Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Twitter Uji Coba “Birdwatch”, Fitur Khusus Tangkal Hoaks

Ingat! Semua hal yang viral belum tentu benar adanya. Penggunaan media sosial mungkin kini semakin ramai, dengan semakin murahnya perangkat serta mudahnya akses internet. Namun dengan begitu, adanya hoaks atau misinformasi di platform digital juga meningkat. Lewat Birdwatch, Twitter coba mengatasi isu yang kerap terjadi tersebut.

Sebelumnya, bila pengguna Twitter menemukan kicauan yang tidak benar atau melanggar norma tertentu, opsinya hanya dengan melaporkan twit, akun hingga melakukan pemblokiran sampai pihak resmi ikut mengambil keputusan. Dengan Birdwatch, prosesnya dibuat lebih mudah, memanfaatkan seluruh pengguna yang mereka anggap komunitas dalam platform Twitter.

“Orang datang ke Twitter untuk tetap mendapat informasi, dan mereka inginkan informasi yang kredibel untuk membantu mereka melakukannya,” kata Keith Coleman, VP of Product, Twitter dalam laman blog resminya. Sebagai usaha yang sudah dilakukan, Twitter sudah beri berbagai cara seperti melabeli sebuah twit apabila terdapat misinformasi. Sampai mengingatkan pengguna untuk membaca isi artikel lebih dulu sebelum melakukan retweet.

Disaat yang sama, Twitter tak ingin membatasi komunitas pengguna Twitter untuk memberikan laporan apabila terdapat sesuatu yang salah. “Itulah mengapa kami memperkenalkan Birdwatch, dicontohkan lebih dulu di Amerika Serikat, dari pendekatan berbasis komunitas untuk membantu atasi informasi yang menyesatkan di Twitter,” tambah Keith.

Baca juga: Kurang Diminati, Twitter Bakal Hapus Periscope Awal 2021

Birdwatch Dibuat Berbasis Komunitas Pengguna Twitter

Lewat Birdwatch, pengguna Twitter bisa langsung melaporkan sebuah twit yang dirasa mengandung hoaks atau misinformasi. Melalui sebuah tombol baru, pengguna bisa laporkan sekaligus berikan konteks tambahan, supaya tim internal lebih cepat melakukan proses verifikasi apabila memang twit tersebut salah dan harus diturunkan.

Dalam proyek awalnya ini, opsi untuk melaporkan sebuah twit harus lewat situs terpisah khusus Birdwatch. Dalam situs tersebut, pengguna yang terpilih dalam program awal ini (khusus Amerika Serikat) bisa memberikan rating terhadap catatan yang diberikan oleh pengguna lainnya. Pemisahan ini disengaja, dalam artian tidak mempengaruhi twit asli yang diakses lewat aplikasi maupun situs Twitter resmi.

Alasannya karena Twitter masih ingin tingkatkan rasa kepercayaan pengguna terhadap fitur Birdwatch lebih dulu, bila memang fitur ini dirasa membantu para penggunanya. Hingga saat ini, Twitter telah melakukan lebih dari 100 wawancara kualitatif dengan pengguna individu, untuk dapatkan insight tambahan terkait fitur ini.

Fokus Untuk Tingkatkan Efektifitas Birdwatch

Twitter Birdwatch

 

Tujuan Twitter ke depannya adalah membentuk Birdwatch sebagai platform yang dimanfaatkan, serta dibentuk oleh komunitas penggunanya. Mengingat isu keamanan sedang menjadi isu yang cukup besar, seluruh data yang dikontribusikan ke Birdwatch dibuat transparan, bahkan bisa diunduh oleh penggunanya. Selain itu, cara mereka menilai sebuah twit juga disampaikan pada halaman pedoman khusus.

Harapannya, periset, pengguna publik hingga mereka yang memang paham, bisa membantu lakukan analisa sampai mengaudit sistem atau cara kerja yang digunakan untuk fitur Birdwatch ini. Pengguna juga bisa daftarkan dirinya untuk mencoba, namun salah satu syaratnya adalah memiliki nomor asal Amerika Serikat, untuk hindari penggunaan nomor virtual.

Keith menambahkan, Birdwatch juga masih memiliki beberapa tantangan ke depannya. Menggunakan sistem penilaian berbasis komunitas, sangat mungkin terjadi manipulasi data atau perhitungan yang bias. Pihaknya bakal fokus untuk cegah hal tersebut terjadi dalam masa pilot sekarang ini.

Tunjukkan Komen (1)