Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Xiaomi Yeelight M2, Bohlam Pintar yang Mendukung Google Seamless Setup

0 5.377

Seiring dengan meningkatkan kepopuleran perangkat IoT (internet of things), beragam produsen elektronik hingga smartphone berlomba untuk menambah daftar aksesori pintar mereka. Tak hanya wearable, bahkan merambah ke perangkat smart home. Salah satunya Yeelight, yang baru saja merilis Yeelight M2.

Yeelight sendiri dikenal sebagai produsen aksesori IoT yang didukung oleh Xiaomi, lebih dulu terkenal sebelum pada akhirnya Xiaomi merilis produk IoT-nya sendiri. Harganya dikenal sangat terjangkau, dan bisa terintegrasi dengan smartphone. Yeelight M2 adalah sekuel smart bulb atau bohlam pintar mereka, yang dukung fitur canggih Google Seamless Setup untuk pengaturan yang jauh lebih mudah.

Umumnya, masing-masing perangkat IoT memiliki metode sendiri-sendiri, untuk menghubungkan perangkatnya ke internet dan menyambungkannya ke aplikasi. Google Seamless Setup mampu menggantikan proses tersebut, sehingga lebih singkat dan praktis. Hanya memerlukan aplikasi Google Home untuk mengatur perangkat Yeelight M2 sampai akhirnya bisa tersambung dengan perangkat lainnya.

Baca juga: Xiaomi Rilis Mi TV 4 Bezel-less 55 Inci dengan Panel QLED

Yeelight M2 Mendukung Protokol Google Seamless Setup

Google Seamless Setup

Bagaimana caranya? Hanya dengan menyambungkan bohlam Yeelight M27 ke soket bohlam pada umumnya, yaitu E27. Ketika lampu sudah menyala, kita cukup mengakses Google Home, dan lampu otomatis muncul untuk dikonfigurasikan. Dengan begitu, pengguna tak lagi perlu memasang aplikasi Yeelight maupun Mi Home. Cukup satu aplikasi praktis saja, termasuk akses fitur lainnya.

Lewat Google Home, pengguna bisa mengatur intensitas cahaya lampu, temperatur warna putih, termasuk menggabungkan beberapa lampu dalam satu grup ruangan. Sehingga nantinya kita bisa mengendalikan beberapa lampu sekaligus dalam satu tombol. Selain dengan Google, perangkat ini juga bisa disambungkan ke Amazon Alexa, Apple HomeKit sampai Samsung SmartThings. Tinggal dipilih sesuai preferensi ekosistem masing-masing.

Yeelight M2 juga membawa beberapa peningkatan dari generasi LED bulb sebelumnya. Dari tingkat kecerahan, bohlam ini bisa pancarkan cahaya lebih terang berkat jumlah lumens yang lebih banyak – 1000 (dari 800 lumens di generasi Yeelight pertama). Satu bohlam miliki masa pakai yang cukup lama, hingga 15 ribu jam. Memiliki arus 8 watt, cahaya putihnya bisa diatur temperatur putihnya mulai dari 1700K hingga 6500K.

Harga Yeelight M2 Smart Bulb

Yeelight M2

Ingin membeli produk AIoT terbaru dari Yeelight? Yeelight M2 sendiri bakal dipasarkan di Amerika Serikat dalam beberapa pekan mendatang. Harga ritelnya mencapai USD29, atau sekitar Rp400 ribuan. Mungkin tergolong mahal untuk sebuah smart bulb yang hanya bisa pancarkan cahaya putih.

Yang membuat mahal perangkat ini, mungkin dari kemampuan Google Seamless Setup yang dihadirkan. Bila diakses halaman dukungan Google berikut ini, perangkat yang mendukung fitur ini hanya lima jenis saja, dan bohlam lainnya yang masuk ke dalam daftar adalah Philips Hue Bluetooth. Di mana harganya bisa jauh lebih mahal lagi.

Belum ada informasi mengenai ketersediaan Yeelight M2 di negara selain Amerika Serikat. Namun bila Gizmo friends mengakses e-commerce lokal, beberapa toko elektronik telah menjual smart bulb ini dengan harga yang lebih terjangkau.

Tinggalkan komen