Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    LG WhiteGlove Service.jpg
    LG Perluas WhiteGlove Service, Kini Mencakup TV OLED hingga WashTower
    1 November 2026 23:46
    GSMA
    GSMA Dapat Dana US$1,2 Juta dari NOAA, Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Seluler di Pasifik
    31 Oktober 2026 21:04
    GoTo
    GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal 3-2026, Tiga Kuartal Berturut-turut
    31 Oktober 2026 15:55
    Telkomsel
    Telkomsel DigiAds Ungkap Tiga Ritme Ramadan 2027, Brand Diminta Pahami Waktu Tayang Konsumen
    31 Oktober 2026 14:17
    FLOQ
    Analisis FLOQ: Ekspansi Aset Digital Syariah Berpeluang Hadirkan Ragam Inovasi di Indonesia
    31 Oktober 2026 12:13
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    Nothing Headphone (1) Pro - V
    Nothing Headphone (1) Pro Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp6 Jutaan dengan Triple-Driver dan Desain Transparan
    31 Oktober 2026 16:57
    Unboxing iPhone Duo
    Unboxing iPhone Duo, Smartphone Lipat Pertama Apple Harga Mulai Rp46 Jutaan
    30 Oktober 2026 19:55
    POCO X8 POCO C95 Pro
    POCO C95 Pro dan POCO X8 Resmi di Indonesia, Smartphone Gaming Terbaru Harga Mulai Rp3 Jutaan
    30 Oktober 2026 18:35
    Desain Galaxy Z Fold8
    Galaxy Z Fold8 Berbobot 201 Gram, Lebih Ringan dari iPhone Duo
    30 Oktober 2026 16:46
    Motorola Signature 27
    Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Andalkan Kamera 200MP dan Dukungan Update 7 Tahun
    30 Oktober 2026 12:15
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Review iPhone XR di 2021: Batas Bawah yang Masih Sangat Layak
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Review iPhone XR di 2021: Batas Bawah yang Masih Sangat Layak

ReviewSmartphone

Review iPhone XR di 2021: Batas Bawah yang Masih Sangat Layak

Prasetyo Herfianto
By
Prasetyo Herfianto - Editor | Tech Reviewer
30 April 2021 15:39
Share
11 Min Read
iPhone XR
SHARE

Sebuah konsep: kamu sedang ingin masuk ke dalam ekosistem Apple, dan mencari smartphone yang, nggak mahal, tapi bisa kasih experience yang masih bagus. Atau baru saja berpindah dari Android, ingin berganti sistem operasi, tapi dengan hardware yang tak jauh berbeda. iPhone XR bisa jadi solusi terbaik di 2021.

Smartphone ini sejatinya telah hadir sejak tahun 2018, hadir sebagai iPhone “murah” pertama yang mengusung desain layar penuh (meski kalau dibandingkan dengan smartphone generasi sekarang, mana “penuh”-nya ya?). Tampil warna-warni, layar besar, dan sudah mendukung fitur terbaru seri lainnya seperti Memoji lewat kamera FaceID, misalnya.

Saya sendiri adalah pengguna iPhone XR sejak pertengahan 2020 hingga 2021. Meski selalu menggunakannya dengan beberapa seri Android terbaru bahkan flagship, tak jarang saya lebih memilih menggunakan iPhone murah satu ini untuk mengakses aplikasi dan lainnya. Apakah memang masih layak untuk dibeli? Berikut review lengkapnya.

Baca juga: Review iPhone 7: Masih Bagus, dengan Beberapa Catatan

Desain

iPhone XR

More Read

render desain iPhone SE 4
Rumor iPhone Murah 2025: Bakal Disebut “iPhone 16E”, Bukan “SE4”
Infinix Note 11S Diluncurkan, Hot 11S Siap Hadir 9 November
Samsung Galaxy A18 Dijual Mulai Rp 4,3 Juta, Apa yang Ditawarkan?

Ingin pula iPhone lawas termurah yang punya desain mirip iPhone baru? Tentu bukan iPhone SE (2020), tapi iPhone XR jadi pilihan paling pas. Meski, memang, kalau selfie di depan kaca, bakal terlihat kalau sensor kameranya hanya satu. Namun untuk bagian lainnya masih sama persis dengan iPhone 11—bahkan kamu bisa menggunakan case dari iPhone 11 secara presisi.

