Mencoba memberikan pengalaman kamera kelas flagship dalam banderol harga lebih terjangkau, HUAWEI hadirkan seri HUAWEI nova 14 Pro secara resmi pada akhir Januari kemarin. Spesifikasi kameranya benar-benar menggiurkan, tampil dalam desain anti-mainstream, kapasitas memori lega, semua ditawarkan dalam banderol harga Rp8 jutaan. Namun tentunya bukan untuk semua orang.
Tidak dapat dipungkiri, kehadiran HUAWEI nova 14 Pro di Indonesia, terbilang terlambat. Pasalnya, selang satu bulan sebelumnya, suksesornya telah diperkenalkan di negara asalnya, dan belum ada informasi terkait kapan bakal diboyong resmi ke Indonesia. Agak disayangkan aja rasanya, walaupun sebenarnya keunggulan yang ditawarkan juga masih menggiurkan di awal 2026 ini.
Apakah HUAWEI nova 14 Pro bisa menjadi entry point yang pas bagi Gizmo friends yang ingin menjajal smartphone HUAWEI namun tak punya bujet flagship? Berikut review selengkapnya.
Desain

Kalau Gizmo friends sedang mencari sebuah smartphone yang tampilannya nggak mencoba untuk meniru iPhone atau bahasa desain mainstream lainnya, desain HUAWEI nova 14 Pro bisa jadi opsi yang terbaik. Baik dari segi pola permukaan bodi belakang, hingga modul kamera belakang, terlihat benar-benar berbeda dari apa yang ada di pasaran saat ini. Namun pada waktu yang sama, juga terlihat seperti sebuah flagship terbaru—walaupun sudah debut sejak Mei tahun lalu.
Sebagai pecinta warna biru, opsi Crystal Blue-nya memang menarik, tapi bagi saya agak terlalu cerah dengan pola yang ramai. Sementara menurut saya pribadi, HUAWEI nova 14 Pro Black tampil lebih elegan, dengan finishing yang cukup premium, dan seolah cukup meng-highlight desain modul kamera “Star Orbit Ring” yang sudah tampil beda. Selain logo “nova” di bawah yang juga tidak kalah menarik. Terasa solid dalam genggaman, dengan bobot yang pas di 207 gram.





Menariknya, profil bodi HUAWEI nova 14 Pro tergolong ramping—tidak lain berkat lekukan di sisi kiri dan kanan, plus dimensinya yang memang cenderung lebih kecil dibandingkan kompetitor dengan dimensi layar setara, yakni 75mm. Ditambah profil tipis 7,8mm, jadi lebih mudah masuk ke saku celana dan tidak melelahkan saat digenggam satu tangan seharian.
Seperti seri flagship-nya, HUAWEI juga memberikan kesan bila aspek durabilitas pada smartphone ini turut diutamakan. Sayangnya, sertifikasi yang dibawa “hanya IP65”, di mana kini sudah semakin banyak smartphone dengan standar hingga IP69, lebih aman tercelup ke dalam air hingga tekanan dan suhu ekstrem sekalipun. Minor atau tidak, bergantung skenario penggunaan Gizmo friends. Yang pasti, pada bagian ini, desain HUAWEI nova 14 Pro sukses menarik perhatian sembari terlihat (dan terasa) solid.
Layar

Selain desainnya yang tampil beda sekaligus premium, tampilan depan HUAWEI nova 14 Pro juga flagship-grade, menggunakan desain quad-curved dengan keempat sisi bezel dibuat ramping sekaligus simetris. Desain punch-holenya memang lebar, demi sematkan dua sensor kamera terpisah. Namun tetap relatif lebih kecil daripada ukuran Dynamic Island pada iPhone terbaru.
Untuk melepas kesan ringkih, layar HUAWEI nova 14 Pro sudah tersertifikasi 5 Stars Drop-resistance dari SGS, memastikan agar tetap utuh ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti terjatuh. Nah, selain aspek-aspek tersebut, panel yang digunakan juga jempolan. Di mana bidang 6,78 inci di sisi depan gunakan panel LTPO AMOLED dengan refresh rate adaptif 1-120Hz, sehingga lebih hemat daya.

