Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Huawei FreeLace Pro: Stylish, Cocok Untuk Olahraga

0 2.339

Baru diluncurkan akhir pekan lalu, Huawei mempertegas posisi mereka dalam menyediakan perangkat audio nirkabel canggih bagi konsumennya. pilihan yang dihadirkan semakin banyak; tak hanya model TWS dan neckband, kini juga merambah ke headphone. Untuk neckband-nya sendiri, kini dilengkapi dengan fitur kekinian, yaitu active noise cancellation (ANC).

Hadir sebagai produk wireless audio terbaru paling murah dalam peluncuran “Tech Meets Fashion”, Huawei FreeLace Pro berikan opsi menarik bagi Gizmo friends yang mungkin lebih memilih desain neckband daripada TWS (untuk alasan kenyamanan atau keamanan karena lebih minim risiko jatuh dan hilang, misalnya). Desainnya juga terlihat premium, cocok juga untuk jadi aksesori fashion.

Tapi apakah kualitas suaranya juga sebanding dengan desainnya yang premium? Dibandingkan dengan produk Huawei lain yang punya harga hampir sama, sepertinya masih kurang. Untuk lebih detilnya, berikut adalah ulasan lengkap dari Huawei FreeLace Pro.

Desain

Desain Huawei FreeLace Pro

Dibandingkan dengan earphone nirkabel berbentuk neckband lainnya, saya pribadi lebih menyukai desain Huawei mulai dari FreeLace generasi pertama, hingga Huawei FreeLace Pro terbaru ini. Simpel, tegas, juga premium berkat penggunaan material aluminum di beberapa bagiannya. Terutama di varian warna Graphite Black yang punya finishing doff.

Ada dua warna lain yang bisa dipilih, yaitu Spruce Green dan Dawn White. Bagian earbud-nya dilengkapi dengan desain eartip khusus, dilengkapi seperti wingtip agar lebih presisi dan tidak mudah lepas dari telinga. Disediakan dua pilihan ukuran lainnya supaya pas dengan beragam jenis ukuran telinga pengguna. Mendukung IPX5 water resistant, bagian kontrol musiknya didesain tahan korosi.

Earbud Huawei FreeLace Pro

Bagian earbud-nya punya aksen warna yang sama dengan bagian charging & control box, ditambah aksen garis merah yang sedikit menambah kesan premium. Dengan bobot 34 gram, menggunakan Huawei FreeLace Pro sama sekali tidak membuat pegal, meski berlama-lama dikalungkan di leher. Juga tidak membuat gatal karena material silikonnya yang dibuat ramah oleh permukaan kulit.

Untuk saya pribadi, menggunakan desain neckband membuat Huawei FreeLace Pro bisa punya dua kegunaan. Yang pertama, tentu sebagai alat komunikasi atau mendengarkan musik secara nirkabel. Dan yang kedua, sebagai aksesori yang cukup kece untuk dipasangkan dengan dandanan sehari-hari.

Fitur Huawei FreeLace Pro

Huawei FreeLace Pro

Membawa fitur active noise cancellation (ANC), Huawei FreeLace Pro sanggup meredam noise hingga 40dB, alias secara angka lebih baik daripada FreeBuds 3i di 32dB. Menggunakan desain in-ear dengan tambahan wingtip, saat saya pasangkan di telinga, passive noise cancellation-nya tidak terlalu menyumbat suara dari luar. Barulah ketika fitur ANC diaktifkan, terdengar sangat senyap.

Cara mengaktifkannya bisa lewat aplikasi Huawei AI Life (di Android), maupun dengan menyentuh bagian earbud sebelah kiri. Cukup ditahan, dan mode akan bergulir dengan urutan berikut; ANC aktif, mode awareness serta off. Dengan awareness, suara dari luar ‘dibiarkan’ masuk, sehingga kita masih bisa mendengar pengumuman kedatangan MRT (sebagai salah satu contoh penggunaan).

Untuk hasilkan kesenyapan, digunakan dua mikrofon yang ada di masing-masing earbud; satu di bagian luar, dan satu di bagian dalam. Keduanya bekerja bersamaan untuk redam noise dari luar. Sementara untuk tingkatkan kualitas telepon, dimanfaatkan mikrofon ketiga yang ada di bagian bodi neckband, yang ada di sisi baterai dan power. Kualitasnya cukup memuaskan meski di keramaian.

Pengoperasian

Huawei FreeLace Pro

Bagi yang mungkin terbiasa lebih dulu menggunakan TWS, cara kerja neckband tentu berbeda. Kalau TWS, cukup lepas dari case dan pasang ke telinga, maka perangkat otomatis menyala. Sementara Huawei FreeLace Pro dilengkapi tombol power, berfungsi untuk proses pairing serta pindah ke dua perangkat yang sudah tersambung dengan instan.

Jadi, perangkat ini nggak bakal otomatis mati. Meski begitu, ketika musik sedang diputar, saat earbud lepas dari telinga, biasanya keduanya akan menempel otomatis lewat mekanisme magnet, dan musik pun terhenti. Kecuali Gizmo friends juga menggunakan lanyard, tak jarang bakal ‘memisahkan’ sepasang earbud secara tidak sengaja.