Build quality-nya pun terasa selayaknya flagship. Baik kaca depan dan belakang terlapisi Gorilla Glass, sementara frame-nya tidak terbuat dari plastik, melainkan aluminium seri 7000. Dengan bobot 194 gram, tidak terlalu berat, namun terasa sangat kokoh. Nggak terkesan murah sama sekali.

Tentunya juga lengkap dengan IP67 tahan debu dan air hingga kedalaman 1 meter. Hanya saja, dimensi smartphone Apple satu ini memang cukup besar. Mungkin bakal kesusahan bagi kamu yang punya tangan kecil—meski Apple beri bantuan untuk ‘menurunkan’ porsi layar atas supaya bisa tersentuh saat menggunakannya dengan satu jari.

Tanpa sensor sidik jari, iPhone XR memanfaatkan kamera depannya yang dilengkapi sensor Face ID. Sensor tersebut sangat instan dan akurat di segala kondisi, bahkan ketika saya sedang menggunakan masker (untuk membersihkan wajah, ya, kalau masker medis tentunya bakal langsung memunculkan opsi PIN).

Layar

Layar iPhone XR

Jangan dilihat spesifikasi di atas kertasnya, namun lebih baik melihatnya secara langsung. Di atas kertas, terasa sangat payah—sebuah smartphone standar flagship punya layar 6,1 inci dengan panel IPS dan resolusi mendekati HD+. Belum punya refresh rate tinggi pula.

Yang bisa saya bilang, saya lebih memilih untuk melakukan edit foto dengan layar iPhone XR daripada smartphone Android kelas menengah, termasuk Pixel sekalipun. Karena layarnya lebih akurat, sehingga bakal lebih presisi saat berikan sentuhan tambahan. Bisa jadi, salah satu layar IPS terbaik (bila mengesampingkan resolusi, ya).

Layar iPhone XR

Terkait resolusi, juga tidak sebegitunya terlihat, kok. Yang mungkin perlu penyesuaian adalah ketebalan bezel di sekelilingnya. Bakal terlihat sangat tebal terutama kalau sudah terbiasa bezel smartphone Android mid-range saat ini yang kian minimalis. Setidaknya, bezel kiri kanan dan bawah punya ketebalan yang sama.

Kamera

Kamera iPhone XR

Lagi-lagi, tak bisa dilihat sekadar dari spesifikasi di atas kertas. Sensor kamera belakang iPhone XR memang hanya satu, namun saya masih sering menggunakannya untuk jepret foto sehari-hari, dibandingkan kamera Android yang sedang saya pegang baik sekelas maupun seri lebih baru dan mahal.

Sensornya ‘cuma’ 12MP f/1.8. Tanpa sensor sekunder, foto potret hanya bisa diambil khusus untuk objek manusia saja, dan hasilnya cukup bagus. Menurut saya, fitur Smart HDR di smartphone ini masih bisa dianggap setara dengan flagship masa kini. Mampu seimbangkan eksposur foto di banyak sekali kondisi.

Karena fitur HDR dan tone warna khas Apple, saya lebih sering gunakan kamera iPhone XR untuk memotret objek manusia, karena skin tone atau warna kulitnya netral dan akurat. Termasuk juga foto dalam skenario outdoor. Yang kurang, tentu saja di ketika kurang cahaya, karena belum dilengkapi mode malam. Bisa sedikit diakali dengan membeli aplikasi pihak ketiga, seperti NeuralCam.

Kamera depannya juga sangat natural dan bisa berikan warna kulit paling pas, dengan detail cukup tinggi minim efek tambahan. Memanfaatkan sensor dari FaceID, efek potret juga terlihat sangat natural, dengan efek tambahan khusus. Sudut pandangnya tidak lebar, memang, namun masih sangat pas untuk foto sendiri.

lOdkGasAjYMdSd6aEYsIZCwWQHvY mXAB2W GIhioAgm58 cXfWlE5GAEhXk793cZwk7jf35TFE1JmmCuBM 63WmKrltAc5gMEpKKNB1SC9h4o6vbzBUGp0M8y6h36UWi4NXiPzThyY=w768 h1024 p k
Outdoor, cahaya berlimpah.
UWrsWjzDIzkEMySWrKULVjfxWyBwyNCFvSqGu774Odq8rekAf2VnkiD4Lp76B zIr73C7OUo lg 9IuzwYPYoGEj7DrBI5x7jDrtXMGcMeHME8VuUpbq YO1z4tljCUm0bqaCmY9euU=w768 h1024 p k
Outdoor, sore hari.

