NVIDIA akhirnya memberikan tanggal pasti untuk debut RTX Spark, platform yang menandai langkah perusahaan lebih jauh ke perangkat komputasi berbasis desain chip sendiri. Melalui teaser yang dibagikan akun Windows dan dikonfirmasi akun RTX Spark, NVIDIA dijadwalkan memperkenalkan lini RTX Spark pada 7 Oktober 2026. Platform ini akan mencakup mini PC dan laptop, dengan sejumlah produsen seperti ASUS, Acer, Dell, MSI, HP, Microsoft, dan Lenovo disebut menjadi mitra peluncuran.
Salah satu perangkat yang sudah lebih dulu muncul adalah ASUS ProArt 16, laptop kreator yang akan menggunakan SoC NVIDIA RTX Spark N1X berbasis Arm. Kehadiran NVIDIA di sisi perangkat keras laptop cukup menarik karena selama ini perusahaan lebih dikenal sebagai pemasok GPU untuk produsen PC, bukan sebagai pembuat platform komputasi lengkap untuk laptop.
Namun, RTX Spark bukan hanya mengandalkan kemampuan grafis. Mereka sebelumnya telah menyiapkan dukungan software melalui RTX Kit 2026.3 dan RTX Mega Geometry SDK 2.0. Keduanya membawa sejumlah teknologi untuk pengembangan game, termasuk neural rendering dan path tracing. Dengan demikian, NVIDIA tampaknya ingin membangun ekosistem yang menggabungkan CPU, GPU, serta software dalam satu platform.
Baca Juga: RTX 5090 Diduga Dipakai untuk Server AI, Harga GPU Gaming Makin Tertekan
N1X Bawa CPU Grace dan GPU Blackwell

RTX Spark N1X akan tersedia dalam dua konfigurasi. Varian tertinggi membawa CPU Grace 20-core yang dipadukan dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell dengan 6.144 CUDA Core. Konfigurasi ini ditujukan untuk laptop maupun mini PC, dengan pilihan unified memory LPDDR5X mulai 24 GB hingga 128 GB.
Sementara itu, varian lainnya menggunakan CPU Grace 18-core dan GPU Blackwell dengan 5.120 CUDA Core. Model tersebut memiliki kapasitas unified memory 24 GB hingga 32 GB dan secara khusus ditujukan untuk laptop. Perangkat yang menggunakannya akan dikategorikan sebagai Copilot+ AI PC berbasis Windows 11 for Arm.
Tantangan NVIDIA di Pasar Laptop

Masuknya NVIDIA ke pasar laptop dengan platform yang lebih terintegrasi berpotensi memberikan alternatif baru bagi produsen perangkat. Unified memory berkapasitas besar juga dapat menjadi salah satu aspek yang menarik untuk kebutuhan AI lokal, terutama ketika aplikasi membutuhkan akses CPU dan GPU terhadap memori yang sama.
Meski demikian, performa hardware bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan platform baru. NVIDIA juga harus menghadapi ekosistem Windows on Arm, kompatibilitas aplikasi, efisiensi daya, serta persaingan dari platform x86 dan Arm yang sudah lebih dulu hadir. Detail mengenai performa nyata, daya tahan baterai, harga, dan perangkat yang tersedia masih perlu dilihat setelah RTX Spark resmi diperkenalkan pada 7 Oktober.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

