Xiaomi Mi 11T Pro Hadir dengan 120W HyperCharge, Terisi Penuh dalam 17 Menit

Jakarta, Gizmologi – Xiaomi memang telah merilis smartphone flagship terbaiknya beberapa bulan lalu. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dua varian yang paling dikenal secara global, turut dihadirkan ke Indonesia secara resmi. Kini giliran versi terjangkaunya, Xiaomi Mi 11T & Mi 11T Pro yang diresmikan dengan spesifikasi tak kalah bombastis.

Ya, seperti yang juga hadir resmi di Tanah Air, Xiaomi memang hadirkan versi “T” untuk alternatif tambahan. Bukan, keduanya bukan hadir untuk gantikan Xiaomi Mi 11 maupun Mi 11 Ultra, namun lebih sebagai opsi lain bagi konsumen yang inginkan performa kencang, kemampuan kamera mumpuni, namun tak memiliki budget tinggi.

Secara desain, keduanya terlihat cukup berbeda dari generasi tahun lalu, mengusung modul kamera yang lebih mirip Poco F3. Dengan dua sensor besar dan satu sensor kecil di tengahnya, pihak Xiaomi mengaku bila mereka mendapat inspirasi dari desain alat perekam video jadul.

Baca juga: Xiaomi MIUI Pure Mode, Lindungi Smartphone dari APK Berbahaya

Meski terjangkau, material bodinya masih cukup premium. Selain bingkai yang terbuat dari plastik, bodi belakangnya pakai bahan kaca dengan finishing anti-glare bebas sidik jari. Dengan sudut-sudut yang dibuat sedikit melengkung, baik sisi bawah dan atas sama-sama dibekali speaker untuk efek stereo. Sebuah tren yang dimulai oleh Xiaomi hampir di seluruh lini perangkatnya.

Kedua seri Xiaomi Mi 11T ini punya dimensi yang sama persis, memiliki ketebalan 8,8mm. Yang membedakan hanya bobotnya saja, di mana versi Pro 1 gram lebih berate di 204 gram. Bagaimana dengan spesifikasi yang ditawarkan?

Xiaomi Mi 11T Pro Pakai Cip Snapdragon 888

Xiaomi Mi 11T

Hadir sebagai versi terbaik, Xiaomi Mi 11T Pro mengusung layar datar 6,67 inci di depan. Selain gunakan AMOLED yang sudah tersertifikasi A+ dari DisplayMate, refresh rate dan touch sampling rate cukup tinggi—120Hz dan 480Hz. Sudah mendukung konten HDR10+ serta kecerahan maksimum 1,000 nits.

Meski begitu, sensor sidik jarinya tetap diletakkan di bodi samping kanan, alih-alih gunakan in-display fingerprint sensor. Sementara pada sektor kamera, disiapkan sensor utama 108MP yang mendukung fitur pengambilan video sinematik, kamera ultra wide-angle 8MP, serta telemacro 5MP. Kamera depannya sendiri beresolusi 16MP.

Xiaomi Mi 11T

Jalankan chipset Snapdragon 888 (tanpa Plus), Xiaomi Mi 11T Pro tawarkan nilai jual menarik pada sistem pengisian dayanya. Dengan kapasitas 5,000 mAh, pengguna bisa mengisinya dari nol hingga penuh hanya dalam waktu 17 menit saja. Berkat dukungan 120W HyperCharge.

Xiaomi pun berani klaim bila 10 menit isi daya sudah cukup untuk penggunaan seharian, 11 jam telepon, 7 jam memutar video sampai 2 jam merekam video 1080p. Sementara untuk umur baterainya, setelah 800 kali isi daya bakal tetap memiliki kapasitas sekitar 80%, alias simulasi penggunaan selama sekitar dua tahun.

Ditenagai oleh Harman Kardon, jack audio 3,5mm tak bakal ditemukan pada Xiaomi Mi 11T Pro. Namun disematkan proteksi IP53 tahan debu serta cipratan air.

Hadir Pula Versi MediaTek, Harga Global Mulai Rp8 Jutaan

Xiaomi Mi 11T

Selain versi Pro, tentu saja juga hadir versi vanilla dengan beberapa penyederhanaan minor. Perbedaan utama hanya ada pada penggunaan chipset serta teknologi pengisian dayanya. Tak bersama Qualcomm, Xiaomi Mi 11T gunakan chipset Dimensity 1200-Ultra milik MediaTek. Sebuah cip kustom dengan fabrikasi 6nm.

Perbedaan kedua ada pada dukungan fast charging yang disematkan, di mana Xiaomi Mi 11T “hanya” mendukung 67W. Meski begitu, proses pengisiannya masih tergolong sangat cepat. Hanya memerlukan waktu 36 menit saja untuk baterai 5,000 mAh.

Karena perbedaan chipset, hanya Xiaomi Mi 11T Pro saja yang bisa rekam video sampai 8K 30fps atau 4K 60fps. Sementara versi standar hanya bisa hingga 4K 30fps. Speaker sama-sama stereo, namun Mi 11T tak punya branding Harman Kardon.

Nilai jual lain yang baru ditawarkan oleh Xiaomi lewat keduanya adalah jaminan pembaruan versi Android hingga 3 versi, membuatnya setidaknya mendapat update sampai Android 14. Begitu pula dengan keamanannya, bakal didukung sampai 4 tahun ke depan.

Lalu berapa harga masing-masing varian? Karena diluncurkan untuk global, maka jangan heran bila kurs-nya menjadi mahal saat dikonversikan. Untuk Xiaomi Mi 11T, dibanderol mulai EUR499 (Rp8,4 jutaan), sementara versi Pro di EUR649 (Rp10,9 jutaan).

Tinggalkan komen