Tingkat kecerahan maksimum diklaim bisa sampai 1200 nits, dan saya tidak mengalami kesulitan saat harus menggunakan HUAWEI nova 14 Pro di luar ruangan saat sedang terik. Paling-paling, poin yang terasa kurang flagship, adalah absennya in-display fingerprint sensor. Walau memang, side fingerprint sensor yang disematkan ke dalam tombol power, tergolong sangat instan dan akurat.
Dari segi warna dan kontras, sama sekali tidak ada keluhan, alias mudah memanjakan mata. Lengkungan pada keempat sisi layar juga sama sekali tidak menimbulkan efek ghost touch. Mungkin, hal lain yang sedikit disayangkan, adalah absennya standar Widevine L1 agar bisa streaming dalam kualitas HD pada platform seperti Netflix. Untuk YouTube sih aman saja.
Kamera

Masuk ke bagian yang paling menarik dari smartphone HUAWEI satu ini: kameranya. Ya, spesifikasi kamera HUAWEI nova 14 Pro membawa sejumlah aspek yang diturunkan langsung dari lini flagship—malah dengan setup yang lebih superior pada sisi depannya. Mari kita bedah satu-persatu secara hardware.
Di sisi depan, kamera selfie HUAWEI nova 14 Pro diperkuat sensor 50MP PDAF dengan sudut pandang ekstra lebar, dan 8MP autofokus untuk 2x optical zoom. Keduanya hadir untuk berikan fleksibilitas pada sudut pengambilan gambar, hingga 5x zoom sekalipun. Sisi belakang tidak kalah spesial, di mana sensor utama 50MP OIS milik smartphone ini berjenis RYYB (bisa tangkap cahaya lebih banyak), plus diafragma yang bisa diatur mulai f/1.4 hingga f/4.
Sensor tersebut dipasangkan dengan telefoto 3x optical zoom (12MP RYYB OIS) yang berikan hingga 30x digital zoom, serta ultra-wide 8MP yang mendukung autofokus agar bisa difungsikan sebagai kamera makro. Diperlengkap bersama dua lampu kilat, serta Ultra Chroma Camera—sebuah sensor khusus untuk menangkap warna lebih akurat dan natural, yang diturunkan dari lini flagship-nya.

Tambahan sensor terakhir, membuat kamera HUAWEI nova 14 Pro lebih bisa diandalkan untuk menangkap gambar dalam warna sesuai aslinya, sudah saya buktikan sendiri pada skenario yang lebih menantang seperti pameran karya Olafur Eliasson di Museum MACAN. Kalau benar-benar menantang seperti warna kemerahan, terkadang masih salah. Tetapi di smartphone lain (termasuk yang jauh lebih mahal), juga bisa lebih parah.
Overall, sensor utamanya mampu menangkap gambar berkualitas, tetap cerah meski low-light, dengan rentang dinamis yang pas serta warna kulit akurat. Telefotonya juga cukup bisa diandalkan, meski bukan yang terbaik terutama bila dibandingkan kompetitor yang sudah pakai jenis periskop. Kamera selfie-nya? Bisa dianggap salah satu yang terbaik. Detail tinggi, walau dalam pencahayaan tertentu bisa sedikit terlalu kontras.
Mode profesional pada aplikasi kamera HUAWEI nova 14 Pro, memungkinkan Gizmo friends untuk mengatur tingkatan diafragma sensor utamanya—pas untuk yang suka utak-atik parameter kamera manual. Hasil foto lengkapnya, bisa diakses lewat album berikut ini ya.
Tidak hanya berkualitas pada hasil fotonya saja, kemampuan perekaman video HUAWEI nova 14 Pro juga alami banyak peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya. Semua sensor kamera smartphone ini mendukung perekaman video 4K, namun hanya sensor utama belakang, telefoto belakang, dan utama depan yang mendukung hingga 60fps. Dalam resolusi tertentu, juga tersedia opsi untuk berpindah antar lensa sembari perekaman berlangsung, termasuk dari depan ke belakang dan sebaliknya.
Hasil video juga tergolong stabil meski gunakan resolusi tertinggi. Hanya saja dalam kondisi indoor atau lainnya dengan pencahayaan lebih terbatas, smartphone lebih sering memilih untuk gunakan digital zoom, alih-alih memanfaatkan sensor telefotonya. Mungkin karena batasan hardware, mengingat dimensi sensor bukan yang paling besar di segmennya.
Fitur

