Review Redmi 9C: Tiga Kamera Lengkap Harga Rp1,4 Jutaan

2 174.626

Bukan Xiaomi kalau tidak memberikan beragam opsi smartphone terjangkau dengan fitur-fitur menarik di tiap serinya. Untuk lini seri Redmi, telah disiapkan jajaran smartphone mulai dari yang termurah, Redmi 9A, sampai yang punya sensor kamera 64MP plus sensor NFC dan cocok untuk ngegim, yaitu Redmi Note 9 Pro.

Xiaomi memastikan tidak ada gap atau jarak yang terlampau jauh untuk masing-masing seri, supaya bisa mencakup semua golongan konsumen. Sementara seperti yang kita tahu, untuk kelas smartphone sejutaan, selisih 50-100 ribu saja sudah sangat krusial bagi pembeli. Maka dari itu, Xiaomi meluncurkan seri terbarunya, Redmi 9C.

Smartphone ini hadir mengisi kekosongan antara Redmi 9A dengan Redmi 9. Cocok bagi Gizmo friends yang punya budget terbatas, tapi masih bisa untuk mengeluarkan kocek sedikit lebih banyak untuk kamera lebih lengkap serta kapasitas memori lebih lega. Dengan tagar “Jagoannya Kamera Kece”, Redmi 9C punya setup tiga kamera utama di bodi belakangnya.

Dijual mulai harga Rp1,3 jutaan, nilai lebih apa saja yang bisa ditawarkan oleh Xiaomi lewat Redmi 9C, masuk dalam kategori Geng Jagoan? Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

Saya salut deh dengan Xiaomi. Ketiga seri smartphone kelas entrinya dibuat berbeda, masing-masing punya ciri khas yang menarik. Yah sebenarnya nggak salah juga untuk dibikin seragam, tapi kalau berbeda gini, dan semuanya menarik, kesannya Xiaomi memang berikan effort atau usaha lebih untuk mendesain produknya, bahkan di kelas entri.

Xiaomi Redmi 9C hadir dengan dua opsi warna yang cerah selain Midnight Grey, yaitu Sunrise Orange dan yang saya ulas, Twilight Blue. Bodinya sendiri terbuat dari material plastik doff, dengan tekstur garis yang cukup menarik, membuatnya menjadi tidak terlalu licin. Sisi kiri dan kanannya dibuat sedikit melengkung atau tapered, sehingga lebih nyaman dan terasa tipis ketika digenggam.

Peletakan port-nya serupa dengan Redmi 9A; triple-slot SIM di kiri, jack audio 3,5mm di atas, tombol volume & power di kanan serta lainnya seperti mikrofon, port micro-USB dan mono speaker di bawah. Sementara di belakang, ada sensor sidik jari yang cukup responsif, logo Redmi, serta modul kamera kotak yang sudah kekinian. Sensornya hanya tiga, ya, yang satu LED flash.

Layar

Untuk bagian ini, rasanya sama persis dengan Redmi 9A. Xiaomi Redmi 9C punya dimensi layar 6,53 inci, resolusinya masih HD+, gunakan panel IPS dan notch berbentuk waterdrop di bagian atas. Bezel di keempat sisinya juga tergolong sedikit lebar. Wajar, Namanya juga smartphone kelas entri.

Setidaknya layar Redmi 9C punya reproduksi warna dan tingkat kecerahan yang baik di kelasnya, dengan akurasi warna NTSC 70%. Layar ini juga sudah mengantongi sertifikasi dari TUV Rheinland, mengurangi emisi cahaya biru supaya lebih aman di mata ketika dipandang berlama-lama.

Dan sama seperti seri yang lebih murah, smartphone ini hadir tanpa perlindungan kaca khusus maupun lapisan anti gores dari pabrikan. Jadi kalau bisa, langsung dipasang pelindung layar saja jika ingin bebas dari goresan.

Kamera

Bagian inilah yang dibuat lebih spesial jika dibandingkan dengan Redmi 9A. Dengan tagar “Jagoannya Kamera Kece”, Redmi 9C hadir dengan dua sensor kamera tambahan di bodi belakangnya. Selain sensor utama 13MP f/2.2 yang mendukung PDAF, juga hadir dua sensor 2MP f/2.4, masing-masing berperan untuk hasilkan foto objek dengan efek blur yang natural, serta foto jarak dekat atau makro.

Sebenarnya fitur potret sendiri juga hadir di Redmi 9A, namun karena murni olah digital, seringkali foto objek bukan manusia menjadi blur. Hal tersebut bisa teratasi dengan adanya sensor tambahan yang memang berperan sebagai depth sensor. Namun sayangnya, saat sedang ambil foto potret, viewfinder tidak menampilkan simulasi efek bokeh pada latar objek.

Sehingga ketika mengambil foto potret di Redmi 9C, jadi harus agak tebakan, apakah hasilnya bakal sesuai keinginan atau tidak. Untuk kelas harga tak sampai Rp1,5 juta sih sudah cukup bagus, walaupun dynamic range-nya menjadi lebih sempit. Kamera makronya saya bilang cukup sebagai bonus tambahan, untuk foto-foto objek kecil atau berjarak sangat dekat.