 

yff2q3lgUSIPzOPyhvJNsJmibAQAzAy5BsZTsw3XuRjtk X9MijNZM1d1Sp177Z6yif2UT5n4mN6QcAIMbz1YICN RqlYTBgf2vU6nhRh IthZltERCDhJwCDS0 Et nbV3fe8W yI=w768 h1024 p k
Indoor, cahaya cukup.
uJmCyJtSTJabE70d7sKJThVTQfWQlPQ2JmEepD tu4VybQ8oWIlsVWa6iTB OSLubooEU9EqCda4b17UEnpm1x8oLMQLxJ6Ud9seHGILSET3 3THQK3 sBWMcLT51 Ajsue0ddi6vw8=w1024 h768 p k
Menggunakan mode potret.
pxvsTqDmvRcCDe 1RXfAi9 ZdcHEp9KuvjsmQGswcPKG7 Ixqekzu7IMsWM64m26x6ZO9Xf twPJk0sAdBInt8LPSmqH3hUJ90jle7EBDegenRo6 EPNv7rD2wLsPnh1vuzoE RtGpo=w768 h1024 p k
Outdoor, malam hari.
kbLY4DDyfvmENhzHxER5ZowvYqiKVOx3JikVCxVRYDDZQ5SYCjK KfJxl1tJO8zAwYPbrmnFSkUDCYsuDSRWa8aumUg CQDzGKpj48inFMhOXNiqTqMW68KSHDm9vQdIxlGx3i9jwH4=w768 h1024 p k
Menggunakan aplikasi tambahan, NeuralCam.
OVzykrsiGIdV1EFvalaYYx4 NUQmchff1Iz566y7TaCvEz f5d2ruvI1QeoMShqBCxeDz4sf bVYFLmFfUgTaBxBH4HmwHJukY3ip8EIueAz5qj4 d9hV6Q31nz QvuO65Ya6vM2ZyA=w768 h1024 p k
Kamera depan, menggunakan mode potret.

Perekaman videonya juga masih sangat berkualitas. Kombinasi OIS dan EIS yang juga bekerja dalam resolusi 4K mampu berikan footage terbaik dan stabil, hingga 4K 60fps. Framerate stabil plus HDR yang bekerja efektif, serta mikrofon stereo berkualitas. Paduan yang sangat pas, bahkan masih saya gunakan sebagai kamera top-view di semua live video Gizmo Unbox hingga bulan April.

Fitur

Fitur Memoji iPhone XR

Diluncurkan dengan iOS 12, tentunya iPhone XR masih mendukung seri iOS terbaru bahkan hingga beberapa tahun mendatang. Bagian fitur juga menjadi salah satu faktor penentu mengapa saya memilih smartphone ini, ketimbang iPhone SE (2020), misalnya. Salah satunya adalah sensor FaceID.

Sensor tersebut berikan banyak kemampuan. Selain membuka kunci layar (yang sebenarnya agak sia-sia ketika menggunakan masker dan tak pakai Apple Watch), sensor yang ada di FaceID bisa hasilkan efek potret lebih halus, plus fitur seperti Memoji. Otomatis, iPhone SE (2020) tak bisa membuat Memoji ekspresif.

Dan ukuran layarnya yang lebih besar juga lebih pas untuk meletakkan widgets maupun memanfaatkan fitur Picture-in-Picture. Namun ini juga mungkin menyoal selera pribadi, ya. Sensor NFC-nya tentu juga bisa dimanfaatkan untuk top-up kartu e-money. Setup speaker stereo-nya pun menurut saya termasuk sangat berkualitas.

