Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Inilah 8 Prediksi Teknologi yang Bakal Berkembang di 2021

0 263

Hadirnya pandemi COVID-19 yang melanda global di tahun 2020 memaksa hampir seluruh industri untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Tujuannya tentu saja, agar bisa survive atau demi bisnis yang berkelanjutan. Sudah memasuki awal 2021, Amazon Web Services (AWS) prediksikan tren teknologi dan perkembangan yang ada di masa mendatang.

Tak hanya perusahaan besar saja, unit bisnis kecil seperti UMKM hingga pemerintah pun harus merombak sistem mereka dari segala lini, bila sebelumnya belum mengadaptasi teknologi agar bisa terus bertahan melewati era pandemi. Satu tahun berlalu, Dr. Werner Vogels, Chief Technology Officer Amazon menuangkan pemikirannya dan merancang sebuah analisa.

Analisa tersebut berisi delapan prediksi utama tentang teknologi-teknologi beserta pengembangannya yang bakal punya peran lebih penting di tahun ini, bahkan sampai tahun-tahun berikutnya. Disampaikan oleh Paul Chen, Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS pada sebuah konferensi pers virtual, ia sebutkan bila predisiknya sangat relevan dengan dinamika Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Seperti apa?

Baca juga: AWS Siapkan Solusi Cloud Menyeluruh untuk Bisnis di 2021

Adaptasi Cloud yang Lebih Luas

Flou Cloud computing network
Ilustrasi cloud network (Foto: 123rf/bluebay)

Selayaknya cara bekerja yang kini bisa di mana saja, perusahaan akan mulai meninggalkan sistem penyimpanan yang tersentralisasi seperti pusat data (data center). Aplikasi berbasis cloud bakal makin banyak ditemukan untuk kegunaan seperti di atas kapal hingga pesawat terbang. AWS sendiri telah meluncurkan beberapa layanan untuk mendukung hal ini, seperti IoT Greengrass dan Outposts.

AWS Outposts dapat bawa ekosistem cloud ke lingkungan on-premises milik perusahaan. Diperkuat AWS Wavelength yang mampukan sektor telekomunikasi untuk selenggarakan jaringan 5G. AWS sendiri telah selesaikan pembangunan 24 Region, 5 local zones di Amerika Serikat, 12 proximity zones plus 6 Region baru. Salah satunya Jakarta, bakal selesai tahun ini.

Era Internet Machine Learning

Kehadiran big data di lebih banyak sektor seperti farmasi, riset dan kepemerintahan memicu adanya ledakan data. Banyaknya data yang harus dianalisa menuntut penggunaan tools yang punya fungsi ingestion, serta agregasi dengan model machine learning. Di mana saat ini, machine learning sudah sampai ke beragam industri, bahkan di dunia pertanian.

AWS sendiri sudah sediakan solusi machine learning, yang sudah dimanfaatkan untuk salah satu startup asal Indonesia. HARA memiliki visi untuk hadirkan tranformasi digital kepada 1 juta petani Indonesia. Lewat machine learning, petani kecil dapat menjangkau lembaga kreditur lewat unggahan data sebagai indikator penting, seperti proyeksi hasil panen dan lainnya.

HARA juga dapat mengirimkan hasil panen ke daerah-daerah yang paling membutuhkan makanan. Dengan AWS ML stack, ada banyak solusi machine learning yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari pengenalan gambar, suara dan teks, pencarian, chatbot, prakiraan hingga deteksi upaya penipuan.

Visual dan Audio Bakal Mendominasi Lebih dari Teks

Snapchat Lens

Sama seperti tren media sosial yang berubah dari mengetikkan teks di Twitter ke unggah foto/video lewat Instagram. Pengguna internet mulai merasa lebih senang untuk berbagi medi visual hingga suara. Menambah dimensi kenyamanan baru bagi pengguna, terutama mereka yang memiliki isu seperti buta huruf atau kesulitan mengetik.

AWS sendiri mencontohkan pemanfaatan suara untuk perintah pekerjaan esensial. Seperti perusahaan Cowtribe di Ghana, di mana untuk isi ulang pasokan makanan, vaksin hingga bahan esensial lainnya hanya dengan mengirimkan perintah suara sederhana.

