Jakarta, Gizmologi – Pemanfaatan generative AI (Akal Imitasi) oleh kreator Indonesia mulai bergerak dari sekadar menghasilkan teks dan gambar menuju produksi audiovisual. Salah satu indikasinya terlihat dari AI Cinefest 2026 yang menghimpun 1.111 film pendek berbasis AI dari berbagai daerah di Indonesia.
Ikhtisar AI Cinefest 2026 by Telkomsel
- AI Cinefest 2026 menerima 1.111 film pendek berbasis AI dari berbagai daerah di Indonesia, melampaui target awal 1.000 karya.
- Dari seluruh karya yang masuk, 100 peserta terpilih mengikuti Curated Workshop untuk memperdalam proses AI filmmaking.
- Workshop mencakup proses dari pengembangan ide hingga produksi film menggunakan generative AI.
- Sebanyak 10 karya finalis dipamerkan pada 5–7 Agustus 2026 di M Bloc Space, Jakarta.
- AI Cinefest 2026 merupakan kolaborasi Telkomsel, Huawei, dan MiniMax.
Jumlah tersebut melampaui target penyelenggara sebanyak 1.000 karya. Dari seluruh karya yang masuk, 100 peserta dipilih untuk mengikuti Curated Workshop, sebelum akhirnya 10 karya menjadi finalis dan dipamerkan dalam AI Cinefest Exhibition pada 5–7 Agustus 2026 di M Bloc Space, Jakarta.
AI Cinefest digelar Telkomsel bersama Huawei dan MiniMax sebagai ruang eksplorasi penggunaan AI dalam proses kreatif. Bukan hanya kompetisi, program ini juga memasukkan pembelajaran mengenai AI filmmaking, termasuk bagaimana teknologi generative AI digunakan mulai dari pengembangan ide hingga proses produksi film.
Angka 1.111 karya tentu belum cukup untuk menggambarkan seberapa besar populasi kreator AI di Indonesia secara keseluruhan. Namun, respons peserta terhadap kompetisi tersebut setidaknya menunjukkan bahwa generative AI mulai menarik perhatian sebagai medium produksi konten, bukan hanya sebagai alat bantu produktivitas.
Vice President Brand Communications Telkomsel Emir G. Surya mengatakan AI Cinefest dirancang untuk memberikan ruang bagi kreator Indonesia dalam mengeksplorasi teknologi tersebut. “AI Cinefest kami hadirkan sebagai wadah bagi para kreator Indonesia untuk memanfaatkan AI sebagai medium baru dalam berkarya. Bersama para mitra ekosistem, kami ingin memperluas akses terhadap teknologi, pembelajaran, dan kolaborasi guna mendorong tumbuhnya talenta serta ekosistem kreator AI yang semakin kreatif, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Emir.
Dari Ide sampai Produksi Film Menggunakan Generative AI

Salah satu aspek yang membuat AI Cinefest berbeda dari kompetisi film konvensional adalah teknologi yang digunakan dalam proses produksinya. Sebanyak 100 peserta yang lolos seleksi mengikuti Curated Workshop untuk mempelajari proses AI filmmaking secara end-to-end.
Materinya mencakup pengembangan ide hingga produksi film menggunakan generative AI. Peserta juga mengikuti mentoring bersama praktisi industri untuk memahami bagaimana AI dapat ditempatkan dalam workflow produksi kreatif. Seluruh karya yang masuk dikurasi oleh Story Editor Arief Ash Shiddiq dan AI Storyteller Immanuel Manurung. Dari proses tersebut, 10 karya terbaik dipilih sebagai finalis.
Huawei dan MiniMax turut terlibat dengan memberikan akses teknologi dan pembelajaran kepada peserta. Namun, materi yang diberikan Telkomsel tidak merinci tool atau model generative AI tertentu yang wajib digunakan peserta maupun seberapa besar bagian produksi masing-masing film yang dihasilkan menggunakan AI.
Detail tersebut penting karena istilah “film berbasis AI” bisa mencakup spektrum penggunaan yang luas. Generative AI dapat digunakan untuk membantu pembuatan konsep dan storyboard, menghasilkan visual, membuat atau memodifikasi audio, hingga membangun rangkaian video. Dengan demikian, penggunaan AI dalam produksi film tidak selalu berarti seluruh proses kreatif diserahkan kepada mesin.
Di sinilah perkembangan AI filmmaking menjadi menarik. Teknologi generatif berpotensi menurunkan hambatan teknis bagi kreator individu atau tim kecil untuk bereksperimen dengan produksi audiovisual yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak sumber daya.
Pada saat yang sama, semakin besarnya peran AI juga memunculkan pertanyaan baru mengenai posisi kreativitas manusia, orisinalitas karya, hak cipta, serta transparansi penggunaan materi yang dihasilkan model AI. Materi AI Cinefest 2026 yang dibagikan Telkomsel belum menjelaskan secara terperinci bagaimana aspek-aspek tersebut diterapkan dalam penilaian kompetisi.
10 Film AI Cinefest Dipamerkan di M Bloc Space
Dari 100 peserta Curated Workshop, 10 karya terpilih untuk masuk ke AI Cinefest Exhibition yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di M Bloc Space, Jakarta. Pameran tersebut dibuka untuk memperlihatkan karya finalis kepada publik sekaligus menunjukkan sejumlah pendekatan penggunaan AI dalam produksi kreatif.
Rangkaian AI Cinefest 2026 mencapai puncaknya melalui Awarding Night pada 7 Agustus. Agenda ini mencakup pemutaran karya finalis, apresiasi untuk Top 10, serta pengumuman tiga pemenang terbaik.
Telkomsel juga menggelar talkshow bertajuk “Where Creativity Meets Technology” bersama Immanuel Manurung dan pelaku industri AI Rifqy Yusuf. Diskusi tersebut membahas perkembangan kreator AI di Indonesia dan pertemuan antara teknologi generatif dengan proses kreatif.
Bagi Telkomsel, program seperti AI Cinefest juga memperlihatkan strategi perusahaan yang semakin meluas dari bisnis konektivitas menuju ekosistem digital. Perusahaan sebelumnya menyatakan ingin memperluas pemanfaatan AI dan berkolaborasi dengan mitra teknologi dalam pengembangan talenta digital.
Namun dari perspektif industri kreatif, bagian yang lebih menarik untuk diamati adalah apa yang terjadi setelah kompetisi berakhir. Jumlah karya yang masuk memperlihatkan adanya minat untuk bereksperimen, tetapi perkembangan ekosistem AI filmmaking Indonesia pada akhirnya akan ditentukan oleh apakah teknologi tersebut benar-benar menjadi bagian dari workflow kreator, melahirkan karya yang berkelanjutan, dan membuka peluang ekonomi baru.
AI Cinefest 2026 memberikan satu snapshot awal dari perubahan tersebut: setidaknya 1.111 karya telah mencoba menempatkan AI sebagai bagian dari proses pembuatan film. Tahap berikutnya adalah melihat apakah eksperimen semacam ini berkembang menjadi praktik produksi yang lebih luas di industri kreatif Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