Sementara hasil foto dari sensor kamera utamanya terlihat sama seperti Redmi 9A, bisa dilihat sendiri dari beberapa foto di bawah. Sudah ada mode HDR, AI sampai mode profesional dengan pengaturan ISO, shutter dan fokus peaking. Tapi sayangnya yang menurut saya lebih penting justru absen, yaitu night mode. Sedikit catatan, pastikan tangan sedang stabil saat ambil foto, supaya hasil tidak goyah.

Untuk hasil foto lengkap dari kamera Redmi 9C, bisa diakses pada album berikut ini ya.

5KxwBwhzNksg7tWyLCRy0IyrVGYudZTXkBOqWvZIk3kw YeGyYloHJGB fg vG19gyUFpS cUQI8HL0y9b6f1gagD0IVHU20Zwi59ALwhZ 1hqZvEdGEY YuYccNQSeH1 wUFh3rHQ
Outdoor, cahaya berlimpah, uji kemampuan HDR.
Indoor, cahaya berlimpah, menggunakan mode potret.
lthyzNcHqQuoohr46JvH0ncO z2ZYCpsp6 sK7Zz2Jn6y70Uai2d0rIVN8Yir11rQvQxY5JMrBtYtVTaXReq9KIg4OlMp5dfOWijV NMgLwDuncdg7zI9MIeHgyy 7qfwW0gchzO2g
Menggunakan mode macro.
lzdJcZkJJmwxhmY3BaZj95DSGAANPCjvblvVl sQG Y1QicnGBA8 XJDEwUopvB Lykif JhwX Q4YH0cx0PeLtDxLZL9KS0f439Oq9NBBwPNI4l Z7lBJ Qtt0h84oBjrRw 1q2ig
Outdoor, malam hari.
rNYRbHsaQThUL9JiK2MMTCbqlIOdXN65BTQY5edsrC6iphFY7Ewe4m3RpYlsLJ91vG1OOQ6TJTt034SkFRx60tmS OShAAlyYQ CHniRKiNwHgJdOTKSP2eywtLP3UEgDJw1rXAyAw
Indoor, cahaya cukup.
hcSCe4veAcQqZf4pO0kNXEhXW0brzC9RjUhvo88TBIbY9JGElzssixbkhwpTzYx xHprc8xAadYqw8 4OiC nbQA3bmI6Kj7Jwr7 jkuPbd1v1HywDN2lmmyNdzHfmg22RcAN3Lu3A
Kamera depan, malam hari.
dS4335yB6ri 4pwbvFqGSfW6G9twYkLn2vwajPe6ZvOfsniLOhF8eQ3iLdQY2VYp5RBn9ZM gQHnyCMkTSTXYzE7Mqa2cOq1IMRmVyuwE2U QtaPGCEYljQRcNXZDoqLAgJyPm6CCQ
Kamera depan, mode potret cahaya berlimpah.

Di bagian depan, disiapkan kamera 5MP f/2.2 yang punya sudut cukup lebar. Sementara kamera belakang Redmi 9C sanggup rekam video hingga resolusi maksimum 1080p 30fps. Tersedia fitur-fitur menarik seperti short video dengan efek kaleidoskop, untuk Gizmo friends yang lebih kreatif agar hasilkan konten berbeda.

Fitur

Sejak awal dinyalakan, Xiaomi Redmi 9C sudah menjalankan tampilan antarmuka yang paling baru, yaitu MIUI 12 berbasis Android 10. Hadir dengan banyak kustomisasi seperti tema dan ringtone bertema khusus, tampilannya dibuat lebih flat atau sederhana, dengan elemen-elemen yang menarik seperti di bagian About phone. Informasi yang disajikan tak hanya sekadar teks yang membosankan.

Untuk menyalakan dan mematikan layar, cukup mengetuk dua kali saat menggunakan tema bawaan. Sementara fitur raise to wake juga hadir agar layar otomatis menyala ketika Redmi 9C diangkat dari meja. Dikombinasikan dengan AI Face Unlock, bisa terjadi proses seamless untuk buka kunci layar, tinggal swipe ke atas saja.

Saya tidak merasakan hadirnya iklan-iklan mengganggu, kecuali menggunakan aplikasi seperti manajer file bawaan. Di bagian depan, halaman paling kiri homescreen bisa digantikan dengan milik Google dan tanpa iklan, jadi cukup informatif ketika kita ingin mengetahui berita terbaru.

Performa

Chipset yang digunakan pada Redmi 9C naik satu tingkat lebih baik dari 9A. MediaTek Helio G35 sebenarnya punya arsitektur CPU yang sama, dengan GPU yang sama pula. Hanya saja, clockspeed-nya dibuat lebih tinggi mencapai 2,3GHz (dan 680MHz untuk GPU PowerVR8320). Di Indonesia, varian yang diluncurkan adalah dengan 3GB+32GB dan 4GB+64GB.