Teknologi yang Mendorong Transformasi Digital

Adanya pembatasan mobilitas selama pandemi mempercepat proses transformasi digital. Sebagai contoh, administrasi kota kini dapat gunakan teknolog analitika data untuk analisis pola pergerakan pejalan kaki. Informasi-informasi yang didapat bisa diolah untuk peningkatan kesehatan publik.

Nantinya, wawasan-wawasan dari data yang tersimpan bisa juga diolah untuk ciptakan pengalaman wisata yang lebih menyenangkan, seperti stadion dan museum. AWS terangkan, di Indonesia sendiri diterapkan dalam perencanaan kota untuk ibu kota baru di daerah dua kabupaten di Kalimantan Timur.

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Meningkat

Paket IMClass 30GB Indosat
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (Foto: 123rf/Prasit Rodphan)

Meski sebelum pandemi sudah cukup banyak kampus yang tawarkan kursus daring, masih banyak institusi pendidikan (termasuk Indonesia) yang masih harus beroperasi secara luring. Dalam artian, dating ke sekolah atau kampus untuk belajar, lalu kembali ke rumah. Kini ‘terpaksa’ ditransformasi agar bisa diadakan secara daring.

Tahun ini dinilai bakal jadi pembuktian seberapa suksesnya pembelajaran daring sebagai fasilitator pelajar. Meski memang, ada beberapa benefit yang bisa dirasakan. Seperti anak yang sedang sakit masih bisa mengikuti kelas daring meski tak maksimal.

Bisnis Skala Kecil Bakal Berlomba Implementasi Cloud

Kawasan Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara (khususnya Indonesia) bakal jadi beberapa negara yang mayoritas pelaku bisnisnya terdiri dari UMKM, dan mengimplementasi teknologi seperti cloud. Hal tersebut karena diperkirakan mereka tak terbebani oleh teknologi lama, dan terbuka dengan teknologi baru.

Di Indonesia sendiri, startup Warung Pintar memanfaatkan layanan cloud AWS sebagai infrastruktur teknologi, mampukan pemilik warung untuk terapkan inovasi pada operasional bisnis seperti inventarisasi, analitika penjualan sampai pembayaran non-tunai. Tanpa perlu repot memikirkan infrastruktur teknologi dengan biaya atau anggaran yang besar.

Tumbuhnya Teknologi Quantum Computing

Setelah dulu hanya sekadar mimpi, quantum computing mulai perlahan tersedia secara riil, diawali dengan lembaga riset atau perusahaan terkemuka saja yang menggunakannya terlebih dahulu. Hingga kini, AWS sendiri memiliki sebuah layanan quantum computing bernama Amazon Braket, mudahkan ilmuwan dan pengembang untuk menjelajah & bereksperimen dengan quantum computing.

Di 2019, Amazon Braket hanya tersedia bagi dua kelompok tersebut saja. Sampai kemudian di 2020, dinyatakan tersedia untuk semua orang dan bisa digunakan mulai harga 30 sen saja. Meski masih sangat awal, penting untuk menjamin ketersediaan quantum computing supaya bisa digunakan oleh mereka yang punya ide-ide besar untuk diwujudkan.

Menjelajah Luar Angkasa Sebagai Lini Terakhir

Menurut Paul Chen, luar angkasa atau antariksa sedang menjadi bidang yang diminati banyak lembaga dan organisasi, termasuk AWS sendiri. Teknologi satelit, misalnya, memiliki banyak fungsi seperti membuat proyeksi pasokan pangan, menjaga biota bawah laut, ramalan cuaca, pengamatan fenomena alam dan sebagainya.

Indonesia juga bakal bisa memanfaatkan teknologi satelit dengan maksimal, sebagai negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Pemindaian tak perlu lagi dilakukan secara horizontal, yang kemudian memakan waktu, biaya dan tenaga. AWS juga sediakan solusi Ground Station untuk kendalikan proses komunikas dengan satelit, tanpa harus bangun infrastruktur stasiun bumi sendiri.