Menjalankan EMUI, HUAWEI nova 14 Pro masih hadir dengan “batasan” yang lama dimiliki oleh smartphone HUAWEI lainnya, yakni tanpa dukungan jaringan 5G (setidaknya di Indonesia sampai saat ini), dan layanan Google. Namun khusus poin terakhir, nampaknya HUAWEI telah mampu memberikan workaround yang membuat proses instal sampai menikmati aplikasi Google terasa lebih seamless.
Butuh Google Maps? Cari saja di AppGallery, instal, dan langsung bisa diakses, tidak lagi perlu memasang GBox atau sejenisnya lebih dulu secara terpisah, prosesnya sudah lebih mudah. Semua aplikasi Google berjalan relatif lancar, meski terkadang ada beberapa fitur atau langkah yang mungkin harus 1-2 sentuhan lebih banyak.
Setidaknya pengalaman di atas mampu menjawab rasa penasaran Gizmo friends yang ingin menjajal smartphone HUAWEI, tetapi masih sangat bergantung terhadap aplikasi Google. Terkait keamanan, disebutkan bila semua aplikasi yang tersedia di AppGallery dijamin keamanannya secara berlapis. Bisa percaya atau tidak, pilihan masing-masing. Pakai akun Google sekunder untuk jaga-jaga? Sah-sah saja.

Fitur AI-nya gimana? Cenderung minim, tapi yang esensial seperti ganti ekspresi wajah hingga hapus obyek pada gambar tersedia (walaupun akurasinya belum sebaik kompetitor), hingga fitur ekstra seperti AI Gesture Control. Kualitas speaker stereo-nya sendiri cukup bagus, meski bukan yang paling lantang. Selebihnya, smartphone ini hadir dengan penyimpanan lega 512GB, dan mendukung dua kartu nano SIM, tanpa slot kartu microSD.
Performa

Seperti smartphone HUAWEI pada umumnya, seri yang satu ini pun hadir dengan cip rancangan sendiri. Lebih tepatnya, performa HUAWEI nova 14 Pro disokong oleh cip seri Kirin 8020. Disebutkan bila cip satu ini merupakan versi downclock dari yang ada pada seri Mate terdahulu, membawa CPU 8 inti, fabrikasi 7nm, serta dukungan jaringan 5G.
Ya, cip-nya memang bisa 5G, namun sayangnya HUAWEI tidak bisa “membuka” kemampuan tersebut sehingga di beberapa wilayah seperti Indonesia hanya sebatas 4G saja. Secara skor Antutu juga memang tidak menyilaukan, namun dalam pemakaian sehari-hari, performa smartphone terasa mulus layaknya smartphone mid-range premium lainnya. Mungkin juga berkat OS-nya yang sudah tergolong matang.
Mungkin Gizmo friends akan merasa performanya sedikit kurang optimal untuk jalankan sejumlah fungsi AI. Bagaimana dengan gaming? Buat main game seperti MLBB hingga Genshin Impact masih aman, masih mulus, meski mungkin nilai fps-nya tidak bisa yang paling tinggi—tidak seperti kompetitornya yang memang umumnya sudah bekerja sama dengan masing-masing pengembang game populer agar “potensi” visual tertingginya bisa terbuka. Tapi buat sesi main kasual masih sangat aman kok.
Walaupun angka fabrikasinya bukan yang paling kecil, suhu perangkat tergolong terjaga. Cukup jarang bodi HUAWEI nova 14 Pro menjadi sangat panas. Namun rasanya juga berkat throttling yang diterapkan oleh HUAWEI dalam beberapa skenario, tentunya menimbulkan plus minus tersendiri. Satu sisi suhu bodi terjaga, namun kalau sudah main game dalam durasi lama, fps bisa turun signifikan.
Baterai

Bukan yang paling irit, tapi juga jauh dari kata boros. Sama seperti skor Antutunya, satuan kapasitas baterai HUAWEI nova 14 Pro bukan yang paling tinggi, yakni 5500 mAh. Sementara kompetitornya banyak yang tawarkan angka hingga 1000-1500 mAh lebih tinggi, untuk skenario penggunaan sampai dua hari penuh sekalipun.
Daya tahan baterai HUAWEI nova 14 Pro, masih sangat aman untuk penggunaan seharian penuh dalam skenario yang lebih intens sekalipun. Hanya saja memang, nggak sampai bisa dua hari penuh—kecuali skenario pemakaian lebih ringan, ya, sebagai secondary phone atau lainnya. Kabar baiknya, pengisian daya smartphone tergolong instan.
Berkat teknologi pengisian daya hingga 100W, mengisi sedikit melebihi 15 menit saya sudah bisa mencapai 50%. Sementara untuk mencapai penuh, butuh waktu sekitar 40 menit. Tentunya adaptor charger sudah disematkan ke dalam paket penjualan, dan jika diperlukan, Gizmo friends juga bisa memanfaatkan baterai HUAWEI nova 14 Pro untuk isi daya perangkat lain, seperti wearables dan sejenisnya lewat kemampuan reverse charging.
Kesimpulan