Untuk pengendalian, hanya earbud kiri saja yang menerima input sentuh, itu pun hanya untuk aktivasi fitu ANC. Sementara pengendalian musik ada di control box bagian kanan, dengan tombol play/pause, volume up & down. Tombolnya sedikit keras, namun tekstur timbul membuatnya mudah membedakan satu dan yang lain.

Kalau menggunakan smartphone Huawei dengan EMUI 10, bisa manfaatkan metode HiPair di mana cukup mendekatkan perangkat saja untuk proses pairing seamless. Sementara untuk kestabilan koneksi, bukan yang terbaik. Di keramaian, tak jarang ada beberapa kali jeda sekitar satu detik suara hilang, seperti terkena interupsi jaringan.

Baterai

Huawei FreeLace Pro

Secara besaran mAh, baterai Huawei FreeLace Pro memang kecil di 150 mAh saja. Namun Huawei mengklaim bila perangkat ini bisa digunakan hingga total penggunaan 24 jam, atau 16 jam dengan ANC. Untuk pemakaian sehari-hari, saya membutuhkan charge setelah 3-4 hari, dengan tiap hari pemakaian beberapa jam saat kerja dan di perjalanan berangkat/pulang kerja.

Keuntungan desain neckband lainnya adalah kita benar-benar bisa mendengarkan lagu secara kontinyu. Berbeda dengan, misal FreeBuds 3i yang harus masuk ke charging case setelah 3-4 jam. Pengisian dayanya juga sangat simpel, menggunakan male USB-C port. Tinggal colok langsung ke USB-C female di laptop atau powerbank.

Kualitas Audio

Huawei FreeLace Pro

Awalnya, saya mengira kalau kualitas audio yang ditawarkan oleh Huawei FreeLace Pro bakal serupa dengan FreeBuds 3i. Namun ternyata tidak, dan dalam konteks yang sedikit kurang baik. Karakteristik audionya lebih warm, alias memiliki dentuman bass yang lebih dominan. Namun begitu, ketika volume 75% ke atas, bass yang awalnya cukup bulat dan utuh menjadi agak sember atau pecah.

Sementara bagi Gizmo friends yang ingin dengarkan lagu akustik atau vokal, atau ingin seimbangkan keluaran suaranya, mungkin harus menaikkan treble secara manual lewat equalizer masing-masing aplikasi. Dan secara keseluruhan pun, masih kurang ‘nendang’ kalau dibandingkan dengan FreeBuds 3i. Saya sudah coba untuk ganti eartip, ganti perangkat (iPhone XR, Pixel 3, Reno4 F), tetap saja.

Kesimpulan

Kelengkapan Huawei FreeLace Pro

Untuk menentukkan layak atau tidaknya Huawei FreeLace Pro menjadi kandidat terbaik wireless earphone ber-ANC harga kurang dari Rp1,5 jutaan, tergantung dari kebutuhan utama Gizmo friends. Kalau memang lebih nyaman dengan model neckband, mencari perangkat yang lebih cocok untuk olahraga, dan punya daya tahan baterai prima, tentu saja sudah pas.

Fitur ANC-nya juga cukup ampuh untuk meredam noise dari luar. Namun bila yang utamanya dicari adalah keluaran audio (termasuk kelancaran koneksi bila dipakai di keramaian), maka salah satu aksesori terbaru dari Huawei untuk akhir 2020 ini masih kurang pas. Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ya.

Spesifikasi Huawei FreeLace Pro

Speaker: 14mm driver per earbud
Mic: Triple mics (2 outer, 1 inner), ANC support (sampai 40db)
Warna: Spruce Green, Graphite Black, Dawn White
Berat: 34 gram
Panjang kabel: 814mm
Charging port: USB-C, direct charge
Baterai: 150 mAh
Waktu Charge : 60 minutes
Music playback: 24 jam (16 jam dengan ANC)
Konektivitas: Bluetooth 5.0, mendukung codec SBC & AAC
Daya tahan: IPX5 tahan cipratan air
Fitur: awareness mode, fast pair & wear detection (EMUI 10 only)
Harga resmi: Rp1,299 juta

Cek harga gadget Huawei di:

Shopee Blibli LAZADA Tokopedia

Huawei FreeLace Pro
7.9 / 5 Reviewer
{{ reviewsOverall }} / 5 Users (1 vote)
Pros
- Desain & material nyaman - Daya tahan baterai - Fitur ANC dengan mode Awareness - Pengecasan mudah
Cons
Kualitas audio bukan yang terbaik
Summary
Meski punya desain yang premium, Huawei FreeLace Pro juga sangat nyaman untuk digunakan ketika berolahraga. Ditambah fitur ANC yang membuatnya semakin lengkap untuk berbagai kondisi.
Rating8.5
What people say... Leave your rating
Order by:

Be the first to leave a review.

User Avatar User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

This review has no replies yet.

Avatar
Show more
Show more
{{ pageNumber+1 }}
Leave your rating

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Tinggalkan Balasan