Jakarta, Gizmologi – Apple dan Google tampaknya resmi memperdalam kerja sama di bidang kecerdasan buatan. Setelah Apple lebih dulu memberi sinyal pada Januari lalu, kini Google mengonfirmasi bahwa model AI Gemini akan menjadi fondasi generasi berikutnya dari Apple Intelligence.
Pengumuman tersebut disampaikan di panggung konferensi Google Cloud Next 2026 oleh CEO Google Cloud Thomas Kurian. Menurutnya, kedua perusahaan bekerja sama untuk menghadirkan model AI baru berbasis Gemini yang akan mendukung fitur Apple Intelligence mendatang, termasuk Siri yang lebih personal.
Jika sesuai jadwal, pembaruan ini kemungkinan diperkenalkan pada WWDC 2026 Juni mendatang dan hadir ke publik bersama iOS 27 serta iPadOS 27 pada musim gugur. Ini menjadi momen penting karena Apple sempat dinilai tertinggal dalam perlombaan AI generatif.
Baca Juga: ASUS Pad Tengah Disiapkan, Pasar Tablet Semakin Ramai
Siri Baru Akhirnya Datang, Tapi Setelah Serangkaian Penundaan

Salah satu fokus utama pembaruan nanti adalah Siri versi baru. Asisten virtual Apple itu sudah lama dikritik karena terasa stagnan dibanding rival seperti ChatGPT, Google Assistant, atau Gemini sendiri.
Awalnya, Siri generasi baru diperkirakan hadir tahun lalu. Jadwal kemudian mundur ke musim semi, sebelum kembali tertunda. Laporan menyebut Apple menghadapi masalah akurasi dan konsistensi jawaban, dua isu sensitif untuk produk yang dipakai ratusan juta pengguna.
Dengan masuknya Gemini, Apple tampaknya memilih jalur pragmatis: memanfaatkan model AI yang sudah matang ketimbang membangun semuanya sendiri dari nol. Strategi ini bisa mempercepat peluncuran, sekaligus menekan risiko kegagalan awal.
Peluang Besar, Tapi Privasi Jadi Pertanyaan
Meski menjanjikan, kerja sama ini juga memunculkan pertanyaan penting: di mana model AI tersebut akan berjalan? Apakah di server Google Cloud, atau memakai sistem Apple Private Cloud Compute milik Apple sendiri?
Pertanyaan itu krusial karena Apple selama ini menjual citra privasi sebagai pembeda utama. Jika data pengguna diproses di infrastruktur pihak ketiga, Apple perlu menjelaskan secara detail mekanisme perlindungannya.
Di sisi lain, kemitraan ini menunjukkan realitas baru industri teknologi: bahkan Apple pun tak bisa bergerak sendiri di era AI. Jika eksekusinya tepat, Siri akhirnya bisa menjadi relevan lagi. Jika tidak, Apple berisiko dianggap hanya menempelkan label AI tanpa pengalaman yang benar-benar lebih pintar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



