alexa

Review ASUS ROG Cetra II Core: Earphone Gaming Nyaman & Powerful

Bagi para pemain gim, baik di konsol maupun smartphone, tidak hanya kemampuan visualnya saja yang bisa tingkatkan pengalaman bermain lebih tinggi. Faktor audio juga berperan penting di sini. ASUS mencoba hadirkan kualitas audio prima lewat ROG Cetra II Core dengan harga terjangkau.

Makna “Core” pada namanya mengisyaratkan bila earphone kabel konvensional satu ini memang hanya fokus berikan pengalaman audio maupun komunikasi yang prima, tanpa memiliki fitur-fitur tambahan. Sebut saja active noise cancellation, atau efek lampu RGB seperti yang ada pada earphone ROG Cetra standar.

Meski begitu, earphone ini bisa membuat saya yang terbiasa menggunakan TWS, kembali menggunakan kabel berkuat keluaran audionya. Tak hanya untuk bermain gim, namun juga saat mendengarkan musik sampai melakukan panggilan telepon dalam sebuah rapat daring. Berikut ulasan lengkap dari ASUS ROG Cetra II Core.

Desain

ASUS ROG Cetra II Core

Tak seperti sedang mengulas earphone nirkabel, tak banyak yang bisa dikomentari terkait desain dari ROG Cetra II Core. Kecuali pada bagian earbud-nya, ya. Iya, ini adalah earphone berjenis in-ear-monitoring atau IEM, alias dilengkapi dengan eartip demi fitting yang pas dalam lubang telinga.

Desain earbud-nya masih bisa ciptakan kesan gaming yang kuat, terutama logo ROG di masing-masing sisi yang dicetak merah, walaupun tanpa lampu. Secara material, tidak ada yang spesial, menggunakan metal ringan doff berwarna hitam. Benefit dari material ini adalah bobot ringan dan aman meski sering terbentur benda lain bila diletakkan di dalam tas.

Sebagai perlindungan ekstra, ASUS menyertakan sebuah pouch eksklusif untuk menyimpan earphone gaming satu ini. Di dalamnya juga diberikan banyak eartip tambahan, di mana ada hal yang menarik yang saya temukan.

Kenyamanan Penggunaan

ASUS ROG Cetra II Core

ASUS berikan tiga opsi ukuran eartip silikon bagi pengguna ROG Cetra II Core. Selain yang sudah terpasang dalam tiap earbud, juga disediakan dua pilihan ukuran lain. Namun tak hanya itu, ada sepasang earbud berwarna hitam yang menggunakan bahan lain.

Ya, saya agak terkejut ketika menemukan eartip berbahan foam dalam paket penjualannya. Jenis yang satu ini punya kelebihan dan kekurangan. Lebihnya? Dapat mengisolasi noise lebih efektif karena bisa benar-benar menyesuaikan bentuk lubang telinga.

Dengan begitu, keluaran suara bisa lebih maksimal, tak terkecuali dentuman bass lebih powerful. Kekurangannya? Lebih mudah kotor dan sulit untuk dibersihkan. Serta umur pakainya yang lebih singkat. Selain itu, terdapat dua ukuran ear fin yang bisa digunakan untuk membuat earbud tak mudah lepas dari telinga. Bisa digunakan, bisa juga dilepas.

Tidak semua earphone jenis IEM bisa nyaman digunakan berlama-lama, dapat menyebabkan rasa lelah atau telinga yang berkeringat. Namun hal tersebut tidak saya alami di ROG Cetra II Core. Mungkin bahan silikonnya yang memang bagus. Bila ingin lebih maksimal, foam tip juga bisa dimanfaatkan.

Ujung jack 3,5mm-nya pun dibuat cukup mungil dengan desain L-shaped. Sehingga ketika dicolokkan ke bodi smartphone, tak bakal banyak mengganggu posisi kedua tangan yang sedang menggenggam bodi pada bagian kiri dan kanannya.

Pengoperasian

ASUS ROG Cetra II Core
Desain L-shape pada ujung jack audio tak jadi masalah ketika sedang menggenggam smartphone dua tangan.