Masing-masing gunakan RAM jenis LPDDR4x dengan ROM berjenis eMMC 5.1. Untuk smartphone di kelasnya, Redmi 9C terasa cukup gegas. Baik buka tutup aplikasi dan berpindah antar aplikasi sekalipun (untuk yang ini, tentu varian RAM 4GB bakal lebih unggul). Buat main gim seperti PUBG Mobile secara kasual juga masih nyaman, dengan catatan pakai setting grafis low ya, agar lebih lancar fps-nya.

Baterai

Dengan selisih harga yang tak terlampau banyak, Redmi 9C otomatis juga hadir dengan port micro-USB, alias belum gunakan USB-C. Kapasitas baterainya juga masih sama yaitu 5.000 mAh. Kabar baiknya, daya tahan baterainya juga sama-sama irit.

Walaupun chipset yang digunakan punya clockspeed lebih kencang, konsumsi dayanya terasa sama saja. Untuk pemakaian normal, sangat mudah mencapai dua hari penuh. Bahkan penggunaan intensif dengan jaringan data seluler dan terhubung ke smartwatch, sulit untuk menghabiskannya dalam satu hari.

Dan masih sangat wajar bila smartphone ini belum mendukung fast charging. Dengan pengisi daya 5V 2A (10W), butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk mengisi hingga penuh.

Kesimpulan

Tak perlu merogoh kocek lebih dari Rp1,5 juta, Gizmo friends bisa mendapatkan value yang tinggi lewat Redmi 9C. Desainnya kece, lengkap dengan tiga kamera kece di belakang, mampu hasilkan efek bokeh dan foto makro berkualitas di kelasnya.

Jika memang ada budget yang cukup, varian memori paling tinggi akan membuat performanya semakin baik, tak membebani chipset yang juga sudah kencang di kelasnya. Budget belum sampai? Redmi 9A nggak kalah kece, kok. Punya budget lebih? Ada Redmi 9 yang bawa empat kamera dan performa lebih kencang.

Cek harga smartphone Xiaomi di:

EraSpace Blibli Shopee Lazada JD.ID Tokopedia

Spesifikasi Xiaomi Redmi 9C

Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type Smartphone
Model / Series Xiaomi Redmi 9C
Released 09 September, 2020
Status Available
Price Rp1,399,000 (Harga Perkenalan)

Platform

Chipset MediaTek Helio G35 (12 nm)
CPU Octa-core (4x2.3 GHz Cortex-A53 & 4x1.8 GHz Cortex-A53)
GPU PowerVR GE8320 680 MHz
RAM (Memory) 3/4GB LPDDR4x
Storage 32/64GB eMMC 5.1
Operating System Android 10
User Interface MIUI 12

Design

Dimensions 164.9 x 77.07 x 9 mm (6.49 x 3.03 x 0.35 in)
Weight 196 g
Design Features Textured back cover
Colour: Midnight Gray, Sunrise Orange, Twilight Blue
Battery Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
5V/2A charger
Micro-USB port

Network

Network Frequency GSM/ HSPA / LTE
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A

Display

Screen Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size and Resolution 6.53 inches, HD+, 20:9 ratio (269 ppi)
Touch Screen Yes
Features 400 nits maximum brightness
TUV Rheinland certified

Camera

Multi Camera Yes (Rear)
Rear 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), PDAF + 2MP f/2.4 (macro) + 2MP f/2.4 (depth)
Front 5 MP, f/2.2, (wide), 1.12µm
Flash Yes
Video 1080p 30fps, 720p 30fps
Camera Features HDR, AI Portrait, Beautify, Pro mode, Kaleidoscope, time-lapse

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
HDMI No
Wireless Charging No
NFC
Infrared No

Smartphone Features

Multimedia Features MP4, MP3, MKV, AAC
FM Radio Yes
Web Browser HTML 5
Messaging SMS, MMS, Online
Sensors Vibration motor, proximity sensor, ambient light sensor, accelerometer, fingerprint sensor
Other Kelengkapan:
Redmi 9C / Pengisi daya 5V2A / Kabel Mikro-USB / Alat SIM ejektor / Kartu garansi / Panduan pengguna
85%
Jagoan kamera kece

Review Redmi 9C

Untuk sebuah smartphone dengan harga kurang dari Rp1,5 juta, XiaomI Redmi 9C mampu tawarkan keunggulan-keunggulan menarik. Seperti tiga kamera utama, desain menarik serta chipset MediaTek Helio G35.

Beli
Redmi 9c di JD.ID
  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Features
  • Battery
2 Komen
  1. […] Review Redmi 9C: Tiga Kamera Lengkap Harga Rp1,4 Jutaan […]

  2. […] low-end, Poco C3 hadir dengan desain yang sangat familiar. Ya, apalagi kalau bukan terinpirasi dari Redmi 9C, kecuali absennya sensor sidik jari pada bodi belakangnya. Smartphone baru ini bakal menjadi varian […]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.