alexa

Review Sausage Man: Battle Royale Yang Ramah Anak

Genre game battle royale untuk smartphone kedatangan judul baru bernama Sausage Man. Game yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh XD Entertainment asal Singapura ini, langsung menempati urutan pertama sebagai aplikasi top free pada kategori game. Hal itu pada akhirnya menarik perhatian lebih banyak gamer untuk turut mencicipi game ini. Tapi apakah memang Sausage Man semenarik itu?

Genre Battle Royale memang sedang digandrungi di dunia mobile gaming. Kesuksesan Player’s Unknown Battleground (PUBG) mobile turut mendorong judul lain seperti Fortnite, Free Fire, Call Of Duty Mobile turut menjajal peruntungannya. Hasilnya setiap judul game memiliki fan base tersendiri, dengan segmentasi pasar yang sempit. Sehingga sulit membayangkan ada judul game baru yang bisa menarik perhatian.

Namun jika diperhatikan, dari dereten judul game di atas, memiliki satu benang merah yang sama. Yakni desain karakter yang tidak lepas dari dasar wujud manusia. Tampaknya hal itu dijadikan celah bagi pengembangan Sausage Man untuk menghadirkan karakter berbasis sosis. Dan ternyata konsep tersebut berhasil menarik perhatian gamer untuk, paling tidak, mengunduh dan memainkan game ini.

Sampai tulisan ini dibuat, Sausage Man sendiri telah diunduh lebih dari 5 juta kali. Sebuah prestasi tersendiri dari judul game baru yang baru satu bulan dirilis. Dan sejauh mana game ini akan bertahan sampai dapat membentuk komunitas solid. Itu akan jadi pekerjaan rumah dari developer dalam memberikan layanan server dan asupan konten menarik secara berkala.

Penulis pun menyempatkan untuk bermain Sausage Man agar dapat memberikan ulasan sebaik mungkin. Tentu saja banyak subjektivitas di sini, meski penulis tetap berusaha memberi pandangan objektif mengenai beberapa poin dalam game. So, inilah dia review Sausage Man!

User Interface/ Experiences

Sausage Man

PUBG Mobile boleh dikatakan sebagai panutan dalam mengembangkan genre battle royale saat ini. Akan sangat wajar apabila pengembang lain mencoba formulasi yang sama ketika membuat game baru. Dan itulah yang ditemukan pada Sausage Man.

Tampilan user interface milik manusia sosis sangat familiar. Terutama bila kamu pernah memainkan PUBG atau Free Fire. Menurut kami itu justru bagus, sebab gamer tidak memerlukan adaptasi ulang. Cukup memerhatikan beberapa pengaturan menu yang sedikit berbeda. Sedikit sekali.

Dampaknya proses pengaturan komunikasi sosial, kostumisasi karakter, maupun mencari event dapat dilakukan secara smooth. Mendorong proses eksplorasi lain, sebagai bagian dari progres karakter si manusia sosis, berlangsung mudah. Pengalaman semacam ini yang menjadikan gamer betah berlama-lama di menu lobi dalam game.

Visual Graphics

Sausage Man

Sausage Man hadir dalam nuansa kartun yang unik. Bentuk sosis lonjong dipasangi baju, jaket, celana, alas kaki, bahkan ekspresi yang menjadikannya mirip manusia. Sebagian tampak absurd dan tampak lucu di saat yang sama. Ditambah lagi gerakan-gerakan lucu karakter yang dapat mengundang tawa.

Aksesoris komestik memang menjadi suplemen menarik dalam game. Tiap karakter berlomba-lomba membuka item baru sehingga dapat mendadani sosisnya sekeren mungkin. Dan menurut penulis, itu benar-benar keren, lho. Tampilan ala cyberpunk, harajuku, sampai yang konyol bisa dipilih.

Hal yang sama dapat ditemukan di dalam arena permainan. Senjata, kendaraan, dan item lain juga dibuat dalam konsep kartun menarik. Sehingga kami tidak bosan untuk mencari tahu tampilan item lain dalam proses looting selama permainan. Termasuk karakter lawan, yang kadang tidak kalah lucunya.

Boleh dibilang ini salah satu kelebihan game dibandingkan judul lain yang memiliki konsep karakter manusia. Lewat konsep kartu seperti ini, membuka pasar lebih luas untuk Sausage Man. Misalnya untuk anak-anak di bawah umur. Karena hampir tidak ada unsur vulgar maupun baku tembak sadis. Justru sosok bayi lucu yang muncul sambil berlarian saat karakter dalam keadaan sekarat.

