Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Robot Penjelejah NASA Berhasil Mendarat di Permukaan Mars

0 12

Setelah perjalanan 6 bulan lamanya, rover robotika milik NASA, Perseverance telah mendarat di Mars. Walau sempat ada teror selama tujuh menit untuk melalui atmosfer Mars, tetapi pendaratan berhasil dilakukan. Lokasi pendaratan sekitar 1,2 mil di sebelah tenggara delta sungai di kawah.

Menurut The Verge, rover ini akan dipakai dalam menjelajahi Kawah Jezero di Planet Merah untuk mencari tanda-tanda kehidupan kuno. Setelah itu, NASA akan mencari mikrofosil di bebatuan dan tanah.

Kesuksesan ini, menyusul pendaratan wahana Hope dari Uni Emirat Arab dan diikuti oleh Tianwen-1 dari China. Kedua wahana tersebut, memiliki misinya masing-masing. Hope hanya melakukan penelitian di orbit, sedangkan dalam beberapa bulan mendatang, Tianwen-1 akan menurunkan rover untuk meneliti Mars.

Baca juga: Misi Tianwen-1 Tiongkok Berhasil Kirim Foto Pertama dari Mars

Menggunakan nuklir sebagai bahan bakar utama, Perseverance tak perlu mengandalkan sinar matahari untuk pengisian baterainya. Rover akan diperlengkapi 19 kamera serta empat kamera tambahan untuk memandu saat proses ekspedisi.

Kamera yang terpasang pada Perseverance yaitu Mastcam-Z mempunyai fungsi layaknya mata manusia.  Mempunyai tugas untuk mengambil video definisi tinggi, panorama berwarna dan foto 3D permukaan dan atmosfer Mars Menggunakan lensa zoom.

Membawa Helikopter Pemantau

Helikopter Mars
Helikopter ini akan memantau keadaan Mars dari ketinggian (mars.nasa.gov)

Selain dilengkapi kamera, rover ini membawa alat tercanggih yang dimiliki NASA yaitu helikopter Ingenuity. Alat seberat 1,8 kilogram itu akan ditaruh pada perut Perseverance dan dilibatkan dalam misi awal untuk uji terbang di Mars. Sebelumnya, Ingenuity telah melewati masa uji coba berkali-kali di Bumi.

Mengutip dari Space News, Misi di Mars ini akan berlangsung selama 30 hari. Penerbangan akan menuju ketinggian 3 meter di atas Mars serta menempuh jarak 50 meter ke bawah, dan hanya akan melayang 20 detik, sebelum akhirnya mendarat.

Jika berhasil, ini dapat membuka jalan untuk misi penerbangan helikopter yang lebih canggih dan awak di masa depan, yang berfungsi sebagai pengintai.

“Instrumen sains canggih Perseverance tidak hanya akan membantu dalam perburuan kehidupan mikrofosil, tetapi juga memperluas pengetahuan kita tentang geologi Mars dan masa lalu, sekarang, dan masa depan,” ungkap Ken Farley, ilmuwan proyek untuk Mars 2020, dalam sebuah pernyataan.

Alat Pengubah Oksigen

moxie mars mission
Inilah bentuk dari MOXIE yang akan diteliti di Mars (mars.nasa.gov)

Tidak hanya itu saja, NASA telah mengirimkan MOXIE dalam misi ke Mars kali ini. MOXIE adalah kotak kecil yang dirancang untuk mengubah atmosfer Mars menjadi Oksigen.

Kepala insinyur untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, Jeff Sheehy, mengatakan teknologi ini sangat penting, mengingat misi manusia di masa depan ke Mars akan membutuhkan MOXIE untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan. “Penggunaan teknologi MOXIE untuk produksi propelan khususnya membuat misi manusia jauh lebih layak,” ucap Jeff.

Rencananya alat ini akan dinyalakan tiga kali dalam 30 hari pertama setelah mendarat, dengan dua hari pertama pengujian terhadap muatan. MOXIE akan dijalankan setidaknya 10 kali selama misi berlangsung, menguji kemampuannya untuk menghasilkan oksigen pada waktu dan musim yang berbeda dalam setahun.

“Pada putaran ketiga, kami benar-benar akan membuat oksigen dalam beberapa kondisi operasi konservatif,” kata Jeff.