Jakarta, Gizmlogi – Google secara resmi perkenalkan MedLM pada Kamis (14/12) , AI generatif untuk kebutuhan industri medis. Sistem teknologi komersial ini dibangun dari model pemrograman bahasa (LLMs) dengan Med-PaLM yang telah dikembangkan sejak tahun lalu. MedLM hadir melalui Google Cloud dan baru dapat digunakan untuk pengguna di Amerika Serikat saja.
MedLM dibangun dengan pondasi struktur dari modelm Med-PaLM 2. Model ini diklaim memiliki fleksibilitas dalam upaya memenuhi kebutuhan organisasi kesehatan. AI generatif dalam model ini memiliki rentang pilihan aplikasi yang luas, mulai dari mulai kerja sederhana sampai dengan kompleksitas tinggi.
Google membangun AI ini dengan dua model. Pertama untuk kebutuhan percakapan dalam bidang kesehatan. Sementara lainnya dipersiapkan untuk pencarian dalam kebutuhan medis.
Perbedaannya jelas, model percakapan memiliki sistem yang lebih besar dan kompleks, serta didesain untuk menangani banyak perintah. Untuk model kedua, dibuat dalam skala menengah karena untuk memenuhi kebutuhan solutif saja.
Baca juga: Google Gemini Resmi Diluncurkan, Model AI Generatif Pesaing ChatGPT!
Gemini akan Jadi Bagian Sistem MedLM

Dalam pengembangan sistem AI generatif komersial ini, Google telah melakukan riset terkait layanan kesehatan secara spesifik dan kebutuhan dari para pengguna. Beberapa di antaranya dengan tanya jawab bertema medis serta membuat daftar kesimpulan dari permasalahan medis.
Dalam beberapa bulan ke depan Google juga akan menyertakan Gemini dalam pengembangan sistem ini. Model Gemini merupakan AI generatif untuk menjawab prompt yang memiliki tiga lapis kompleksitas kerja berbeda mulai dari yang sederhana, menengah, hingga sangat rumit.
Sampai saat ini ada beberapa nama organisasi/perusahan yang telah menggunakan Google MedLM antara lain Deloitte, Accenture, Benchsci, HCA Healthcare. Tiap organisasi mengimplementasikan fitur berbeda dari AI tersebut.
Google yakin bahwa seiring waktu fitur yang tersaji dalam MedLM akan semakin baik. Mereka juga mengingat kembali tentang bagaimana LLM mereka dulu baru bisa melewat 60% standarisasi pertanyaan di Amerika Serikat, kemudian meningkat ke level expert dengan skor 86,5% hingga dikatakan dapat mendekat skenario realitas nyata.
Sampai akhirnya kini berhasil diperkenalkan serta digunakan untuk industri. Bila semua riset dan pengembangan berjalan baik, tentu layak ditunggu dampak AI generatif ini bagi dunia kesehatan secara global, termasuk Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

