Google baru saja mengumumkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka yang bernama Gemini 4 Carbon. Tampil dengan kemampuan pemrograman dan keamanan siber canggih, AI baru Google ini diklaim mampu mencari celah pada perangkat lunak, memeriksa tingkat risikonya, hingga membantu membuat perbaikan kode.
Walau begitu, Gemini 4 Carbon saat ini masih belum tersedia untuk semua pengguna. Google memilih memberikan akses awal kepada sejumlah tim keamanan siber tepercaya sebelum memperluas ketersediaannya bagi pengembang, perusahaan, dan konsumen, sebagaimana dikutip dari The Verge, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Atlet Esports Bergaji Besar, Dompet Tak Selalu Ikut Aman
Keputusan ini sangat menarik, karena raksasa mesin pencari tersebut sering kali merilis peningkatan kemampuan Gemini yang dapat dipakai lewat update aplikasi atau layanan pengembang.
Sedangkan untuk Carbon, Google justru lebih memprioritaskan pengujian keamanan dan penerapan AI barunya ini secara bertahap. Google menyebut, kemampuan model AI ini semakin mendekati kebutuhan pekerjaan teknis yang rumit, termasuk tugas yang berlangsung berhari-hari dan memerlukan banyak tahapan penyelesaian.
Gemini 4 Carbon Bisa Temukan dan Perbaiki Celah Keamanan

Salah satu kemampuan yang paling ditonjolkan Google adalah penggunaan Gemini 4 Carbon dalam pekerjaan keamanan siber. Model ini dirancang untuk membantu tim keamanan menelusuri kerentanan perangkat lunak, memeriksa apakah sebuah celah benar-benar dapat dimanfaatkan, dan menyusun perbaikan pada kode yang menjadi sumber masalah.
Perusahaan mencontohkan, saat pengembang menemukan potensi kelemahan pada aplikasi, tim keamanan biasanya perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan tingkat bahayanya. Namun, proses tersebut sering kali melibatkan proses membaca deretan kode yang banyak, pengujian, dan menyusung pembaruan.
Sementara itu, Gemini 4 Carbon dapat mempercepat sebagian pekerjaan tersebut, terutama ketika masalah tersebar di banyak sistem atau coding. Dalam pengumuman resminya, Google memaparkan sejumlah hasil pengujian kemampuan keamanan siber Gemini 4 Carbon.
| Pengujian | Gemini 4 Carbon | Gemini 4 Argon |
| SEC-bench Pro — menemukan kerentanan | 88,2% | 83,4% |
| ExploitGym — memvalidasi apakah celah dapat dieksploitasi | 54,8% | 42,0% |
| CWE-bench — memperbaiki kode yang rentan | 71,0% | 68,0% |
Hasil tersebut memperlihatkan peningkatan Carbon dibandingkan Argon dalam tiga kategori keamanan siber yang diuji.
Namun, angka itu bukan jaminan Gemini 4 Carbon dapat menemukan seluruh celah keamanan atau selalu menghasilkan perbaikan yang tepat. Pengujian benchmark dilakukan dengan skenario dan metode tertentu, sehingga hasil pada sistem nyata dapat berbeda.
Google juga menjelaskan, evaluasi keamanan siber tersebut dilakukan tanpa pembatas keamanan model yang biasanya digunakan untuk mengurangi penyalahgunaan. Artinya, kemampuan yang tercatat dalam benchmark belum tentu sama dengan kemampuan yang akan tersedia melalui produk Google ketika Carbon dirilis lebih luas.
Alasan Google Belum Buka Akses Gemini 4 Carbon ke Pengguna
Kemampuan keamanan siber menjadi salah satu alasan Google memilih peluncuran secara terbatas.
AI yang mampu memeriksa celah keamanan bisa membantu pengembang melindungi sistem. Pada saat yang sama, kemampuan serupa berpotensi disalahgunakan untuk mencari kelemahan pada perangkat lunak tanpa izin.
Karena itu, Google memulai distribusi Carbon kepada sebagian profesional pertahanan siber melalui Fairwind Program. Perusahaan juga menyatakan sedang mengikuti proses pengujian model sebelum peluncuran yang bersifat sukarela bersama pemerintah Amerika Serikat.
Sebelum memperluas akses, Google ingin mengumpulkan masukan dari pengguna awal dan menyempurnakan mekanisme pengaman model. Pendekatan ini juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan pengembang AI. Semakin tinggi kemampuan model untuk menyelesaikan pekerjaan teknis, semakin besar kebutuhan untuk menguji bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan atau disalahgunakan.
Google belum memberikan tanggal pasti kapan seluruh pengguna dapat mencoba Gemini 4 Carbon melalui aplikasi Gemini atau layanan lainnya. Ini berarti, pengguna Gemini di Indonesia pun belum bisa menggunakan model AI baru milik Google tersebut.
Berapa Harga Gemini 4 Carbon?
Google telah mengumumkan rencana harga Gemini 4 Carbon untuk akses melalui layanan pengembang ketika tersedia. Selama periode harga perkenalan, biaya penggunaan ditetapkan sebesar USD2 per satu juta token input dan USD10 per satu juta token output.
Google juga menawarkan potongan harga 95 persen untuk input yang menggunakan mekanisme caching. Setelah masa harga perkenalan berakhir, tarif yang direncanakan meningkat menjadi USD4 per satu juta token input dan USD 20 per satu juta token output.
Harga tersebut merupakan tarif penggunaan model berbasis token, bukan biaya berlangganan aplikasi Gemini untuk pengguna umum. Bagi perusahaan atau pengembang di Indonesia, kehadiran Carbon berpotensi membuka opsi baru untuk pemeriksaan kode, otomatisasi pekerjaan teknis, dan pengujian keamanan aplikasi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

