HTC Vive Flow, Kacamata VR Ringkas Nirkabel Harga Rp7 Jutaan

Jakarta, Gizmologi – Berkomunikasi secara virtual memang menjadi metode yang banyak dipilih oleh masyarakat, terutama sejak adanya keterbatasan ke luar akibat berlangsungnya pandemi. HTC, brand yang mungkin dikenal rilis smartphone lebih dulu, baru saja merilis perangkat VR terbarunya, HTC Vive Flow. Berikan penggunaan yang berbeda.

Seperti yang Gizmo friends tahu, umumnya perangkat untuk AR/VR sangat bulky atau besar, karena memerlukan sensor khusus supaya terasa lebih nyata. HTC sendiri sudah mendirikan sub-bisnis yang fokus pada VR, yaitu Vive, telah ditemukan sejak 2016 lalu. Meski begitu, HTC Vive Flow punya tampilan dan kegunaan yang dirancang tak sama seperti seri-seri pendahulunya.

Baca juga: HTC Vive Pro 2, Headset VR yang Mampu Tampilkan Visual 5K

Tema yang dibawa adalah “mindfulness”, yaitu perhatian lebih terhadap kesehatan. Mulai dari rapat virtual, hingga memutarkan sebuah skenario khusus dengan efek suara, perangkat ini hadir sebagai cara baru untuk membuat penggunanya menjadi lebih tenang. Ya, target utama dari HTC Vive Flow sendiri adalah orang dewasa—mereka yang lebih mengutamakan ketenangan & kesehatan.

Bisa Menyala dengan Powerbank

HTC Vive Flow

Bila dibandingkan dengan produk yang diluncurkan sebelum-sebelumnya seperti Vive Focus 3, HTC Vive Flow punya harga yang lebih murah, dimensi jauh lebih kecil, juga tentunya fitur-fitur lebih terbatas. Bobotnya jauh lebih enteng—hanya 189 gram, tak sampai setengah dari Oculus Quest 2 di 500 gram.

Desainnya terlihat lebih simpel dan stylish, seperti kacamata biasa dengan aksen warna cerah. HTC Vive Flow bisa dilipat dan dimasukkan ke case—menjadi pembeda dari perangkat kacamata VR lainnya yang lebih susah dibawa. Di baliknya, terdapat dua layar yang masing-masing memiliki jumlah 1600 piksel, dengan 75Hz refresh rate dan sudut pandang 100 derajat.

HTC Vive Flow

Di antara kedua layar yang ditatap langsung oleh mata pengguna, terdapat lubang angin dengan sebuah kipas yang menarik udara di sekitar wajah, serta melepas udara hangat ke atas. Karena mengutamakan portabilitas, HTC Vive Flow tak perlu colok ke listrik langsung. Bahkan bisa menggunakan daya dari smartphone.

Dengan konektor USB-C, HTC merancang agar HTC Vive Flow hanya memerlukan daya 7,5W, sehingga bisa juga gunakan powerbank. Tanpa baterai, ada sebuah fitur “hot swap”, memungkinkan perangkat tetap menyala selama 5 menit ketika pengguna hendak mengganti sumber daya. Agar perangkat tak perlu dimatikan.

Fitur HTC Vive Flow Lebih Sederhana

HTC Vive Flow

Terdapat dua speaker dan dua mikrofon yang mendukung noise cancellation, dengan dukungan tambahan Bluetooth audio. Untuk pastikan kinerja berjalan lancar, HTC Vive Flow jalankan chipset Qualcomm XR1, ditambah dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB, tanpa slot kartu memori tambahan. Tak seperti perangkat VR lainnya, yang satu ini tak dilengkapi controller.

Satu-satunya cara untuk kendalikan konten di dalam hanyalah dengan menggunakan layar smartphone, sebagai alternatif serupa touchpad. Dirancang untuk digunakan dalam posisi stationery (sedang berdiam), perangkat ini sudah kompatibel dengan 100 aplikasi berbeda.

Peluncurannya dipromosikan dengan aplikasi meditasi dari Tripp, serta MyndVR yang berfungsi untuk berikan efek terapi menenangkan. Selain itu, pengguna juga bisa melakukan mirroring layar smartphone, untuk menontonnya lebih besar dengan kacamata VR satu ini.

Saat ini, HTC telah memulai penjualan HTC Vive Flow secara pre-order. Harganya? USD499 (Rp7 jutaan), dan diperkirakan mulai datang pada November 2021. Pengguna juga bakal diberikan bonus carrying case serta konten VR gratis, dan konsumen diberikan opsi berlangganan konten dengan harga USD5,99 atau Rp84 ribu per bulannya.

Tinggalkan komen