Jakarta, Gizmologi – Persaingan kualitas jaringan operator seluler Indonesia memasuki fase baru. XL untuk pertama kalinya meraih predikat Best Mobile Network in Indonesia dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026. Penghargaan tersebut tidak hanya ditentukan dari kecepatan internet, tetapi menggabungkan performa kecepatan, pengalaman video, dan penjelajahan web dalam Speedtest Connectivity Score.
XL mencatat Connectivity Score 71,74 untuk kategori Best Mobile Network. Merek seluler XLSMART tersebut sekaligus memenangkan Best 5G Network dengan skor 72,12, Fastest 5G dengan Speed Score 51,29, serta Best 5G Video Experience dengan Video Score 91,6.
Empat penghargaan tersebut memberikan gambaran posisi XL dalam persaingan kualitas jaringan Indonesia pada paruh pertama 2026. Konteksnya semakin relevan karena tiga operator besar, yakni XLSMART, Telkomsel, dan Indosat, baru memperoleh tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang dapat digunakan untuk menambah cakupan dan kapasitas jaringan seluler.
Speedtest Awards menggunakan data pengujian yang dikumpulkan dari pengguna melalui aplikasi Speedtest. Dengan demikian, penghargaan tersebut merepresentasikan performa yang tercatat dalam dataset Ookla selama periode H1 2026 berdasarkan metodologi perusahaan tersebut, bukan klaim kualitas jaringan yang dibuat sendiri oleh operator.
Direktur & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, mengatakan penghargaan tersebut menjadi validasi terhadap kualitas jaringan yang digunakan pelanggan XL. “Predikat Best Mobile Network Indonesia merupakan validasi independen atas kualitas jaringan yang setiap hari dirasakan pelanggan XL. Yang paling membanggakan bagi kami bukan hanya penghargaan ini, tetapi kepercayaan pelanggan yang kini diperkuat oleh pengakuan independen dari Ookla,” ujar David dalam konferensi pers di SCBD, Jakarta (3/6/2026).
Menurutnya, XLSMART akan melanjutkan perluasan cakupan jaringan dan pengembangan layanan XL Ultra 5G+.
Bukan Cuma Kecepatan, Ini yang Diukur Ookla

Predikat Best Mobile Network yang diperoleh XL tidak hanya ditentukan berdasarkan kecepatan download. Ookla menggunakan sejumlah metrik untuk mengukur pengalaman konektivitas pengguna, dengan metodologi berbeda pada masing-masing kategori Speedtest Awards.
Untuk kategori Best Mobile Network dan Best 5G Network, Ookla menggunakan Speedtest Connectivity Score. Sebanyak 50% penilaian berasal dari Speed Score, sedangkan pengalaman streaming video dan penjelajahan web masing-masing memiliki bobot 25%.
Pada pengukuran H1 2026, XL memperoleh Speedtest Connectivity Score 71,74 untuk Best Mobile Network. Sementara untuk kategori Best 5G Network, skor konektivitas XL tercatat 72,12.
Komposisi tersebut membuat dua kategori ini lebih luas dibandingkan pengukuran kecepatan jaringan saja. Operator tidak cukup memiliki koneksi download yang tinggi, tetapi juga harus mencatat performa yang baik ketika jaringan digunakan untuk mengakses video dan web.
Sementara kategori Fastest 5G lebih berfokus pada performa kecepatan jaringan. Ookla menentukan pemenangnya menggunakan Speed Score yang terdiri dari bobot 70% kecepatan download, 20% upload, dan 10% loading latency. XL mencatat 5G Speed Score 51,29 pada H1 2026.
Perbedaan metodologi tersebut menjelaskan mengapa predikat jaringan tercepat dan jaringan terbaik merupakan dua kategori berbeda. Kecepatan menjadi salah satu faktor kualitas jaringan, tetapi bukan satu-satunya parameter pengalaman pengguna yang dinilai Ookla.
Pengalaman Streaming 5G XL Raih Skor 91,6
Kategori keempat yang dimenangkan XL adalah Best 5G Video Experience. Pengukuran ini berfokus pada pengalaman ketika pengguna melakukan streaming video melalui jaringan 5G.
Ookla membagi penilaiannya secara seimbang ke dalam tiga parameter. Waktu yang dibutuhkan untuk memulai video memiliki bobot 33,33%, pemutaran video tanpa gangguan 33,33%, dan kemampuan mempertahankan resolusi Full HD sebesar 33,33%. XL memperoleh Video Score 91,6 dalam kategori Best 5G Video Experience pada H1 2026.
Keempat kategori tersebut pada akhirnya mengukur aspek yang berbeda. Best Mobile Network dan Best 5G Network menggunakan kombinasi kecepatan, pengalaman video, dan penjelajahan web. Fastest 5G lebih menitikberatkan performa kecepatan, sedangkan Best 5G Video Experience secara khusus mengukur pengalaman streaming video.
