Sedang mencari laptop dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan seorang kreator konten? Kalau laptopnya tipis, umumnya bakal kurang pas karena GPU kurang nendang. Laptop gaming? Banyak pilihan, tapi jatuhnya kurang portabel. Dua kalimat tersebut kini tidak berlaku dengan hadirnya laptop Acer Swift X, sebuah ultrabook yang benar-benar gahar.
Ya, rasanya sepanjang tahun 2021 ini tim Gizmologi sudah cukup banyak mengulas laptop Acer yang masuk ke dalam lini Swift. Wajar saja, karena lini tersebut digunakan mulai dari kelas entry-level seperti Acer Swift 1 Fresh, sampai yang premium seperti Swift 5 Antimicrobial. Desain Acer Swift X pun mirip dari kedua seri tersebut beserta seri lainnya.
Bekerja sama dengan AMD dan NVIDIA, Acer berhasil meramu sebuah laptop tipis nan portabel tanpa mengorbankan performa, cocok untuk pembuatan konten on-the-go. Apakah ada kekurangannya? Tentu saja, apalagi harganya yang terjangkau, meski menurut saya tergolong minor. Berikut impresi lengkap dari laptop Acer Swift X (SFX14-41G).
Desain

Kalau Gizmo friends sudah membaca ulasan dari Acer Swift 3 Infinity 4, maka bisa langsung ke bagian selanjutnya karena desain dari laptop Acer Swift X bisa dibilang hampir sama persis. Mulai dari lekukan sudut samping, desain bagian luar dan dalam, hingga bobot serta ketebalannya. Paling hanya berbeda sedikit mengingat komponen yang berbeda di dalamnya.
Laptop Acer Swift X sendiri hadir dalam dua opsi warna, yakni Safari Gold dan Steam Blue seperti yang saya gunakan kali ini. Warnanya sendiri menurut saya terlihat cukup elegan, lebih mendekati biru navy gelap, dan โtabrakanโ warna pada bagian keyboard justru membuatnya menarik. Selain nampak premium, bagian layar juga sudah bisa dibuka satu tangan, meski tak bisa sampai 180 derajat.



Bobotnya sendiri 1,39 kilogram dengan ketebalan maksimum 17,9mm. Tentu tergolong sangat portabel untuk sebuah laptop yang mengusung GPU spesial. Material bodi utamanya pun menggunakan metal, terasa kokoh saat dipegang. Sementara hinge pada layar sudah gunakan teknologi Ergoliftโberikan sirkulasi udara lebih optimal sekaligus membuat posisi mengetik lebih pas.
Layar

Bezel tipis? Saturasi warna akurat? Permukaan anti-glare? Semua sudah dimiliki oleh Acer Swift X. Dimensi layar 14 incinya menjadi standar laptop di kelasnya, hanya saja rasio layar masih 16:9, di mana beberapa kompetitor sudah mulai berpindah ke 16:10 atau 3:2 demi berikan kemampuan multitasking lebih nyaman.
Resolusinya full HD dengan refresh rate standar 60Hz. Kecerahan layarnya pun tergolong standar di 300 nits. Bukan yang paling terang, namun lapisan anti-glare membantu konten pada layar Acer Swift X untuk tetap terlihat, meski di luar ruangan sekaligus, minim pantulan. Panelnya juga sudah 100% sRGB, cocok untuk kreator konten.
Layar pada Acer Swift X tak hanya pas untuk digunakan ketika menikmati konten hiburan maupun rapat virtual, namun juga diakomodir oleh sejumlah hardware lainnya yang membuat laptop ini nyaman untuk sistem kerja modern. Sebut saja webcam yang berkualitas dengan tingkat ketajaman cukup tinggi, plus mikrofon yang sudah dilengkapi AI noise surpression, sehingga suara pengguna terdengar lebih jelas.
Port & Konektivitas

