Virtual Technopark Dirancang Jadi Supermarket untuk Pengembangan Telematika

Jakarta, Gizmologi – Pandemi memaksa berbagai aktivitas dilakukan secara daring. Sejak beberapa tahun silam, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mendirikan sejumlah technopark di beberapa daerah. Sekarang, Kemenperin mengembangkan Virtual Technopark bersama sejumlah stakeholder.

Virtual Technopark ini dianggap sebagai solusi terhadap keterbatasan tatap muka, bertemu dan berinteraksi secara langsung di masa pandemi, sembari tetap membuka ruang kerjasama lebih luas. Menurut Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, kerjasama dengan banyak pihak, asosiasi, akademisi, perusahaan serta stakeholder yang lain akan membuat Virtual Technopark ini menjadi semakin berkembang.

“Virtual Technopark diharapkan mendukung terciptanya industri yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa, pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten untuk bekerja pada Sektor industri 4.0, riset dan prototype untuk mendukung transformasi digital sektor industri unggulan,” ujar Taufiek dalam sambutannya secara daring saat memperkenalkan Technopark virtual (16/9).

Penandatangan kerja sama pengembangan Virtual Technopark bertepatan dengan peluncuran 5G Indosat Ooredoo di Surabaya. MoU dilaksanakan secara virtual dan tatap muka dari Jakarta dan Surabaya antara Kementerian Perindustrian dengan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Indosat Ooredoo, Polytron, dan Alita Praya Mitra.
Baca juga: Arek Surabaya Kini Sudah Bisa Nikmati Jaringan 5G Indosat di Area Ini

Startup Bisa Manfaatkan Virtual Technopark

Virtual Techno ParkVirtual technopark akan menghapuskan berbagai keterbatasan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Semua pihak bisa bergabung di technopark digital ini, termasuk perusahaan rintisan atau startup. Tidak hanya yang tergabung dalam technopark secara fisik, tetapi juga industri digital di seluruh Indonesia yang mendaftarkan diri. Startup bisa memanfaatkan wadah ini untuk mengikuti program pendampingan, menjadikan sebagai showcase bagi produknya, pengembangan RnD, hingga pemasaran atau mencari investor.

“Virtual Technopark ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi semua pihak yang pada akhirnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia. Asosiasi mendukung kolaborasi ini agar dapat berkembang lebih jauh, di mana Virtual Technopark menjadi supermarket pengembangan hingga pemasaran berbagai solusi dan talent di bidang telematika, khususnya berbasis IoT,” ujar Ketua Umum ASIOTI, Teguh Prasetya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Alita Praya Mitra, Martini Soejatno menjelaskan pihaknya melihat pentingnya wadah seperti Virtual Technopark ini sebagai sarana komunikasi dan maju bersama antara startup, pelaku industri, dan institusi pendidikan di bawah dukungan regulator.

Sejak tahun 2005 Kemenperin telah membangun 14 (empat belas) pusat pertumbuhan telematika seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Cimahi, Semarang, Bali, dan lainnya. Technopark ini dijadikan sebagai wadah penghubung antara akademis, industri dan pemerintah yang diharapkan dapat menumbuhkan dan membina start–up bidang TIK, khususnya animasi, software, dan games dalam negeri.

Tinggalkan komen