Harga HUAWEI nova 14 Pro dibanderol Rp8 jutaan, dan bila ditilik di situs e-commerce saat ini, bisa dibilang terasa sedikit lebih murah dibandingkan penawaran dari kompetitornya. Mengingat menawarkan kapasitas memori 12+512GB, serta setup kamera yang superior mulai dari sensor utama dengan variable aperture hingga dua kamera selfie-nya. Semua dibalut dalam desain yang tidak mainstream namun tetap terlihat stylish.
Bila Gizmo friends menganggap sejumlah kekurangan maupun batasannya tergolong minor, dan lebih mengutamakan aspek lain seperti potensi kamera yang menggugah, tidak ada salahnya meminang satu ini. Meski sayangnya masuk cukup terlambat, dan dengan fitur AI bawaan yang tergolong tertinggal dibandingkan kompetitornya.
Spesifikasi HUAWEI nova 14 Pro

General
| Device Type | Smartphone |
| Model / Series | HUAWEI nova 14 Pro |
| Released | 23 Januari, 2026 |
| Status | Available |
| Price | Rp 8.499.000 (12+512GB) |
Platform
| Chipset | Kirin 8020 (7nm) |
| CPU | Octa-core (1x2.29 GHz & 3x2.05 GHz & 4x1.3 GHz) |
| GPU | Maleon 920 |
| RAM (Memory) | 12GB |
| Storage | 512GB |
| External Storage | - |
| Operating System | - |
| User Interface | EMUI |
Design
| Dimensions | 163.4 x 75 x 7.8 mm |
| Weight | 207 gram |
| Design Features |
Glass front, glass back, plastic frame IP65 dust and water resistant Kunlun Glass |
| Battery |
5500 mAh 100W fast charging 5W reverse charging |
Display
| Screen Type | LTPO OLED, 1B colours, 1-120Hz, 1200 nits (maks) |
| Size and Resolution | 6,78" 2776 x 1224 piksel, 447 ppi |
| Touch Screen | Yes |
| Features |
1-120Hz adaptive refresh rate 300Hz touch sampling rate |
Network
| Network Frequency | 2G, 3G, 4G |
| SIM | Dual nano SIM, dual standby |
| Data Speed | HSPA 42.2/5.76 Mbps |
Camera
| Multi Camera | Yes (Rear) |
| Rear | 50 MP, f/1.4-4.0, 24mm (wide), PDAF, OIS; 12 MP, f/2.4, 69mm (telephoto), PDAF, OIS, 3x optical zoom; 8 MP, f/2.2, 16mm, 112-degree (ultrawide), AF |
| Front | 50 MP, f/2.0, (ultrawide), PDAF; 8 MP, f/2.2, 52mm (telephoto), AF, 2x optical zoom |
| Flash | Dual LED Flash |
| Video | 4K@30/60fps, 1080p@30/60fps; OIS gyro-EIS |
| Camera Features | Short-Form Video, Follow Focus, Portrait Video, Story Creator, AI-Camera, Wide Aperture, Night, Portrait, High-Res, Photo, Pro, Video, Super Macro, Panorama, Time-Lapse, Slow-Mo, Watermark, Moving Picture, Timer, Capture Smiles, Audio Control, Filter |
Connectivity
| Wi-fi | 2.4 GHz dan 5 GHz, IEEE 802.11a/b/g/n/ac/ax/be, 2 × 2 MIMO, HE160, 8 Spatial-stream Sounding MU-MIMO |
| Bluetooth | Bluetooth 5.2, Mendukung BLE, SBC, AAC, LDAC dan L2HC |
| USB | USB Type-C 2.0, USB On-The-Go |
| GPS | GPS (L1 + L5 Dual band) /AGPS/GLONASS/BeiDou (B1I+B1C+B2a + B2b 4 frequency) /GALILEO (E1 + E5a + E5b Tri-band) /QZSS (L1 + L5 Dual band) |
| HDMI | No |
| Wireless Charging | No |
| NFC | |
| Infrared | Yes |
Smartphone Features
| Multimedia Features | Stereo speakers |
| FM Radio | - |
| Web Browser | HTML5, Google Chrome |
| Messaging | SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email, IM |
| Sensors | Gravity sensor, Infrared sensor, Fingerprint sensor, Gyroscope, Compass, Ambient light sensor, Virtual Proximity sensor, Flicker sensor, Color temperature sensor |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