Lagi-lagi, peletakan dan jumlah port sama seperti seri Acer Swift lainnya. Kamu bisa menemukan port USB-A 3.2 serta audio combo jack pada bagian kanan. Lalu di seberangnya, ada lubang DC-in, port USB-C 3.2 (mengingat ini bukanlah laptop dengan prosesor intel), HDMI 2.0 full-size dan satu USB-A 3.2 tambahan. Ketika sama seperti seri lainnya sih, pilihan ini terkesan normal.
Namun untuk sebuah laptop yang benar-benar ditujukan untuk kreator konten, saya berharap setidaknya ada dua port tambahan; USB-C (supaya masih bisa isi daya sambil transfer data), atau slot kartu SD (atau microSD), alias agar tak perlu menggunakan dongle tambahan. Sisanya sih oke-oke saja, malah justru positif.

Keyboard pada Acer Swift X menurut saya cukup berkualitas, karena selain nyaman, masing-masing tombol juga cukup senyap. Tak hanya nyaman, Acer juga merancang papan ketik ini supaya bisa dimanfaatkan sebagai air flow, agar suhu di dalamnya bisa lebih terjaga. Menemani keyboard, ada touchpad yang luas dan nyaman, serta sensor sidik jari untuk fitur Windows Hello.
Saya pribadi sudah terbiasa dengan laptop yang memiliki tombol power terintegrasi, sehingga sudah jarang salah pencet. Dan untuk lampu backlit, diberikan satu tingkatan saja, dan terkadang jadi samar karena cahaya putih yang menyala dari keyboard berwarna silver terang.
Performa

Umumnya, sebuah laptop ultrathin dengan dimensi tipis dan bobot ringan hanya mengandalkan GPU bawaan chipset. Dan bawaan CPU Intel maupun AMD sendiri sebenarnya sudah cukup mumpuni, namun Acer tak ingin berhenti sampai di situ saja. Selain gunakan CPU AMD Ryzen 5000 Series, Acer Swift X juga punya GPU NVIDIA RTX 3050, yang notabene ada pada laptop gaming atau seri lebih premium.
Varian yang saya gunakan adalah varian paling terjangkau, dengan Ryzen 5 5600U 6 core 12 thread, plus kapasitas RAM 16GB LPDDR4x dual-channel. Ya, kabar baiknya, untuk varian rendah pun sudah 16GB. Namun memang kapasitas tersebut tak bisa ditingkatkan, karena sudah tersolder alias on-board. Setidaknya sudah cukup luas untuk aplikasi demanding.
Namun tak untuk penyimpanannya. Karena selain memiliki kapasitas besar, SSD PCIe NVMe 512GB pada laptop Acer Swift X juga masih bisa di-ekspansi lewat satu slot kosong yang berada tepat di sebelahnya. Dan untuk mendinginkan suhu GPU RTX 3050 4GB-nya, disiapkan sistem pendingin khusus dengan kipas pendingin yang besar. Memiliki 59 bilah dan diklaim mampu bekerja 10% lebih baik.
Lantas apa saja benefit dari memiliki GPU yang jauh lebih powerful? Selain bisa bermain gim dengan visual yang lebih tinggi (dengan resolusi full HD, misalnya), proses rendering atau olah gamabr 3D juga bakal terselesaikan dalam waktu lebih singkat, dan bisa dilakukan di mana saja. Untuk suhunya sendiri juga masih terjaga, setidaknya pada area yang bersentuhan dengan kulit.
Fitur Lain