CEO Ookla Stephen Bye mengatakan empat penghargaan yang diperoleh XL menunjukkan performa jaringan operator tersebut selama periode pengukuran.
“Speedtest Awards merupakan pengakuan tertinggi atas performa jaringan di industri telekomunikasi. Keberhasilan XL meraih Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia pada paruh pertama 2026 menunjukkan kepemimpinannya dalam kualitas jaringan dan menetapkan standar baru bagi industri,” kata Stephen.
XL Ultra 5G+ Ditargetkan Menjangkau 88 Kota pada 2026
Hasil pengukuran Ookla tersebut datang ketika XLSMART sedang memperluas jaringan XL Ultra 5G+. Menurut perusahaan, jaringan 5G tersebut saat ini telah tersedia di lebih dari 50 kota/kabupaten dan ditargetkan menjangkau 88 kota/kabupaten hingga akhir 2026.
XLSMART menyebut XL Ultra 5G+ dapat mencapai kecepatan hingga 500 Mbps. Infrastruktur tersebut juga mendukung teknologi Network Slicing dan fitur Auto 5G.
Network slicing memungkinkan operator membagi sumber daya jaringan 5G menjadi beberapa jaringan virtual dengan karakteristik berbeda. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengalokasikan sumber daya jaringan berdasarkan kebutuhan layanan, misalnya koneksi berlatensi rendah atau kebutuhan enterprise yang memiliki karakteristik trafik berbeda dari pengguna consumer.
Angka hingga 500 Mbps merupakan kemampuan yang diklaim XLSMART dan bukan kecepatan yang akan selalu diterima setiap pelanggan. Performa aktual jaringan seluler dipengaruhi cakupan, spektrum, kepadatan pengguna, perangkat, hingga kondisi jaringan di lokasi pelanggan.
Secara keseluruhan, XLSMART menyebut infrastrukturnya kini diperkuat lebih dari 253 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia.
Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Jadi Modal Baru XLSMART
Konteks yang lebih besar berada pada spektrum. Pada Juli 2026, Komdigi menyelesaikan seleksi pengguna pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diikuti tiga operator seluler nasional: XLSMART, Telkomsel, dan Indosat.
Hasil seleksi memberikan XLSMART blok spektrum 30 MHz atau 2×15 MHz pada pita 700 MHz, terbesar dibandingkan dua peserta lainnya. XLSMART juga mendapatkan 50 MHz pada pita 2,6 GHz.
Sebagai perbandingan, Telkomsel memperoleh 20 MHz pada 700 MHz dan 80 MHz pada 2,6 GHz, sementara Indosat memperoleh 20 MHz pada 700 MHz dan 60 MHz pada 2,6 GHz.
Tambahan spektrum tersebut menjadi salah satu modal penting untuk fase berikutnya dari pengembangan jaringan seluler Indonesia. Secara karakteristik, pita frekuensi rendah seperti 700 MHz memiliki propagasi yang lebih baik sehingga cocok digunakan untuk memperluas cakupan jaringan dan penetrasi sinyal. Sebaliknya, spektrum 2,6 GHz menyediakan bandwidth lebih besar yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kapasitas jaringan di kawasan dengan trafik tinggi.
Komdigi menyebut seleksi kedua pita frekuensi tersebut ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan seluler, meningkatkan kecepatan mobile broadband, dan memperluas jangkauannya.
Bagi XLSMART, kombinasi 700 MHz dan 2,6 GHz memberikan ruang tambahan untuk mengembangkan jaringan setelah perusahaan terbentuk dari merger XL Axiata dan Smartfren. Namun, kepemilikan spektrum tidak otomatis menghasilkan jaringan yang lebih baik. Dampaknya bagi pelanggan tetap bergantung pada implementasi jaringan, jumlah site yang menggunakan spektrum tersebut, konfigurasi jaringan, perangkat pelanggan, serta kapasitas backhaul.
Hasil Ookla H1 2026 memberikan gambaran posisi XL sebelum tambahan spektrum hasil seleksi 2026 dimanfaatkan lebih luas. Persaingan berikutnya akan berlangsung dengan komposisi spektrum yang berbeda: Telkomsel memperoleh alokasi 2,6 GHz terbesar, XLSMART mendapatkan blok 700 MHz terbesar, sementara Indosat juga mengantongi kombinasi kedua pita frekuensi tersebut.
Bagi pelanggan, dampak kompetisi tersebut akan terlihat dari bagaimana ketiga operator memanfaatkan tambahan spektrum untuk memperluas cakupan, meningkatkan kapasitas, dan memperbaiki kualitas 5G. Target XL Ultra 5G+ menjangkau 88 kota/kabupaten pada akhir 2026 menjadi salah satu indikator yang bisa diamati berikutnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

