Jakarta, Gizmologi – ASUS kembali menghadirkan pembaruan untuk lini laptop layar gandanya melalui Zenbook DUO 2026 (UX8407AA). Generasi terbaru ini membawa sejumlah peningkatan, mulai dari desain yang lebih ringkas, penggunaan prosesor Intel Core Ultra terbaru, hingga kemampuan AI yang lebih mumpuni.
Di tengah tren laptop tipis dan ringan, Zenbook DUO masih mempertahankan konsep dua layar yang menjadi ciri khasnya. ASUS membekali perangkat ini dengan dua layar OLED 14 inci beresolusi 3K yang dapat digunakan secara bersamaan untuk mendukung produktivitas pengguna yang terbiasa bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus.
Konsep tersebut membuat Zenbook DUO menyasar segmen yang cukup spesifik, seperti pekerja kreatif, programmer, hingga profesional yang membutuhkan ruang kerja lebih luas tanpa harus membawa monitor tambahan. Di sisi lain, harga yang menyentuh Rp54,9 juta membuat laptop ini berada di kategori premium yang tidak ditujukan untuk semua kalangan.
Baca Juga: Review ASUS Zenbook Duo (UX8407A): Laptop Dual Screen Portabel Untuk Para Multitasker
Dua Layar OLED Jadi Daya Tarik Utama Zenbook DUO

Salah satu perubahan yang paling menonjol ada pada sektor layar. ASUS menggunakan dua panel Lumina Pro OLED berukuran 14 inci dengan resolusi 2880 x 1800 piksel, refresh rate 144Hz, serta dukungan 100 persen DCI-P3. Kedua layar juga sudah mendukung input sentuh dan stylus.
Fleksibilitas penggunaan menjadi nilai jual utama perangkat ini. Pengguna dapat menjalankannya dalam berbagai mode, mulai dari laptop konvensional, dual-screen dengan keyboard fisik, hingga mode desktop dan sharing mode untuk kebutuhan presentasi atau kolaborasi. ASUS juga mengklaim desain baru membuat ukuran sasis sekitar 5 persen lebih kecil dibanding generasi sebelumnya.
Intel Core Ultra dan Fitur AI Jadi Andalan

Untuk performa, Zenbook DUO 2026 ditenagai Intel Core Ultra 9 386H berbasis arsitektur Panther Lake yang dipadukan dengan RAM 32GB LPDDR5X dan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1TB. Laptop ini juga telah memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC berkat NPU dengan kemampuan hingga 50 TOPS untuk menjalankan berbagai fitur AI secara lokal.
ASUS turut menghadirkan fitur AI seperti Omni Virtual Assistant yang dapat membantu merangkum dokumen, membuat transkrip rapat, hingga menjalankan sejumlah tugas secara offline. Meski demikian, ada beberapa kompromi yang perlu diperhatikan, seperti RAM yang tidak dapat di-upgrade serta harga jual yang relatif tinggi dibanding laptop premium konvensional. Di sisi lain, daya tahan baterai hingga 20 jam dalam skenario tertentu dan dukungan garansi tiga tahun menjadi nilai tambah yang ditawarkan ASUS pada perangkat ini.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

