Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

SHAREit: Tren Konsumsi Konten Digital Meroket Sepanjang 2020

Tahun 2020 memang tahun yang cukup berbeda bagi kita semua. Adanya pandemi COVID-19 membuat kita mengubah kebiasaan sehari-hari, mulai dari awal tahun hingga saat ini. Dengan pilihan hiburan yang terbatas, masyarakat Indonesia jadi lebih banyak mencari hiburan dari smartphone. mengakses beragam konten digital yang ada.

Adanya pemberlakuan kebijakan seperti work from home atau bekerja dari rumah, hingga pembelajaran jarak jauh atau school from home juga berkontribusi terhadap bagaimana kita mengakses konten digital sepanjang pandemi. SHAREit, aplikasi berbagi file yang cukup populer di smartphone, menyebutkan bila tren peningkatan konsumsi konten digital di tahun 2020 tergolong fenomenal.

Informasi tersebut didukung dengan laporan e-Conomy yang dirilis Google, Temasek dan Bain & Co baru-baru ini. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa satu dari tiga orang mencoba layanan digital baru karena terjadinya pandemi COVID-19. 94% dari mereka berniat untuk lanjutkan kebiasaan baru tersebut.

Baca juga: Spotify Berhasil Capai 320 Juta Pengguna di Q3 2020

Tren Konsumsi Digital di Indonesia Juga Meningkat Tajam

VP APAC, SHAREit - Piyush Bathia

Vice President SHAREit untuk Asia Pasifik, Piyush Bhatia mengatakan bila lonjakan konsumsi konten digital tersebut membuat pihaknya optimis bila Indonesia sedang alami tren fenomenal. “Para pemain di industri konten digital dihadapkan tantangan untuk menghadirkan pengalaman yang mengesankan kepada para pengguna,” jelasnya lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (28/12).

Piyush menambahkan, saat ini konsumen konten digital inginkan berbagai pilihan terkait durasi video, aspek teknologi terkini dan aspek keterbaruan dan menarik. Lebih lanjut, platform konten distribusi harus bisa menjadi wadah yang gabungkan konten lokal dengan teknologi global.

Selama pandemi berlangsung, aplikasi SHAREit juga alami lonjakan pertumbuhan hingga 160% dalam jumlah instalasi aplikasi, dibarengi dengan pertumbuhan basis klien dalam hal jejaring iklan, terutama di Asia Tenggara. Hal tersebut mengindikasikan bila masyarakat juga masih memerlukan aplikasi untuk berkirim file secara cepat dan mudah, menggunakan protokol Wi-Fi.

Meski memang, saat ini aplikasi SHAREit juga sudah jauh berkembang. Tak hanya sebagai metode berkirim file, SHAREit juga sediakan konten dan permainan yang beragam di dalamnya. Sementara untuk pelaku bisnis, mereka juga tawarkan solusi periklanan yang bantu merek-merek seperti aplikasi gaming, e-commerce sampai fintech. Supaya bisa berada di peringkat atas toko aplikasi digital.

Intensitas Konsumsi Konten Bakal Lebih Pesat dengan 5G

Selain dorongan dari digitalisasi teknologi selama pandemi, kehadiran jaringan 5G juga diharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem berkelanjutan bagi para penyedia konten dan platform distribusi. “Bagi pasar yang besar seperti Indonesia, perekonomian juga akan didorong oleh pengguna internet seluler dan belanja iklan digital,” jelas Piyush.

Lonjakan konsumsi konten digital dan perilaku pengguna saat ini tidak akan berakhir, terutama di pasar Indonesia yang memiliki generasi muda, dengan kebutuhan konten digital yang tidak habis-habis. Laporan dari Ericsson Mobility 2020 perkirakan terdapat 220 juta pelanggan 5G pada akhir tahun 2020. Dan di 2026, diperkirakan bakal ada 380 juta pelanggan 5G dari kawasan Asia Tenggara.

Ia percaya bahwa di tahun 2021, ekonomi internet dan industri konten digital akan terus berkembang signifikan. Masyarakat akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati konten digital, karena hal tersebut menjadi salah satu bagian dari kehidupan mereka.

Tunjukkan Komen (2)