Jakarta, Gizmologi – Kalau konsumen di Indonesia baru saja kedatangan opsi smartphone Xiaomi terbaru dengan kolaborasi eksklusif bersama Leica, lain halnya di negara asal. Di mana Xiaomi baru saja memperbarui penawaran smartphone entry level-nya dengan memperkenalkan REDMI 17C. Menariknya, desain smartphone justru mengingatkan terhadap dua generasi sebelumnya—bahkan dalam spesifikasi yang lebih minim.
Sesuai namanya, REDMI 17C dihadirkan sebagai opsi terjangkau, alih-alih hadir dengan inovasi terbaik pada sektor kamera atau performa. Di Indonesia sendiri, sebelumnya sudah tersedia REDMI 15C. Nampaknya Xiaomi memutuskan untuk membuat penamaan angka perangkat sama seperti sang flagship, yang juga “lompat” dari Xiaomi 15 menjadi Xiaomi 17 Series.
Pasar smartphone kelas entri bisa dibilang akan selalu memikat, karena semakin banyak masyarakat yang membutuhkannya untuk beragam hal, mulai dari smartphone sekunder hingga sebagai pilihan smartphone pertama. Lantas apakah spesifikasi REDMI 17C benar-benar disederhanakan dari generasi sebelumnya? Mari kita telusuri satu persatu.
Baca juga: Review Xiaomi Redmi 15C: Fitur Serba Lega di Rp1 Jutaan
Desain Lama Dibuat Lebih Menarik

Sebelum membahas spesifikasi, tampilan desain REDMI 17C mengingatkan saya terhadap generasi sebelumnya—bukan REDMI 15C yang justru sudah dibuat semakin kekinian, melainkan cukup identik dengan REDMI 14C. Mulai dari bentuk modul kamera, bahkan angka dimensi perangkat, dibuat benar-benar sama. Hanya saja aspek bobot sedikit berbeda, di mana REDMI 17C berkisar 206 gram. Dan masih ada dua faktor pembeda lainnya.
Selain dari opsi warna, REDMI 17C hadir dengan hero color berwarna merah yang permukaan bodi belakangnya seolah dibuat bertekstur—tentu hal ini menjadi poin yang menarik, terutama untuk sebuah smartphone kelas entri. Di sisi depan, layar REDMI 17C punya spesifikasi persis REDMI 14C. Yakni gunakan panel 6,88 inci HPS HD+ dalam refresh rate 120Hz, touch sampling rate 240Hz, hingga tingkat kecerahan maksimum 600 nits. Disematkan fitur DC dimming dan sertifikasi khusus dari TUV untuk mengurangi potensi mata lelah.

Kapasitas baterai REDMI 17C juga sama-sama 5160mAh, membawa dukungan pengisian daya 18W. Dua angka tersebut bisa dibilang downgrade bila dibandingkan generasi sebelumnya yang mencapai 6000mAh dengan dukungan fast charging 33W. Mengingat smartphone kelas entri umumnya tak membawa dukungan perangkat lunak yang superior, tentu poin plus dari REDMI 17C adalah penggunaan HyperOS 3 berbasis Android 16.
Xiaomi juga mencoba sematkan fitur AI pada smartphone terjangkau terbarunya. Di mana REDMI 17C punya kemampuan khusus untuk mencatat berbagai informasi penting penggunanya. Sementara untuk urusan dapur pacu, smartphone REDMI terbaru satu ini masih tetap andalkan cip Helio G81-Ultra octa-core 12nm, dipasangkan bersama RAM 4GB dan penyimpanan internal mulai 64GB.
Harga REDMI 17C Bakal Rp2 Jutaan

Lantas apa saja penyederhanaannya? Selain aspek layar dan baterai yang kembali inferior dibandingkan generasi sebelumnya, kamera REDMI 17C juga dibuat semakin sederhana dibandingkan dua generasi lalu. Ya, sensor utamanya kini hanya gunakan sensor 13MP f/2.2, alias tak lagi beresolusi 50MP. Sementara di sisi depan juga ikut “diperkecil” lewat sensor kamera selfie 5MP.
Keputusan yang terbilang menarik, terutama ketika kompetitor berlomba-lomba untuk menawarkan fitur yang lebih komplit dalam segmen entry-level. Justifikasi yang mungkin bisa diberikan, adalah harga smartphone bila memang bisa dibuat lebih terjangkau, atau setidaknya tetap murah.
Di negara asalnya, harga REDMI 17C dibanderol mulai CNY799 (Rp2,1 jutaan) untuk varian 64GB, sementara varian 128GB dibanderol CNY899 (Rp2,3 jutaan). Apakah di Indonesia bakal lebih mahal dibandingkan REDMI 16C sebelumnya? Mari kita nantikan debut resminya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

