Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Mengenal SITI, Aplikasi Retail Pintar yang Manfaatkan Teknologi Artificial Intelligence

SITI ini bukanlah nama orang, melainkan nama sebuah aplikasi besutan Smart Donkey, sebuah tim pengembang aplikasi dari Jakarta. Tim besutan startup lokal Nodeflux ini berhasil mengembangkan sebuah aplikasi bernama SITI (Smart Retail for a Smarter Company) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi bagi perusahaan retail untuk menggantikan kartu loyalti pelanggan.

Ada alasan mengapa mereka membuat konsep aplikasi SITI. Menurut mereka, selama ini pelanggan mempunyai bermacam-macam kartu pelanggan, baik itu dari restoran, pusat perbelanjaan, toko retail maupun pusat hiburan atau pusat kebugaran. Nah, tim Smart Donkey ini melihat jika seorang pelanggan memiliki bermacam-macam kartu loyalty dari masing-masing outlet retail tersebut tentunya akan menyulitkan. Karena mesti membawa macam-macam kartu yang cukup banyak, dan belum lagi jika kartu pelanggan mereka hilang.

“Di masa depan, mungkin saja dompet tebal berisi kartu-kartu loyalti tidak lagi terlihat dibawa-bawa oleh banyak orang. Karena cukup dengan memindai wajah, informasi loyalti dan point rewards, termasuk transaksi pembayaran bisa dilakukan. Inilah salah satu alasan dikembangkannya aplikasi SITI,” Alvin Prayuda, dari tim Smart Donkey.
Baca juga: Selama Piala Dunia 2018, Aplikasi MAXstream Diunduh 4 Juta Kali

Tim Smart Donkey

Alvin menyebut jika ‘SITI: Smart Retail for a Smarter Company’ merupakan evolusi dari teknologi yang bisa diadaptasi di retail dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). SITI bisa mengakomodir konsumen yang loyal, untuk mengambil data retail umumnya, sekaligus menghilangkan ketergantungan pada kartu maupun aplikasi loyalti.

Related Posts
1 daripada 7

“Dengan mengadaptasi facial recognition, kita mampu menghapuskan halangan tersebut. Pengunjung tidak perlu menunjukkan kartu atau apps di smartphone, tapi informasi poin-poinnya sudah ada, cukup dengan memfoto bagian transaksi atau point of sales-nya,” kata Alvin.

Untuk mengembangkan aplikasi SITI tersebut, tim Smart Donkey memanfaatkan teknologi Amazon Recognition, AWS Lambda, Amazon Simple Storage Service (S3), Amazon DynamoDB, Amazon SageMaker, and Amazon Kinesis Data Streams.

“Kami menilai layanan AWS cukup mudah digunakan. Mungkin terkesan kompleks untuk developer yang belum pernah menggunakan AWS. Namun untuk ke depannya, lumayan mudah untuk diadopsi oleh startup-startup seperti kami,” kata Alvin.

Berkat aplikasi SITI ini, tim Smart Donkey berhasil memenangkan AWS Hackdays 2018 Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu. AWS Hackdays adalah acara pendidikan dan hackathon tahunan yang diselenggarakan di enam negara di Asia Tenggara, sebagai arena kompetisi mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) berdasarkan solusi seputar tema transportasi; media dan hiburan; e-commerce; dan fintech.

Nick Walton, Managing Director untuk ASEAN, AWS, mengatakan bahwa solusi berupa aplikasi SITI dari Smart Donkey ini mengesankan dimana mereka bangun aplikasi dalam waktu kurang dari 12 jam menggunakan Amazon Artificial Intelligence dan Amazon Machine Learning services.

Sebagai pemenang AWS Hackdays 2018 dari Indonesia, Alvin dan tim-nya akan menjadi wakil dari Indonesia untuk bersaing dengan pemenang dari negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Thailand. Mereka akan kembali bersaing di ajang AWS Hackdays Grand Finale 2018 di Jakarta, Indonesia pada 19-20 September 2018. Selanjutnya, pemenang AWS Hackdays Grand Finale di Jakarta akan mendapat kesempatan untuk mengikuti AWS re:Invent 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat (termasuk transport, akomodasi, dan tiket re:Invent).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More