Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

NASA Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan Pada Pesawat

0 82

Selain fokus pada misi luar angkasa, NASA tengah berupaya membuat penerbangan ramah lingkungan. Melalui kemitraan baru dengan industri penerbangan, badan antariksa ini ingin memajukan alat desain dan pemodelan untuk pesawat masa depan yang menggunakan sistem Electrified Aircraft Propulsion (EAP).

Baca juga: Robot Penjelejah NASA Berhasil Mendarat di Permukaan Mars

Dengan waktu penyusunan proposal yang terbatas, NASA sampai saat ini masih tahap penyusunan proposal demonstrasi darat dan penerbangan untuk pesawat subsonik. Pesawat ini menggunakan sistem powertrain kelas megawatt terintegrasi.

 “Pelepasan permintaan proposal ini merupakan langkah penting berikutnya. Sebagai mitra, NASA dengan industri untuk lebih matang (mempersiapkan) teknologi EAP (di tengah situasi) kritis melalui mendemonstrasikan sistem powertrain kelas megawatt terintegrasi dalam penerbangan,” kata Direktur Program Sistem Penerbangan Terpadu NASA, Lee Noble melalui Gov ‘s NASA.

Teknologi EAP akan Diperkenalkan 2035

NASA logo
Rencananya teknologi ini akan diperkenalkan 2035 (newindianexpress)

Organisasi berbasis antariksa berkeinginan memamerkan sistem ini dalam penerbangan, sehingga pada akhirnya dapat diperkenalkan secara global pada tahun 2035. Secara khusus, ia menargetkan penggunaan EAP di pesawat yang lebih kecil, termasuk penerbangan komersial seperti turboprop, jet regional, dan pesawat lorong tunggal.

Dalam hasil studinya. menunjukkan elektrifikasi propulsi pesawat dapat berdampak signifikan pada pengurangan penggunaan energi, emisi karbon dan nitrogen oksida. Pada hal yang sama, motor listrik akan menghasilkan lebih sedikit emisi yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Dorongan untuk perjalanan udara yang lebih berkelanjutan telah menjadi topik hangat bagi produsen dan pembuat peraturan penerbangan. Menurut organisasi Air Transport Action Group, penerbangan menghasilkan 915 juta ton CO2 pada 2019. Sebelum pandemi melanda, terdapat sumbangan 2 persen terhadap semua emisi CO2 yang disebabkan oleh manusia.

Komitmen Wujudkan Teknologi

Technology EAP
teknologi yang memungkinkan mengurangi polusi di udara (Semantic Scholaar)

Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Misi Riset Aeronautika NASA (ARMD) telah membuat komitmen penting untuk mendemonstrasikan integrasi tingkat kendaraan praktis dari sistem EAP kelas megawatt, memanfaatkan sistem badan pesawat canggih untuk membangkitkan kembali industri pesawat kecil regional yang sedang berkembang dan untuk memperkuat pasar pesawat lorong tunggal.

Proyek demonstrasi penerbangan Powertrain bertenaga listrik secara langsung mendukung mempertahankan program Amerika Serikat (AS) di sektor manufaktur kedirgantaraan serta eksportir bersih terbesar dari semua sektor manufaktur.

Baca juga: Misi Tianwen-1 Tiongkok Berhasil Kirim Foto Pertama dari Mars

Sementara Badan Keselamatan Penerbangan UE berencana untuk membuat label peringkat ramah lingkungan untuk penerbangan, serupa dengan statistik emisi karbon saat ini dicetak pada tiket kereta api di wilayah tersebut. Untuk bagiannya, NASA menunjuk penasihat iklim senior pertamanya awal bulan ini, yang ditugaskan untuk bekerja dengan pemerintahan Biden dalam rencana iklimnya.

Walau rencana telah dibuat, tapi perubahan bisa terjadi. Pada bulan Januari, Boeing berjanji untuk menerbangkan semua pesawatnya dengan 100 persen bahan bakar berkelanjutan yang terbuat dari minyak nabati, lemak hewani, dan limbah pertanian pada tahun 2030.

 

Tinggalkan komen