Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Aplikasi Qlue Berupaya Tembus Batas Birokrasi Warga dan Aparat dengan Fitur Chat Kelurahan

Sudah menjadi rahasia umum birokrasi yang berbelit membuat warga menjadi enggan dalam menyampaikan keluh kesah terkait lingkungan sekitar. Fitur chat kelurahan buatan aplikasi Qlue ingin menghilangkan kesan ada batas antara aparat dan warganya.

Fitur chat kelurahan pada aplikasi Qlue memungkinkan warga bisa berdialog langsung dengan petugas kelurahan sejak Mei 2018. Berbagai masalah, mulai dari jalan yang rusak, banjir hingga kecelakaan lalu lintas, kini mudah disampaikan cukup menggunakan platform ini.

Lahirnya fitur chat kelurahan ini terinspirasi dari perilaku pengguna aplikasi Qlue sendiri. Sarah Ramadhania, strategist dari Qlue, mengatakan munculnya fitur ini diawali dari inisiatif beberapa pemakai Qlue yang membuat komunitas sendiri secara organik bernama Netral Obyektif atau NEO.

“Lebih dari pelaporan, aplikasi Qlue ini menyatukan warga yang awalnya tidak saling mengenal namun memiliki pemikiran sama untuk menjadikan kotanya lebih baik lagi. Beberapa dari mereka bahkan berinisiatif mengadakan diskusi terbuka dengan kelurahannya ketika laporan tidak kunjung diselesaikan,” kata Sarah.

Lalu bagaimana fitur chat kelurahan di aplikasi Qlue bekerja?

Layaknya grup chat pada media sosial lainnya, seperti WhatsApp dan LINE, setiap pengguna Qlue secara otomatis akan masuk ke dalam kelompok chat menurut kelurahan tempat tinggal mereka.

Bedanya, fitur chat kelurahan di Qlue menampilkan identitas setiap penggunanya secara anonim, tanpa nomor ponselnya sehingga aman. Identitas pengguna diganti dengan avatar dan username yang dipilih sendiri.

Related Posts
1 daripada 38

Setelah bergabung dalam grup tersebut maka pengguna bisa saling berkenalan, saling menyampaikan masalah yang ditemui lalu jika sudah ramai-ramai maka akan nyaman bagi mereka meneruskan keluhan ke pihak petugas kelurahan untuk segera ditangani.

Pihak Qlue terus mengembangkan fitur chat kelurahan ini, salah satunya dengan melengkapi diri dengan algoritma dan mesin pembelajaran untuk bisa mendeteksi kata kunci dan tanda pagar tertentu secara cepat.

Konsep kota cerdas. Foto oleh techtrendske.co.ke

Tak hanya itu. tim aplikasi Qlue mengkurasi untuk tiap kabar bohong, kata kasar dan ujaran kebencian. Tiap chat yang masuk turut direkam dalam basis data Qlue. “Jadi, saat ada kata-kata yang tidak wajar, kami akan menerima notifikasi dan pengguna tersebu dapat langsung ditegur, bahkan di-block,” kata Grady Richata, Group Product Head Qlue.

Poin pengembangan yang menarik dari fitur chat kelurahan ini yakni target dari Qlue sendiri yang menginginkan setiap fitur chat ini terhubung langsung dengan dashboard Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di berbagai kota di Indonesia.

“Jadi, nantinya notifikasi tidak hanya masuk di level kelurahan tetapi juga Pemkot dan Pemprov sehingga Pemprov dapat langsung mengirimkan instruksi agar kelurahan cepat melakukan tindakan,” kata Grady.

Baca juga: KLIX TV, Alternatif Menonton Piala Dunia 2018 Melalui Aplikasi Smartphone

Aplikasi Qlue merupakan platform media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan masalah langsung ke pemerintah kota dan swasta. Setelah bisa memfasilitasi lebih dari 700 ribu masalah di Jakarta sejak Desember 2015, Qlue sekarang diadopsi juga oleh kota lainnya, termasuk Manado, Trenggalek, Sidoarjo dan Cilegon.