Ini adalah earphone yang plug-and-play, alias bisa langsung colok dan pakai di perangkat apa pun. Khusus perangkat ROG dari ASUS seperti ROG Phone 5, pengguna bakal menemukan pengaturan khusus agar keluaran suara dioptimalkan untuk ROG Cetra II Core—opsinya bisa kamu temukan di pengaturan bersamaan dengan equalizer.

Terdapat sebuah mikrofon yang dilengkapi dengan tiga tombol; volume atas, volume bawah serta play/pause di antaranya. Lalu bagaimana dengan kualitas penangkapan suara oleh penggunanya?

ASUS ROG Cetra II Core

Bisa dipastikan berfungsi baik, mengingat ROG Cetra II Core sudah mengantongi sertifikasi dari Discord. Meski tanpa tambahan fitur AI, earphone ini cukup sering saya gunakan ketika ada panggilan telepon maupun dari aplikasi seperti Zoom. Dari penerima, suara saya terdengar jelas tanpa harus berbicara kencang.

Oh ya, perangkat ini dirancang multiplatform. Kamu bisa menggunakannya di berbagai smartphone, PC, perangkat Mac, PS5, Xbox X/S sampai Nintendo Switch. ASUS juga sediakan splitter bila pengguna ingin menggunakan earphone ini bersamaan dengan mikrofon terpisah.

Kualitas Audio

ASUS ROG Phone 5

Detail yang tinggi, dentuman bass menggelegar. Ringkasan tersebut saya simpulkan setelah menggunakan ROG Cetra II Core selama beberapa pekan. Baik saat bermain gim, dan lebih banyak mendengarkan musik dari platform streaming kesayangan.

Saat bermain gim FPS, separasi audio yang dihantarkan cukup optimal, bisa mendengarkan derap langkah serta sayup suara lawan dengan jernih, tanpa harus menaikkan volume hingga maksimal. Namanya juga earphone gaming, sehingga tentu dirancang untuk kebutuhan serupa.

Bass yang benar-benar powerful juga berikan kesan bermain lebih imersif. Lantas bagaimana bila digunakan untuk mendengarkan musik? Untuk bagian ini, mungkin Gizmo friends sudah bisa menyimpulkan kalau ROG Cetra II Core tidak cocok untuk semua jenis musik.

Pop? R&B? EDM? Tentu masih sangat cocok. Namun bagi yang memang lebih utamakan vokal, mungkin bakal terasa sedikit kurang dominan akibat bass yang dihantarkan. Sebagai informasi, saat dipasangkan ke ROG Phone 5 dan beberapa smartphone Samsung, keluaran suaranya bisa cukup netral, dalam artian tidak terlalu warm.

Namun untuk smartphone Android lain dan termasuk iPhone, pengguna harus mengatur equalizer dan menurunkan tingkat bass supaya tidak terlalu hangat dan ‘menutup’ mid dan high. Overall, kualitas audionya memuaskan. Hanya saja di beberapa perangkat harus disesuaikan terlebih dahulu.

Kesimpulan

ASUS ROG Cetra II Core

Dengan banderol harga kurang dari Rp1 juta, earphone gaming kabel satu ini bisa jadi pilihan terbaik bagi konsumen. Walaupun membawa nama ROG, juga masih sangat cocok untuk mendengarkan musik banyak genre, juga untuk melakukan panggilan telepon lewat mikrofon prima.

Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Karena untuk beberapa orang (termasuk saya), tak banyak perangkat yang punya jack audio 3,5mm. Untuk pengguna ROG Phone 5 dan konsol lainnya yang memang kompatibel, ASUS ROG Cetra II Core tentu bakal bekerja optimal dan layak untuk dipertimbangkan.

Spesifikasi dan Harga ASUS ROG Cetra II Core

Speaker: 9,4mm neodymium magnet
Mic: Single omnidirectional mic (-40 ± 3 dB)
Warna: Hitam
Berat: 18 gram
Panjang kabel: 1,25 meter
Baterai: 25 mAh (per earbud), 440 mAh (charging case)
Impedansi: 32ohm
Respon frekuensi: 20Hz – 40KHz
Aksesori: carry case, splitter cable, ear fins, silicone tips, foam tips
Konektivitas: kabel (3,5mm)
ANC: –
AI Noise Cancelling Microphone: –
Harga resmi: Rp799.000

Cek harga ASUS ROG di e-commerce:

TOKOPEDIA LAZADA

Tinggalkan komen