Performa

Performa iPhone XR

Masih bisa bersaing dengan flagship Android masa kini. Apple A12 Bionic yang digunakan di iPhone XR sudah gunakan proses fabrikasi 7nm, dengan arsitektur CPU 6-core dan GPU 4-core. Kapasitas RAM-nya? Cuma 3GB. Namun saya jamin, selama pemakaian kamu tak perlu menutup aplikasi untuk membuatnya tetap kencang.

Jeda buka tutup aplikasi masih relatif instan, perpindahan aplikasi juga cepat dan minim reload. Lompatan yang sangat jauh, terutama kalau berpindah dari iPhone 7, misalnya. Dan karena kencang, iPhone XR cukup jarang terasa panas. Meski sedang gunakan VPN atau akses Zoom sembari isi daya, suhu masih sangat terjaga.

Untuk penyimpanannya, terdapat pilihan kapasitas 64/128/256GB. Saat gunakan kapasitas terkecil, saya terbiasa untuk melakukan backup foto dan video secara rutin sekitar 2-4 minggu sekali. Harus dilakukan, karena kualitas kamera dan video yang masih bagus membuat saya cukup sering mengabadikan momen, yang berbanding lurus dengan konsumsi memori.

Baterai

Baterai iPhone XR

iPhone XR yang saya gunakan sudah berumur lebih dari dua tahun, dan persentase battery health telah menunjukkan angka 86%. Untuk penggunaan selama itu, cukup impresif menurut saya. Kapasitasnya ‘hanya’ 2,942 mAh, jauh bila dibandingkan Android masa kini. Tapi saya masih bisa membuat smartphone ini tahan sampai satu hari penuh.

Agak sedikit butuh perjuangan, memang, namun masih bisa diraih. Kalau membeli unit secara baru dengan baterai 100%, tentunya bakal sangat mudah dan mungkin bisa mencapai 1,5 hari penggunaan. Karena meski rilis 2018, prosesornya memang sudah kencang dan hemat daya.

Mengisi smartphone ini dengan kabel lightning dan adapter 5W bawaan memang rasanya seperti neraka. Namun kalau Gizmo friends membeli unit baru, umumnya sudah menggunakan kabel lightning to USB-C yang mendukung fast charging 15W. dengan adaptor yang cocok, mengisi hingga penuh butuh waktu sekiranya 90 menit. Tak terlalu lama, standar lah ya.

Saya rasa, kapasitas baterainya yang besar (untuk ukuran iPhone) dan prosesor yang efisien membuat perangkat ini lebih jarang diisi daya. Yang tentunya berpengaruh terhadap masa pakai baterai hingga bertahun-tahun ke depan. Faktor penting untuk menentukan iPhone sebagai pilihan.

Kesimpulan

iPhone XR

Menurut saya, iPhone XR cocok menjadi ‘batas bawah’ buat kamu yang ingin mencoba terjun ke ekosistem Apple, menjajal smartphone-nya tapi tak mau keluar budget yang terlalu banyak. Desain fisik, layar dan pengalaman penggunaannya sama dengan seri terbaru, jadi nggak merasa tertinggal walau rilisnya sudah beberapa tahun sebelumnya.

Lantas bila muncul pertanyaan antara iPhone XR dan iPhone SE (2020), pertimbangan bisa dikerucutkan menjadi tiga poin konsiderasi utama; apakah oke dengan daya tahan baterai yang lebih boros? Layar kecil tanpa dukungan FaceID? Serta desain jadul dengan bezel tebal? Kalau oke sih, silakan saja. Harga pun lebih murah, dan prosesornya malah satu tingkat lebih baru.

Bahan pertimbangan saya, dari yang sebelumnya menggunakan iPhone 7, adalah faktor baterai. Agak malas aja kalau harus sering isi daya (karena iPhone yang saya gunakan cukup sering untuk rekam video dan akses media sosial). Serta agak sedikit pesimis karena iPhone SE gunakan rasio layar jadul, sementara XR sudah modern, di mana saya berasumsi kalau nanti ada perubahan UI, tentu bakal lebih pas. Sekadar asumsi, ya.

Semoga ulasan ini bisa membantu kamu yang sedang berencana membeli iPhone XR, atau sedang dilanda kebingungan memilih antara XR dan SE (2020). Lagi-lagi, sesuaikan dengan kebutuhan pribadi ya.