Gameplay Sausage Man

Sausage Man

Sama dengan pengalaman di pengaturan menu yang serupa judul game lain. Gameplay Sausage Man juga memiliki kesamaan dengan PUBG atau Free Fire. Misalnya penerapan zonasi yang mengamali penyempitan area setiap beberapa menit permainan berlangsung. Sebuah konsep lazim dalam battle royal sehingga para gamer dapat bertemu dan saling baku tembak.

Gamer dapat bermain dalam mode Solo, Duo, dan Quad. Setiap mode permainan memiliki plus minus masing-masing. Tapi boleh dibilang sesi tim Duo atau Quad menjadi yang paling menarik. Bermain bersama teman-teman yang sudah dikenal akan menambah serunya permainan. Saling tertawa melihat aksi lucu karakter sosis yang tampak konyol.

Proses matchmaking juga berlangsung cukup baik. Kita akan dihadapkan pada lawan sepadan sesuai dengan level pencapaian. Jadi tidak ada yang namanya lawan over power. Meski hal berbeda dapat terjadi ketika bermain tim. Apabila salah satu teman tim memiliki level tinggi – semisal Platinum, ada kemungkinan berjumpa dengan tim lawan di level yang sama meski kita baru di level Bronze.

Keseluruhan gameplay Sausage Man sangat dapat dinikmati. Meski kamu pernah memainkan PUBG sebelumnya, konsep desain kartu nan lucu tetap dapat menjadi penyegaran tersendiri. Ditambah lagi status game yang  terhitung baru, ada kesempatan kamu meraih level tinggi sesegera mungkin.

Control

Sausage Man

Kontrol Sausage Man terhitung mudah, meski pada tampilan layar dipenuhi pilihan tombol berbeda. Perlu sedikit waktu untuk memahami fungsi dari tiap tombol yang tersedia. Tapi segera setelah itu, proses permainan langsung bisa dinikmati, kok. Alangkah baiknya jika kamu memiliki smartphone dengan layar berukuran di atas 6 inci. Penulis sendiri masih menggunakan Realme 6 Pro, dan terkadang masih terpeleset menekan beberapa tombol.

Kostumisasi kontrol dalam permaian sebenarnya dapat dilakukan dalam pengaturan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan permainanmu. Terutama jika kamu memang sudah punya pattern tersendiri untuk genre battle royale. Sebab tidak ada bedanya game Sausage Man dengan kebanyakan game sejenis lain.

Value for Money

Sausage Man

Sausage Man dirilis sebagai game gratis. Aksesoris dan item yang saja yang memerlukan transaksi mikro, itupun bersifat opsional. Penulis sendiri masih dapat menikmati proses pengumpulan item dengan memainkan game ini secara rutin. Masih belum merasa perlu untuk menebusnya dengan terburu-buru. Sebagai game baru, developer terhitung masih royal membagi-bagikan item secara gratis yang dilakukan setiap hari.

Di sisi lain, jika kamu tidak sabar untuk memiliki item, skin, dan berbagai aksesoris lebih cepat. Tidak ada salahnya membeli secara langsung. Rasanya harga yang ditawarkan masih cukup masuk akal. Dengan potensi pengeluaran tertinggi sekitar Rp 1,5 juta untuk paket yang lumayan lengkap.

Namun ingat ya, jangan terburu-buru membeli item tanpa sempat mendalami game ini terlebih dulu. Paling tidak mainkan dalam durasi 12 jam atau lima hari dengan durasi satu jam per hari. Jika merasa sudah menikmatinya, bolehlah memutuskan untuk membeli atau tetap melakukan grinding untuk mendapatkan paket item terbaru.

Catatan:
Game Sausage Man ini diuji coba menggunakan Realme 6 Pro

Spesifikasi Game Sausage Man 

Publisher: XD Entertainment Pte Ltd
Developer: XD Entertainment Pte Ltd
Platform: Android
Download: Google Play Store
Genre: Battle Royale, Action, Multiplayer
Size: 1.7 GB (Download Source In Game)
Harga: Freemium
77%

Review Sausage Man

Sausage Man dirilis sebagai game gratis. Aksesoris dan item yang saja yang memerlukan transaksi mikro, itupun bersifat opsional. Penulis sendiri masih dapat menikmati proses pengumpulan item dengan memainkan game ini secara rutin. Masih belum merasa perlu untuk menebusnya dengan terburu-buru. Sebagai game baru, developer terhitung masih royal membagi-bagikan item secara gratis yang dilakukan setiap hari.

  • User Interface
  • Visual Graphics
  • Gameplay
  • Control
  • Monetization
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.