Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tips Efektif Kerja di Rumah dengan Memanfaatkan Teknologi

0 10.843

Merebaknya wabah virus corona Covid-19 membuat pemerintah mengambil sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya mengimbau masyarakat agar melakukan self quarantine dan bekerja di rumah atau lebih populer disebut Work From Home. Hal ini dilakukan guna menghindari kerumunan dan terhindari dari penularan Covid-19.

Untuk memberikan informasi terbaru mengenai Covid-19, Kementerian Kesehatan membuat website Infeksi Emerging. Begitupun dengan beberapa pemerintah daerah yang melakukan inisiatif menyediakan informasi terkait penyebaran cirus Corona seperti Pemrov DKI Jakarta, Pemrov Jawa Barat, dan Pemrov Nusa Tenggara Barat.

Sebenarnya, konsep Work From Home yang sekarang digalakkan bukan hal baru. Karena pernah menjadi “cita-cita” banyak perusahaan teknologi di era tahun 2000 dengan istilah BYOD (Bring Your Own Device). Perusahana teknologi mengembangkan perangkat dan sistem yang mempermudah para karyawannya untuk bekerja di manapun berada, tanpa harus ke kantor. Sayangnya, konsep tersebut tidak bisa diterapkan secara masif sampai saat ini.
Baca juga:
 Mencoba Samsung Dex, Kolaborasi Smartphone dan Laptop yang Bikin Produktif
Tips Mencegah Penyebaran Virus Corona Melalui Smartphone

Kelebihan dan Kekurangan Work From Home

Ilustrasi (Foto: Pixabay/meminsito)

Work From Home adalah konsep di mana karyawan dapat melakukan pekerjaannya dari rumah. Bekerja dari rumah memberikan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan. Konsep ini dianggap membantu keseimbangan kehidupan kerja kepada karyawan, dan juga membantu perusahaan menyelesaikan pekerjaan.

Ada beberapa keuntungan jika perusahaan menerapkan work from home. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Keseimbangan yang lebih terjaga antara kerja dan kehidupan. Bagi yang sudah terbiasa, suasana kerja bisa lebih tenang di rumah. Sehingga bisa konsentrasi dan produktif.
  • Memungkinkan orang yang memiliki kendala untuk pergi ke kantor seperti disabilitas bahkan orang tua yang sulit meninggalkan anak untuk bisa bekerja
  • Perusahaan bisa menghemat biaya infrastruktur kantor seperti ruang, tagihan listrik, dan sebagianya. Begitupun dengan karyawan yang hemat biaya, waktu dan tenaga.

Kendati demikian, konsep kerja di rumah juga memiliki sejumlah kekurangan. Di antaranya adalah:

  • Potensi terjadinya kesalah pahaman pekerjaan dan monitoring yang bermasalah
  • Masalah keamanan dengan data yang ditransfer dan yang tidak dapat dipantau
  • Karena dikerjakan di rumah, karyawan bisa menjadi kurang bersosialisasi
  • Tidak semua pekerjaan cocok dengan konsep Work From Home. Terkadang masalah komunikasi maupun pekerjaan tertentu tetap membutuhkan tatap muka

Tips Work from Home

Kebijakan Work from Home terkait Coronavirus ini juga dilakukan oleh perusahaan global seperti Google, Microsoft, Twitter, Apple, Amazon, Spotify, dan lainnya. Tak hanya di Indonesia, tetapi berbagai negara dari Inggris ke AS, Jepang ke Korea Selatan, dalam beberapa hari terakhir, meluncurkan kebijakan kerja di rumah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Bagi yang pertama kali, bekerja dari rumah mungkin akan menyulitkan dan mengganggu produktivitas. Tetapi ada beberapa cara untuk mengatasinya, berikut ini tips yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Memastikan komunikasi terjaga

Baik sedang menghindari Coronavirus atau bukan, kunci untuk bekerja dari rumah adalah komunikasi yang jelas dengan atasan dan tim, serta tahu persis apa yang diharapkan dari kamu. Ponsel sebagai media komunikasi utama harus selalu bisa dihubungi, respon di grup pun harus dilakukan dengan cepat. Beberapa perusahaan bahkan memberikan batas 10 menit.

2. Perlakukan seperti bekerja sesungguhnya

Meski di rumah bisa bersantai sambil rebahan, tetapi harus diingat bahwa kamu sedang bekerja. Mindset ini yang harus betul-betul dijaga. Termasuk mengatur jam kerja produktif.

3. Memiliki area khusus untuk bekerja

Jika memungkinkan, gunakan ruangan khusus untuk bekerja agar tetap produktif. Komputer dengan monitor ganda, keyboard dan mouse nirkabel dipercaya membuat lebih produktif saat bekerja di rumah.

4. Batasi waktu bermain dengan anak

Hal yang mungkin paling sulit ketika bekerja di rumah adalah ajakan bermain dari anak. Dengan pemberlakuan libur sekolah, anak pun bakal seharian di rumah. Ketika orang tua di rumah, mereka mungkin bakal berpikir orang tuanya sedang libur juga. Sehingga mengajak untuk bermain. Oleh karena itu, berikan pengertian kepada anak bahwa sebenarnya sedang bekerja juga, tetapi berada di rumah. Berikan waktu tertentu untuk bermain dengan anak dan minta untuk tidak diganggu ketika bekerja.

5. Gunakan aplikasi produktivitas

Beberapa aplikasi yang bisa diandalkan untuk menghindari tatap muka dan berada di kerumunan di antaranya adalah.

  • Memaksimalkan komunikasi dengan email atau grup di aplikasi pesan instant
  • Wawancara langsung atau rapat bisa dilakukan melalui Conference call lewat aplikasi Skype atau WhatsApp Video
  • Live Streaming acara melalui Youtube atau Facebook bisa dimanfaatkan bekerja sama dengan penyelenggara acara
  • Pemantauan alur kerja bisa dilakukan dengan mengandalkan Slack atau Trello
  • Kolaborasi pekerjaan menggunakan Google Docs
  • Berkirim file gambar atau video bisa menggunakan aplikasi Wetransfer, Google Drive atau Dropbox