Spesifikasi iPhone XR

iPhone XR
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type Smartphone
Model / Series Apple iPhone XR
Released 26 Oktober, 2018
Status Available
Price Rp7.999.000 (64GB)

Platform

Chipset Apple A12 Bionic (7 nm)
CPU Hexa-core (2x2.5 GHz Vortex + 4x1.6 GHz Tempest)
GPU Apple GPU (4-core graphics)
RAM (Memory) 3GB RAM
Storage 64GB, 128GB, 256GB NVMe
External Storage Not supported
Operating System iOS 14.5
User Interface iOS

Design

Dimensions 150.9 x 75.7 x 8.3 mm
Weight 194 g
Design Features Glass front (Gorilla Glass), glass back (Gorilla Glass), aluminum frame (7000 series)
IP67 dust/water resistant (up to 1m for 30 mins)
Apple Pay (Visa, MasterCard, AMEX certified)
Battery Li-Ion 2942 mAh, non-removable (11.16 Wh)
Support Fast charging 15W, 50% in 30 min (advertised)
USB Power Delivery 2.0
Qi wireless charging

Display

Screen Type Liquid Retina IPS LCD, 625 nits (typ)
Size and Resolution 6.1 inches, 828 x 1792 pixels, 19.5:9 ratio
Touch Screen Yes
Features Scratch-resistant glass, oleophobic coating
Wide color gamut
True-tone

Network

Network Frequency GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE
SIM Single SIM (Nano-SIM and/or eSIM) & Dual-SIM
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, EV-DO Rev.A 3.1 Mbps

Camera

Multi Camera No
Rear 12 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, PDAF, OIS
Front 7 MP, f/2.2, 32mm (standard); SL 3D, (depth/biometrics sensor)
Flash Quad-LED dual-tone flash
Video 4K@24/30/60fps, 1080p@30/60/120/240fps, HDR, stereo sound rec.
Camera Features Portrait mode with advanced bokeh and Depth Control
Portrait Lighting
Panorama (up to 63MP)
Smart HDR
Auto image stabilization
Burst mode
Photo geotagging
Image formats captured: HEIF and JPEG

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/, dual-band, hotspot
Bluetooth Bluetooth 5.0, A2DP, LE
USB Lightning, USB 2.0
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS
HDMI Yes
Wireless Charging Qi wireless charging
NFC
Infrared No

Smartphone Features

Multimedia Features Stereo speakers
FM Radio No
Web Browser HTML5, Safari
Messaging iMessage
Sensors Face ID, accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, Siri natural language commands and dictation
Other Black, Red, Yellow, Blue, Coral, White
Author
c19e7258ebc45ca9e52ccf377bf06a31261512d4159ef96846374aeaaf0c4b9e?s=80&d=mm&r=g

Prasetyo Herfianto

Tech reviewer & nasi goreng enthusiast. Editor at Gizmologi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

vivo X70 & X70 Pro Kembali Punya Periskop dan Gunakan Sensor Sony Terbaru
Spesifikasi itel POWER 80, Kameranya Bisa Rekam Video di Dalam Air
Tunjuk Yuki Kato, Vivo Y36 Series Segera Rilis di Indonesia
Bocoran Spesifikasi Kamera iPhone 17 Pro, Punya 8x Zoom & Mode Pro Khusus?
Apple Batasi Penjualan iPhone Duo di Toko, Stok Diprediksi Cepat Habis
TAGGED:AppleHarga iPhone XRiPhoneiPhone XRKekurangan iPhone XRKelebihan iPhone XRKelemahan iPhone XRReview iPhone XRSpesifikasi iPhone XR
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

LG WhiteGlove Service.jpg
LG Perluas WhiteGlove Service, Kini Mencakup TV OLED hingga WashTower
News
GSMA
GSMA Dapat Dana US$1,2 Juta dari NOAA, Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis Seluler di Pasifik
News Teknologi
The Elder Scrolls
Bethesda The Elder Scrolls VI Siap Beri Info Baru di November?
Gizmoplay
Nothing Headphone (1) Pro - V
Nothing Headphone (1) Pro Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp6 Jutaan dengan Triple-Driver dan Desain Transparan
Audio Gadget

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?