Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Teknologi Beehive Drones Menangkan Microsoft Imagine Cup 2018, Ini Inovasinya

Selama ini kita hanya mengenal drone untuk keperluan fotografi saja. Di tangan tiga anak bangsa ini, teknologi drone bisa dimanfaatkan membantu petani di Indonesia lebih produktif menggarap lahan mereka. Lewat ide sederhana inilah tim Beehive Drones dari The University of Manchester menyabet gelar pemenang Imagine Cup 2018 yang diselenggarakan oleh Microsoft pada Kamis (15/3/2018) di Jakarta.

Dalam project yang berjudul “Beehive Agriculture”, Hilton Tnunay dan kedua temannya menggunakan teknologi drone untuk mengairi lahan atau menyebarkan pupuk menggunakan aplikasi melalui smartphone sehingga petani tidak perlu repot menyemai atau mengairi ladang atau sawah mereka sendiri.

Para petani tinggal mengunduh aplikasi lalu memilih layanan apa yang mereka butuhkan.

Dengan cukup membayar Rp100 ribu maka dengan teknologi drone dari Beehive Drone siap meluncur ke lahan si konsumen lalu melakukan apa yang petani minta.

Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Hilton mengatakan teknologi drone dalam inovasi mereka ini mudah dipakai sehingga petani tak perlu menggunakan remote control untuk mengendalikan drone sendiri.

“Kami sangat senang Beehive Drones Agriculture terpilih untuk mewakili anak pemuda Indonesia di babak Imagine Cup berikutnya. Visi kami untuk Beehive Drones Agriculture adalah sebagai solusi inovatif melalui menerapkan teknologi seperangkat drone berbasis Internet of Things (IoT) untuk memecahkan masalah peningkatan permintaan akan makanan dan kami tidak sabar untuk dapat menampilkan proyek kami kepada masyarakat luas bulan depan,” kata Hilton Tnunay, yang kini menempuh pendidikan meraih gelar PhD bidang Control System di University of Manchester.

Seluruh finalis Imagine Cup 2018 pada Kamis (15/3/2018) di Jakarta
Related Posts
1 daripada 36

“Kami senang dapat melihat Beehive Drones bersaing di Asia Pacific Finals dan mudah-mudahan juga pada bulan Juli di World Finals di Amerika Serikat,” kata Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager dan Commercial Software Engineering, Microsoft Indonesia.

Dengan kemenangan ini, tim Beehive Drones berhak memperoleh hadiah Rp10 juta dan tiket mewakili Indonesia ke ajang Imagine Cup 2018 tingkat Asia Pasifik di Kuala Lampur, Malaysia, antara 2 dan 5 April 2018. Hilton mengatakan teknologi drone dalam Beehive Drones masih akan ia dan teman-temannya andalkan nanti untuk bersaing di Kuala Lampur dengan menambahkan fitur lainnya.

“Sekarang kan fitur yang siap baru yang watering sama yang fertilizer. Bakal monitoring-nya dikembangkan sama agriculture analysis-nya direalisasikan,” kata Hilton.

Beehive Drones melalui pemanfaatan teknologi drone-nya berhasil mengungguli empat kelompok mahasiswa inovatif lainnya. Ke-4 tim finalis tersebut adalah Carepol dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, FishGator dari Universitas AMIKOM Yogyakarta, Ratatouille dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Taleus juga dari ITB.

Baca juga: Mengantisipasi Serbuan Generasi Milenial ke Dunia Kerja, Microsoft Hadirkan Solusi Teams yang User-Friendly

Menurut dewan juri, ternyata teknologi drone Beehive Drones lebih baik dari tim Carepol dengan Carepol yakni teknologi pemantauan tingkat pencemaran udaranya; teknologi FishGator yakni platform inkubator ikan berbasis IoT pada ikan kerapu dan udang. Teknologi drone Beehive Drones juga melampaui ViaChat (tim Ratatouille) yang merupakan chatbox pendamping belajar dan Dr. Tania (tim Taleus) yakni chatbox berbasis pembelajaran mendalam yang bisa membantu petani mengidentifikasi penyakit tanaman melalui sistem pengenalan gambar.

Perhelatan Imagine Cup 2018 tingkat global sendiri akan dilakukan akhir Juli 2018.

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: