Jakarta, Gizmologi – Setelah resmi memperkenalkan varian tertinggi dari flagship berkamera ZEISS-nya, vivo akhirnya merilis pembaruan dari seri foldable unggulannya lewat kehadiran vivo X Fold6 di China. Meski tampilan eksteriornya cukup terlihat familiar, ada banyak peningkatan baik pada aspek spesifikasi maupun software yang membuatnya semakin kompetitif untuk bersaing dengan kompetitor seperti Samsung dan OPPO.
Menariknya, vivo X Fold6 hadir sebagai smartphone lipat vivo pertama yang akhirnya meninggalkan Qualcomm, di mana kali ini mengusung cip terbaik dari MediaTek. Bahkan saat diperkenalkan pertama kali pekan lalu, vivo sebutkan bila pihaknya mengoptimalkan cip pada vivo X Fold6 demi bisa memberikan performa multitasking lebih mulus, dengan fungsi yang juga kini lebih banyak.
Secara dimensi, desain vivo X Fold6 memang tidak dirancang menjadi yang paling ringan maupun tipis—ketebalannya ada pada kisaran 9,4mm, dan tersedia dalam tiga opsi warna berbeda, sekaligus membawa sertifikasi hingga IP59. Namun alasan yang diambil cukup masuk akal, karena smartphone ini hadir sebagai foldable dengan baterai yang terbesar.
Baca juga: vivo Y500 Mulai Muncul di Pasar Global, Bawa Baterai 8.100mAh dan Layar AMOLED
Kemampuan Multitasking Lebih Maksimal, Pakai Cip MediaTek Khusus

Ya, kapasitas baterai vivo X Fold6 mencapai 7000mAh, jauh lebih lega dibandingkan semua opsi foldable yang sudah resmi tersedia di Indonesia. Apakah ada yang lebih besar? Ada, yakni HONOR Magic V6 pada varian eksklusif 1TB yang mencapai 7150mAh. Setidaknya opsi yang ditawarkan vivo tersedia dalam semua varian, serta dipasangkan bersama kemampuan fast charging 80W (atau 40W secara nirkabel alias wireless).
Baterai yang jauh lebih masif ditujukan agar smartphone ini bisa menjadi partner produktivitas lebih maksimal. Ditenagai cip MediaTek Dimensity 9500 “Super Edition” dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 1TB, vivo memadukan spesifikasi maksimal tersebut bersama OriginOS 6 versi Fold terbaru berbasis Android 16. Memungkinkan fitur Workbench terbaru yang dibuat semakin fleksibel.

vivo X Fold6 siap menjalankan hingga empat aplikasi sekaligus bersamaan dalam satu tampilan—namun tak sampai di situ, ukuran keempat jendela aplikasi bisa dikustomisasi dengan sangat fleksibel, baik dibuat sama besar, satu aplikasi mendominasi setengah layar dan tiga sisanya berada di bawah, maupun ukuran lain sesuai kebutuhan. vivo juga menghadirkan PC mode yang mirip seperti Samsung DeX ketika disambungkan ke monitor, selain opsi sambungan nirkabel ke PC hingga Mac yang sudah hadir sejak generasi sebelumnya.
Terkait kemampuan AI, vivo juga sebutkan bila vivo X Fold6 membawa aplikasi manajer file terbaru berbasis AI, ditujukan untuk memudahkan pencarian file, mengubah nama, hingga saran dokumen yang perlu diberikan dalam sebuah meeting yang sedang berjalan. Ada dua fitur AI lainnya yang juga siap memudahkan produktivitas, yakni AI Conference Assistant hingga AI Cross-Window Drag and Drop.
Kamera vivo X Fold6 Bawa Setup Terbaik di Kelasnya

Selain daya maupun performa, setup kamera vivo X Fold6 juga bisa dibilang yang paling superior dalam sebuah foldable hingga saat ini. Secara keseluruhan, setup kamera belakang smartphone lipat vivo terbaru satu ini seolah diturunkan langsung dari vivo X300 standar. Yakni sensor utama 200MP ISOCELL HPB, ultra-wide 50MP ISOCELL JN1, serta telefoto 50MP LYTIA-602 dengan 3x optical zoom yang juga berfungsi sebagai kamera telefoto makro.
Kalau ketiga sensor tersebut (plus dua sensor 20MP pada masing-masing layar) sudah terdengar superior, vivo hadirkan kemampuan spesial yakni dukungan penggunaan vivo Teleconverter G2, yang mampu berikan pembesaran optik hingga 200mm atau sekitar 8,3x. Tentunya ini menjadi keunggulan yang sangat menarik, sehingga kemampuan vivo X Fold6 tidak hanya pada aspek produktivitas saja.
Baik sensor utama maupun telefotonya sudah didukung oleh OIS dengan standar sinema CIPA 4.5, dan semua lensa sudah menggunakan coating ZEISS T-Star untuk mereduksi efek pantulan. Sementara pada bagian layar vivo X Fold6 berukuran 8,02 inci di dalam, dan 6,51 inci di depan. Keduanya gunakan panel LTPO 8T AMOLED, punya refresh rate 120Hz, dan kecerahan maksimum sampai 5000 nits.
Sudah debut di negara asalnya, harga vivo X Fold6 dibanderol mulai CNY7999 (Rp21 jutaan) untuk varian terendah dengan memori 12+256GB. Sementara varian tertinggi 16GB+1TB dengan kit kamera khusus, dijual dalam paket komplit seharga CNY11999 (Rp31 jutaan). Menurut Gizmo friends, apakah vivo Indonesia perlu menghadirkannya secara resmi untuk bersaing dengan foldable yang sudah ada saat ini?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

