Google Bard, sang pesaing ChatGPT resmi diperkenalkan. Ini adalah sebuah sistem pencarian dan percakapan terbaru berbasis artificial intelligence. Dikembangkan oleh DeepMind, salah satu anak perusahaan Google di bawah naungan bersama dengan Alphabet, Inc.
Ya, Google Bard digadang-gadang akan hadir menjadi pesaing utama bagi ChatGPT maupun Bing dari Microsoft. “Kami sedang mengerjakan layanan percakapan AI, ditenagai oleh LaMDA, yang kami namakan Bard. Dan hari ini kami mengambil langkah maju dengan membukanya pada penguji terpercaya untuk membuatnya tersedia lebih luas untuk publik,” ujar Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet.
Dalam video simulasi yang dibagikan diperlihatkan kemampuan Bard untuk menjawab pertanyaan mengenai teleskop luar angkasa James Webb dari bocah berusia 9 tahun. Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa sistem AI tersebut mampu menyederhanakan jawaban berdasarkan usia pembuat pertanyaan atau pencarian dalam sistem.
Kesemuanya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna Google terhadap informasi. Dan itu dimulai dari rasa ingin tahu manusia dalam mesin pencarian.
“AI adalah teknologi paling mendalam yang sedang kami kerjakan saat ini. Entah itu membantu dokter mendeteksi penyakit atau memungkinkan orang mengakses informasi dengan bahasa mereka sendiri, AI membantu orang, bisnis dan membuka potensi mereka,” ujar Sundar Pichai
Baca juga: Siap Saingi Google, Microsoft Luncurkan Bing Berbasis AI!
Apa itu Google Bard?

Google telah melakukan penelitian panjang untuk program AI yang mereka kembangkan sendiri. Dimulai dari tahun 2017 dan terus berlangsung hingga kini. Kehadiran Google Bard dalam beberapa pekan ke depan dapat menjadi ujung dari penyempurnaan sistem tersebut. Dan tentu saja akan terus dilakukan di masa mendatang.
Dimulai dari nama BART, sebagai model transformer pertama yang dibuat untuk memahami bahasa manusia. Disusul dengan MUM yang 1.000 kali lebih powerful dibanding BART. Sampai kemudian hadir beragam teknologi AI lain seperti LaMDA, PaLM, Imagen, dan MusicLM.
Teknologi AI untuk sistem baru ini ditenagai oleh LaMDA (Language Model for Dialogue Applications) yang juga dikembangkan oleh Google. Bard dibuat sebagai versi lebih ringan, dengan kebutuhan tenaga komputasi lebih sedikit. Namun di sisi lain memiliki kemampuan untuk merangkul lebih luas berdasarkan rentang usia pengguna.
Hadirnya Google Bard untuk publik nanti akan menjadi awal persaingan layanan AI masa depan. Dengan potensi perkembangan teknologi digital yang kian cepat, di antara perlombaan dua raksasa, Google dan Microsoft. Kita nantikan saja.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




