Jakarta, Gizmologi – Setelah sempat diumumkan pada akhir tahun lalu dan mengalami penundaan cukup panjang, Valve mengungkap harga resmi Steam Machine. Perangkat gaming berbasis SteamOS ini diposisikan sebagai alternatif antara konsol dan PC gaming tradisional, dengan desain ringkas serta dukungan penuh terhadap ekosistem Steam.
Valve menawarkan dua varian penyimpanan untuk Steam Machine. Model 512GB dibanderol US$1.049, sementara versi 2TB dijual seharga US$1.349. Bagi pengguna yang menginginkan Steam Controller, Valve juga menyediakan paket bundling dengan harga lebih tinggi. Menariknya, perusahaan tetap memberikan opsi bagi pengguna untuk memakai kontroler lain yang sudah dimiliki.
Penjualan Steam Machine sendiri tidak dilakukan secara langsung. Valve menerapkan sistem pendaftaran terlebih dahulu melalui Steam Store hingga 25 Juni. Setelah periode pendaftaran berakhir, perusahaan akan melakukan proses undian untuk menentukan siapa saja yang berhak membeli perangkat tersebut. Pendekatan ini mengingatkan pada strategi distribusi produk teknologi yang stok awalnya terbatas.
Baca Juga: Ayaneo Pocket Micro 2 Resmi Diumumkan, Tinggalkan Helio G99 untuk Chipset Snapdragon
Spesifikasi Menarik dengan Fokus Fleksibilitas

Di balik dimensinya yang relatif ringkas, Steam Machine mengusung prosesor AMD Zen 4 enam inti dan dua belas thread dengan kecepatan hingga 4,8GHz. Sementara untuk grafis, perangkat ini mengandalkan GPU AMD RDNA3 dengan 28 Compute Units yang mampu berjalan hingga 2,45GHz.
Valve juga membekali perangkat ini dengan RAM DDR5 16GB dan memori grafis GDDR6 8GB. Meski konfigurasi RAM bawaan masih menggunakan satu modul 16GB dalam mode single-channel, pengguna dapat melakukan upgrade sendiri berkat ketersediaan dua slot memori. Penyimpanan berbasis M.2 SSD serta slot microSD juga memberikan fleksibilitas tambahan bagi pengguna yang ingin memperluas kapasitas di kemudian hari.
Harga Jadi Sorotan Utama

Meski spesifikasinya cukup menarik, harga Steam Machine berpotensi menjadi perdebatan. Dengan banderol mulai dari US$1.049, perangkat ini berada jauh di atas harga konsol seperti PlayStation 5 Pro maupun model PlayStation 5 standar. Bahkan untuk sebagian pengguna PC, harga tersebut bisa digunakan untuk merakit desktop gaming dengan performa yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Steam Machine menawarkan nilai berbeda yang tidak dimiliki konsol tradisional. Pengguna mendapatkan perangkat berbasis PC dengan sistem operasi SteamOS, dukungan upgrade komponen tertentu, serta akses ke pustaka game Steam yang sangat luas. Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman PC gaming dalam format yang lebih sederhana dan ringkas, Steam Machine bisa menjadi pilihan menarik.
Namun pada akhirnya, keberhasilan Steam Machine kemungkinan akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons kombinasi antara desain compact, fleksibilitas ala PC, dan harga yang tidak bisa dibilang murah. Dengan persaingan yang semakin ketat antara konsol, handheld gaming, dan PC rakitan, Valve menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa Steam Machine memiliki tempat tersendiri di industri gaming saat ini.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

