alexa

Fossil Gen 6 Gunakan Snapdragon 4100+, Namun Tanpa Wear OS Terbaru

Jakarta, Gizmologi – Dengan semakin banyaknya pilihan smartwatch di pasaran, brand fashion juga tak ingin kalah untuk berikan penawaran terbaiknya bagi para konsumen. Tak sedikit dari mereka yang memilih untuk gunakan Wear OS milik Google, salah satunya adalah Fossil Gen 6 yang baru saja diumumkan.

Ya, pabrikan jam tangan mewah seperti Fossil dan Michael Kors baru saja perbarui lini jam tangan pintarnya dengan pembaruan internal yang penting. Karena beberapa isu hardware serta pemakaian yang cukup serius, terutama di beberapa seri smartwatch terdahulu dari Fossil yang berikan kesan kurang awet—bertabrakan dengan harga jual produknya.

Baca juga: Saingi Apple Watch SE, Fossil Gen 5E Hadir Mulai Rp3 Jutaan

Secara tampilan sendiri masih sama, di mana Fossil Gen 6 hadir dalam tujuh desain berbeda, disesuaikan dengan selera (dan 4 varian lain untuk Michael Kors). Rata-rata semuanya tersedia dengan case berbahan aluminum, dengan pilihan diameter 42mm dan 44mm, agar bisa menyesuaikan ukuran pergelangan tangan penggunanya.

Spesifikasi Fossil Gen 6, Mendukung Fast Charging

Fossil Gen 6

Smartwatch Fossil Gen 6 seluruhnya menggunakan layar sentuh AMOLED berdiameter 1,28 inci, memiliki kerapatan piksel tinggi mencapai 326 ppi. Sementara untuk bernavigasi, dibantu dengan tiga tombol yang ada di sebelah kanan. Di mana tombol bagian tengah juga berfungsi sebagai digital crown, bisa digulirkan ke atas dan ke bawah untuk navigasi tanpa menyentuh layar.

Peningkatan penting pertama yang hadir ke Fossil Gen 6 series adalah penggunaan chipset Snapdragon Wear 4100+. Imbuhan plus di akhir memberikan sebuah informasi bila chipset tersebut dilengkapi dengan always-on co-prosessor. Sebuah cip sekunder hemat daya yang bisa berikan pengalaman lebih responsif, sekaligus membuat baterai smartwatch lebih awet.

Dengan pembaruan ini, Qualcomm berani klaim bila performanya bakal meningkat 85% dari seri sebelumnya, plus konsumsi daya 25% lebih baik. Tak hanya itu, co-processor juga bisa tetap deteksi denyut jantung, jumlah langkah, berikan tampilan AOD lebih kaya sampai respon layar menyala lebih instan.

Fossil Gen 6

Bagaimana dengan daya tahannya? Fossil Gen 6 diklaim bisa menyala sampai 24 jam. Namun bila diperlukan, extended mode bisa diaktifkan dan smartwatch stylish ini bisa menyala sampai waktu berhari-hari. Peningkatan penting kedua, ada pada mekanisme isi dayanya.

Yang ‘menghantui’ seri smartwatch Fossil lawas adalah isu charging yang bisa memakan waktu lebih dari 5 jam, atau backplate yang bisa copot hanya dalam masa pakai singkat. Lewat Fossil Gen 6, pengguna hanya perlu mengisi daya selama 30 menit saja untuk mencapai 80%–diklaim dua kali lebih cepat daripada seri flagship kompetitor, katanya.

Punya Sensor Lengkap, Harga Mulai Rp4 Jutaan

Fossil Gen 6

Sementara untuk kualitas hardware lebih prima, digunakan material charging ring baru, dengan gabungan material metal yang terintegrasi ke bagian plastik dan lekukan bodinya, mencegah agar bagian bawah bisa lepas. Di dalamnya, terdapat sensor detak jantung yang lebih akurat, serta sensor untuk SpO2 alias tekanan oksigen dalam darah.

Spesifikasi lainnya meliputi penyimpanan internal 8GB, RAM 1GB, mikrofon serta speaker agar pengguna bisa angkat telepon langsung dari Fossil Gen 6. Sensor lain seperti GPS, NFC, Kompas sampai altimeter juga tersedia. Serta memiliki sertifikasi 3ATM untuk ketahanan airnya.

Yang disayangkan, untuk sebuah smartwatch yang dibanderol mulai USD299 (Rp4,2 jutaan), kamu masih harus menunggu hingga 2022 agar Fossil Gen 6 bisa jalankan Wear OS 3. Bahkan kabarnya di pertengahan kedua, membuat Galaxy Watch 4 nampak seperti penawaran lebih modern.

Tinggalkan komen