Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Startup Edutech dan Healthtech Bakal Terus Mendominasi di 2021

0 423

Sebagai salah satu pemodal ventura yang punya fokus investasi di Asia Tenggara, Jungle Ventures telah prediksi perusahaan rintisan atau startup kategori tertentu yang bakal tetap sukses hingga satu tahun mendatang. Yaitu di kategori teknologi pendidikan atau yang biasa disebut dengan edutech, dan teknologi kesehatan (healthtech).

Hal tersebut berkat peningkatan atau adopsi penggunaan yang tergolong masif serta cepat. Terutama selama tahun 2020, adanya pandemi COVID-19 membuat masyarakat lebih banyak untuk akses informasi kesehatan lewat perangkat mobile. Begitu pula dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sehingga konten edukasi juga lebih sering diakses lewat platform digital.

“Ketika sekolah ditutup dan rumah sakit sibuk dengan kasus positif COVID-19, sektor pendidikan dan kesehatan mengalami transformasi besar-besaran,” kata Managing Partner Jungle Ventures, David Gowdey lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (18/12). Ia menambahkan, peningkatan tingkat adopsi kedua kategori tersebut bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Kelas Pintar Luncurkan GURU, Pendamping Belajar di Luar Sekolah

Tingkat Kepercayaan Layanan Kesehatan & Edukasi Digital Meningkat

Halodoc

Menurut Gowdey, peluang untuk sektor edutech dan healthtech tercermin dari angka rasio perbandingan jumlah dokter dan tempat tidur rumah sakit per 1,000 penduduk yang tergolong rendah. Sektor-sektor tersebut sangat membutuhkan transformasi digital dengan cepat, dan sudah semakin banyak startup yang didanai untuk bantu atasi transformasi tersebut. Dengan arah yang lebih tepat dalam upaya adopsi pelanggan & monetisasi platform.

Kondisi pandemi yang terjadi sepanjang 2020 percepat proses masyarakat untuk percaya terhadap layanan daring. Dari yang awalnya masih rendah, seiring dengan kebiasaan dan proses pembelian daring, tingkat kepercayaan dan keyakinannya semakin tinggi. Didukung oleh sistem pembayaran yang juga semakin mudah dan beragam.

Ruangguru menjadi salah satu contoh aplikasi pendidikan yang masih ke dalam kategori edutech, berperan penting untuk kegiatan belajar mengajar secara digital. Menggelar pelatihan guru secara gratis, aplikasi ini diklaim sudah diakses oleh lebih dari 200 ribu guru di Indonesia. Sementara, dua aplikasi healthtech seperti Alodokter dan Halodoc alami lonjakan trafik hingga 600% sejak Maret 2020.

Ekonomi Internet di Indonesia Mendominasi Asia Tenggara

David Gowdey, Managing Partners Jungle Ventures
David Gowdey, Managing Partners, Jungle Ventures.

Untuk itu, adopsi digital menjadi krusial bagi pelaku bisnis dan konsumen, meningkatkan peluang startup untuk kembangkan kemampuan mereka sekaligus berkontribusi gerakkan perekonomian negara di masa depan. Menurut laporan eConomy 2020, ekonomi internet di Indonesia saat ini bernilai sekitar 44 miliar dollar AS, lebih besar dari gabungan tiga pasar di kawasan Asia Tenggara (Thailand, Vietnam dan Filipina).

Gowdey menambahkan, Indonesia bakal tetap menjadi pilar utama dalam ekosistem startup di Asia Tenggara, dari segi ukuran yang besar dan tingkat ekonomi yang kuat. “Indonesia memiliki jumlah populasi yang besar, dengan anak muda serta lebih dari 260 juta orangnya merupakan masyarakat yang melek digital,” jelasnya.

Selama diterapkan lockdown atau PSBB, masyarakat Indonesia mulai banyak memutuskan untuk mencoba platform daring, demi penuhi kebutuhan harian mereka. Termasuk untuk berbelanja, pesan-antar makanan, hiburan sampai pendidikan. Seperti laporan marketing yang sudah dirilis oleh Appsflyer kemarin, dari 813 juta install selama Januari – September 2020, aplikasi kategori hiburan dan makanan minuman menjadi favorit.

Dari nilai 44 miliar dollar AS ekonomi internet di Indonesia, sekitar 72%-nya dihasilkan melalui e-commerce, menyumbang hampir 50% dari total pasar e-commerce di Asia Tenggara. “Dengan ukuran pasar yang terus bertumbuh, terdapat kemampuan yang lebih besar untuk para pemula bisnis atau UMKM untuk mencapai tingkat skala yang substantial, dan menuju ke pertumbuhan yang menguntungkan,” tutup Gowdey.