Tak banyak fitur ekstra yang disematkan oleh Acer pada Acer Swift X. Selain kamera dan mikrofon yang sudah sangat mumpuni untuk sistem kerja hybrid, dua speaker yang terletak di bawah punya keluaran suara yang lantang. Kualitasnya tergolong standar, dan tentu bakal terdengar senyap ketika digunakan di atas permukaan seperti bantal atau tempat tidur.
Konektivitas pada laptop Acer Swift X juga sudah tergolong baik dengan dukungan Wi-Fi 6 serta Bluetooth 5.0. Tentunya, laptop ini sudah otomatis menjalankan lisensi asli dari Windows 10. Dan ketika pertama kali saya nyalakan, langsung muncul opsi Windows 11. Proses pembaruan pun berjalan mulus, dan tidak ada masalah driver mengganggu selama masa pengujian dengan Windows 11.
Dan sama seperti kebanyakan laptop Acer terbaru lainnya, setiap pembelian Acer Swift X sendiri sudah termasuk lisensi Microsoft Office Home & Student 2019. Sehingga kamu bisa menghemat cukup banyak budget untuk tidak perlu membeli lisensi atau berlangganan Microsoft 365.
Baterai
Dengan performa yang jauh lebih kencang, otomatis saya agak pesimis dengan masa penggunaan Acer Swift X ketika menggunakan baterai. Kapasitasnya sendiri tergolong besar di 59Whr, dan Acer mengklaim hingga 12 jam penggunaan. Untuk penggunaan sehari-hari, tentu di bawah itu, namun tidak terpaut terlalu jauh.
Penggunaan dengan akses Microsoft Edge, Microsoft Office dan aplikasi edit foto, mampu bertahan kurang lebih 6 โ 7 jam. Itu sudah termasuk menggunakan brightness 80% ke atas dan tersambung ke Wi-Fi. Penggunaan lebih ringan tentu bakal lebih awet, begitu juga bila mengaktifkan GPU NVIDIA-nya.
Pengisian dayanya sendiri ada dua opsi; lewat DC-in 90W yang lebih cepat (hingga kurang dari dua jam), atau menggunakan port USB-C yang ada di sebelah kiri. Opsi yang cukup fleksibel, meski cara kedua membutuhkan setidaknya arus 65W, alias standar GaN charger masa kini. Lebih lama, tapi tentu lebih praktis ketimbang membawa adapter yang hampir 400 gram.
Kesimpulan

Dengan harga mulai Rp15 juta, apakah ada laptop yang punya layar lebih baik? Ada, namun tanpa dedicated GPU. Bagaimana dengan laptop yang punya GPU sama? Ada juga, tapi umumnya merupakan laptop gaming yang notabene tebal dan berat. Ingin ambil opsi tengahnya? Acer Swift X pilihannya.
Bobotnya ringan, desainnya cukup oke (meski mungkin terlihat sedikit membosankan atau pasaran), layar akurat, performa kencang, serta baterai yang cukup awet untuk penggunaan ringan. Juga meski kencang, masih bisa digunakan dengan sumber daya dari adapter USB-C. Varian paling rendahnya sendiri sudah memikat, namun bila ada budget lebih, tak ada salahnya ambil dengan opsi Ryzen 7.
Spesifikasi Laptop Acer Swift X (SFX14-41G)
General
| Device Type | Laptop |
| Model / Series | Acer Swift X SFX14-41G |
| Released | 13 Juli, 2021 |
| Status | Available |
| Price | Rp14.999.000 (Ryzen 5) |
Platform
| Processor | AMD Ryzenโข 5000 Series Mobile Processors (Ryzen 5 5600U/ Ryzen 7 5800U) |
| VGA (Graphic Card) | NVIDIA GeForce RTX 3050 4GB GDDR6 |
| RAM (Memory) | 16GB LPDDR4x dual channel (on-board) |
| Storage | 512GB NVMe PCIe SSD (+1 extra slot) |
| Operating System | Windows 10 Home |
Body
| Dimensions | 323 (W) x 218 (D) x 17.9 (H) mm |
| Display | 14-inch; IPS Full HD 1920 x 1080, Wide viewing angle up to 170 degrees, 300 nits, 100% sRGB, Acer ComfyView |
| Battery |
59Wjhr Up to 12 hours 90W DC-in adapter Support USB-C charging |
Connectivity
| Webcam | 720p HD webcam |
| Bluetooth | 5 |
| Wi-fi | 802.11 a/b/g/n/ax |
| NFC | |
| I/O Interface |
Audio Jack Combo 3.5mm USB Type-C 3.2 USB 3.2 Gen 1 port with power-off charging USB 2.0 HDMI 2.0 ยฎ port DC-in Kensington Lock |
Other
| Audio | Stereo speakers, DTS Audio |
| Features |
Backlight Keyboard (Single-Color, White) Fingerprint reader |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





