Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Vidio Raih 62 Juta Pengguna Aktif dan 5 Juta Unduhan pada April 2020

0 293

Layanan Video on Demand (VoD) berkembang makin pesat di Indonesia. Terutama saat pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk #DiRumahAja, maka video streaming menjadi satu sarana penting untuk hiburan. Salah satu yang mendapat imbas adalah Vidio, platform video streaming milik konglomerat Sariaatmadja.

Pada bulan April 2020 Vidio mencatat peningkatan yang cukup signifikan dalam jumlah pengguna aplikasi aktif dan juga jumlah pengunduhan aplikasi. Menurut Rezki Yanuar, Vice President Brand Marketing Vidio, hal ini karena perubahan tren dan kebiasaan konsumen yang beralih dari menonton TV berbayar ke layanan OTT.

“Layanan OTT dan VoD tidak hanya mengubah bagaimana tayangan tersebut dapat dikonsumsi masyarakat tetapi juga pemenuhan tren, menyajikan konten serta memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk memilih sendiri tayangan yang mereka inginkan,” ujar Rezki.

Selain itu, peningkatan ini tak lepas dari kebijakan yang dilakukan Vidio. Di mana sebagai respon terhadap kebijakan social distancing dan imbauan di rumah saja, sejak April lalu mereka menghadirkan program Vidio Bebas Nonton yang memberikan akses gratis pada layanan berbayar.

Jumlah Pengguna Vidio

Sejak menghadirkan program Vidio Bebas Nonton, Vidio mengalami peningkatan luar biasa. Di antaranya aplikasi Vidio telah diunduh oleh lebih dari 5 juta kali. Aplikasi ini juga sempat menduduki peringkat pertama pada Top Chart App Store dan Google Play pada bulan April 2020 sebagai aplikasi nomor 1 yang paling banyak diunduh. Diikuti dengan pencapaian lainnya, Vidio mengalami peningkatan pada jumlah pengguna aplikasi aktif per bulan yang mencapai 62 juta.

Rezki menganggap peningkatan yang terjadi pada Vidio tersebut menunjukkan bahwa masyarakat melakukan aktivitas dari rumah selama PSBB berlangsung. “Pencapaian Vidio saat ini tentu tidak lepas dari strategi kami agar konsumen tidak jenuh, Vidio berupaya untuk terus memperhatikan dan memperkuat konten yang relevan dengan target market,” ujar Rezki dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (15/05).

Ia menambahkan, pada dasarnya industri OTT terbilang sebagai tren teknologi yang masih baru, baik untuk pasar global maupun Indonesia. Namun Vidio berupaya untuk terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pengalaman yang lebih baik kepada konsumen dengan menghadirkan konten yang relevan bagi target market.

“Termasuk bagaimana memformulasikan biaya bulanan yang terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja. Tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih Vidio sebagai platform streaming andalan agar tetap betah di rumah selama PSBB berlangsung,” ungkapnya.

Promo Ramadan Vidio

Karena respon pengguna yang tinggi, maka bulan Mei 2020 kembali menghadirkan promo sesuai momen yang berlangsung. Vidio menghadirkan tayangan spesial Ramadan melalui program Vidio Berkah Nonton untuk menemani masyarakat selama menjalankan ibadah puasa dalam suasana bulan suci Ramadan yang berbeda tahun ini.

Dengan melakukan redeem voucher VIDIOBERKAHNONTON pada aplikasi dan website Vidio, para pengguna dapat menikmati seluruh tayangan Vidio Premier selama 30 hari dengan harga Rp15.000 dalam periode aktivasi 1 – 31 Mei 2020.


Komentar Gizmologi:

Strategi memberikan promo sebanyak-banyaknya ini sudah wajar di ekosistem digital. Hal serupa sering ditemui di e-commerce, ojek online, dan sebagainya. Harapannya tentu saja adalah setelah menggunakan layanan tersebut dari promo, pengguna bisa betah dan akan terus menggunakannya. Meski ini bukan perkara mudah, karena kompetitor juga melakukan berbagai strategi untuk terus akuisisi dan mempertahankan pelanggan.

Setidaknya, Vidio telah kehilangan salah satu kompetitor utama yaitu Hooq. Platform video streaming milik Singtel ini akhirnya resmi ditutup karena dianggap kurang menguntungkan.
Baca juga: Tutup Usia, HOOQ Hentikan Layanan Streaming Video 30 April 2020

Namun ini tidak membuatnya bernapas lega, karena kompetisi di sektor video on demand sangat sengit. Di ranah lokal masih ada GoPlay milik GoJek yang cukup gencar berpromosi. Sementara di tingkat regional ada iflix dan Viu. Kemudian di tataran global ada Netflix dan Amazon Prime yang memiliki konten original cukup menonjol.