alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kendala 5G di RI: Frekuensi yang Ideal Dikuasai MNC dan Telkom

Implementasi jaringan telekomunikasi generasi ke-5 (5G) tampaknya tidak akan memiliki performa seperti yang dipublikasikan selama ini. Pasalnya, spektrum yang digunakan tidak bisa memenuhi kecepatan 5G yang diklaim mencapai 10 Gbps.

Di Republik Indonesia (RI), spektrum yang digunakan operator telekomunikasi saat ini ada di rentang 2.3 GHz. Sedangkan dunia internasional memilih untuk menggunakannya di rentang 2.6 Ghz dan 3.5 GHz. Sayangnya, kedua rentang spektrum itu telah dikuasai oleh perusahaan besar di negeri ini.

Frekuensi ideal 5G di 2,6 GHz dan 3,5 GHz

ponsel 5G
Ilustrasi ponsel dengan internet 5G (Foto: Reuters)

“Idealnya ada di 2.6 GHz dan 3.5 GHz. Tapi apa daya, yang 2.6 GHz sudah dipakai MNC Group, sedangkan di 3,5 GHz sudah dipakai satelit Telkom. Jadi kecepatannya kemungkinan tidak akan seheboh yang diberitakan. Paling-paling kecepatan 5G di RI tidak jauh berbeda dengan 4G LTE,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Gizmologi (22/6).

Standard layanan 5G sejatinya membutuhkan spektrum dengan lebar sampai 100 MHz. Sedangkan dua operator yang mendapatan kekuasaan untuk beroperasi di 2,3GHz rata-rata memiliki rentang maksimal 30 MHz. Selain itu, tidak ada aturan mengenai standard kualitas layanan untuk teknologi 5G.

Artinya, operator bisa bebas mengklaim jika kecepatan berapapun adalah 5G. Saat implementasi 3G, misalnya, badan regulasi telekomunikasi (BRTI) yang kini telah dibubarkan, membuat aturan kecepatan minimal 3G adalah 2Mbps, sedangkan kecepatan 4G adalah 45Mbps.

Usai BRTI dibubarkan, entah siapa yang akan membuat standar tersebut. Jangan sampai kecepatan sedikit di atas 4G diklaim sebagai 5G.

Diketahui, saat ini MNC Group memang memanfaatkan frekuensi 2600 MHz untuk memberikan layanan siaran televisi di bawah naungannya. Tidak hanya RCTI tapi juga ada MNCTV dan Global TV dan beberapa saluran lokal. Sedangkan Telkom memanfaatkan 3500 Mhz untuk layanan satelit yang slot-nya banyak digunakan oleh perusahaan dalam negeri, seperti perusahaan perbankan.

Bagaimana langkah untuk menyukseskan implementasi 5G di Indonesia ke depannya? Mari kita pantau terus perkembangannya.

Tinggalkan komen