Jakarta, Gizmologi – Rumor mengenai harga PlayStation 6 (PS6) yang jauh lebih mahal dibanding generasi sebelumnya kembali menguat. Dalam sesi tanya jawab setelah pertemuan Gaming & Network Services Sony, CEO Sony Interactive Entertainment Hideaki Nishino memberikan sinyal bahwa perusahaan tidak berencana menjual konsol generasi berikutnya dengan kerugian besar.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa harga PS6 bisa menyentuh kisaran US$900 hingga US$1.000 saat peluncuran. Jika benar, angka tersebut akan menjadikan PS6 sebagai salah satu konsol PlayStation termahal yang pernah dirilis Sony.
Meski belum mengungkap harga resmi maupun jadwal peluncuran, Sony menegaskan bahwa strategi mereka saat ini berbeda dibanding era konsol sebelumnya yang kerap mengandalkan subsidi harga untuk menarik lebih banyak pengguna di awal siklus produk.
Baca Juga: VGHF Soroti Hilangnya Game Fisik, Industri Dinilai Belum Punya Solusi Pelestarian Game
Sony Fokus pada Nilai di PS6, Bukan Harga Murah

Dalam pernyataannya, Nishino mengatakan bahwa penjualan perangkat PlayStation sejauh ini masih berjalan sesuai rencana meskipun perusahaan telah beberapa kali menaikkan harga hardware di sejumlah wilayah. Menurutnya, Sony tidak melihat adanya penurunan permintaan yang signifikan akibat kebijakan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Sony pada prinsipnya tidak ingin menjual hardware dengan kerugian besar. Sebaliknya, perusahaan akan terus memantau kondisi pasar dan menentukan harga yang dianggap kompetitif sekaligus tetap menguntungkan bagi bisnis mereka.
Nishino menambahkan bahwa nilai utama PlayStation bukan terletak pada spesifikasi perangkat semata, melainkan pengalaman bermain yang ditawarkan. Menurut Sony, konsol gaming masih memiliki keunggulan dibanding perangkat umum karena mampu memberikan akses yang lebih cepat dan sederhana ke berbagai game.
Kenaikan Biaya Komponen Jadi Tantangan
Di sisi lain, kondisi industri saat ini memang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Harga komponen seperti memori DRAM masih mengalami tekanan akibat tingginya permintaan dari industri AI dan pusat data. Kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat elektronik, termasuk konsol game, ikut meningkat.
Laporan dari sejumlah analis industri bahkan memperkirakan krisis pasokan memori belum akan benar-benar mereda hingga setidaknya tahun 2028. Jika kondisi ini berlanjut, Sony kemungkinan harus menentukan harga PS6 lebih tinggi dibanding PS5 untuk menjaga margin keuntungan.
Meski demikian, semua informasi terkait harga PS6 saat ini masih berupa spekulasi. Sony belum mengumumkan harga resmi maupun spesifikasi final perangkat. Namun, komentar terbaru dari jajaran eksekutif perusahaan menunjukkan bahwa konsumen mungkin perlu bersiap menghadapi harga konsol generasi berikutnya yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

