Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Langkah Huawei Lepas dari Google dengan Merilis Petal Search, Maps, dan Docs

1 548

Mencermati perkembangan Huawei memang menarik. Dari perusahaan jaringan yang melebarkan sayap ke perangkat ponsel. Awalnya dikenal dengan ponsel feature murah yang dibundling dengan operator seperti Hape Esia Hidayah. Kemudian berusaha naik kelas dengan merilis smartphone premium, namun kesulitan karena branding low-end yang masih kuat. Hingga menemukan momentum setelah berkolaborasi dengan Leica.

Setelah itu, laju Huawei seperti tak terbendung. Meski di Indonesia masih tetap mengalami struggling karena terhambat dengan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang membuatnya sulit berkembang. Karena Huawei tidak berani untuk investasi membangun pabrik sendiri, tapi memilih sewa.

Begitu mau melesat, tantangan yang lebih besar lagi muncul. Tahun 2019 kemarin, Huawei menjadi korban perang dagang Amerika vs China. Setelah bisnis jaringannya diblokir pemerintah Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara sekutunya, unit bisnis perangkat (CBG) yang kena imbasnya.

Salah satu dampak yang paling signifikan adalah tertutupnya akses ke layanan Google. Meski menjadi masalah terberat, di sisi lain justru membuat mereka makin inovatif. Mereka sampai menyiapkan Harmony OS meski belum adakan dipakai di smartphone karena masih diperbolehkan memakai sistem operasi Android, selama tidak ada layanan Google.

Nah, di segmen layanan ini Huawei mulai agresif melakukan pengembangan. Dimulai dari App Gallery yang merupakan gerbang utama untuk mendapatkan aplikasi Android, sebagai alternatif dari Google Play Store. Meski koleksi aplikasi di App Gallery masih belum lengkap untuk menunjang kebutuhan pengguna, namun penambahannya cukup besar. Makin mendekati Google Play Store kecuali untuk sejumlah aplikasi esensial.

Bersamaan dengan peluncuran Huawei Mate 40 Series, raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut  mengumumkan sejumlah perkembangan baru dalam ekosistem Huawei Mobile Services. Mereka merilis Petal Search, Petal Maps, dan HUAWEI Docs. Sederet layanan tersebut – sebagai alternatif Google Search, Google Maps, dan Google Docs – untuk meningkatkan pengalaman digital pengguna Huawei, dan beberapa pemutakhiran lainnya.

Baca Review Huawei P40 Pro Plus: Kamera Saku Leica Paling Canggih

Petal Search

petal search gizmologi

Aplikasi mesin pencari informasi (search engine) yang resmi dari Huawei, Petal Search kini tersedia di lebih dari 170 negara dan wilayah, serta mendukung lebih dari 50 bahasa. Dengan Petal Search, pengguna mudah dan cepat menemukan informasi dan layanan yang dibutuhkan.

Petal Search menawarkan fitur-fitur pencarian informasi dalam lebih dari 20 kategori, termasuk aplikasi, berita, video, gambar, belanja, penerbangan, dan bisnis lokal. Peta Search juga mengembangkan dan mengintegrasikan beragam perangkat, seperti cuaca, kalkulator, nilai tukar mata uang, bahkan paper query agar pengguna mudah memperoleh informasi harian.

Lewat versi terbaru, pencarian informasi kini lebih sarat visual. Hasil pencarian informasi kini tersaji dalam format information card, ketimbang tautan situs yang sederhana. Dengan demikian, pengguna mendapatkan informasi yang berguna secara langsung hanya dengan beberapa klik.

Mengandalkan fitur-fitur AI pada perangkat Huawei, Petal Search membantu pengguna untuk mencari informasi dengan mengambil foto atau gambar lewat fitur pencarian visual. Petal Search mengenali beragam benda seperti orang, hewan, dan lokasi penting. Ke depan, Petal Search segera menghadirkan fitur-fitur baru seperti identifikasi tanaman.

Misalnya, pengguna hanya cukup memotret makanan, lalu Petal Search akan menyajikan resepnya. Fitur pencarian informasi dengan suara (search feature) juga terintegrasi dalam aplikasi, tersedia dalam bahasa Inggris, Spanyol, Perancis, Arab, dan lain-lain. Sederet fitur ini membantu Petal Search untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang terbiasa dengan gaya hidup efisien dan berorientasi pada perangkat seluler.

Lebih lagi, lewat kerja sama dengan mitra-mitra global dan lokal, Petal Search aktif mengembangkan layanan pencarian informasi tentang aktivitas harian di wilayah setempat. Dengan demikian, pencarian informasi lebih berbasis pada lokasi dan skenario. Ketika pengguna mencari konten tentang aktivitas harian di wilayah lokal, Petal Search menyajikan informasi lokal yang bermutu tinggi dan paling populer, seperti rekomendasi personal atau tempat makan terdekat, objek wisata lokal yang layak dikunjungi, serta diskon belanja.

Petal Maps

Petal Maps adalah perangkat pemetaan dan navigasi dari Huawei sebagai alternatif Google Maps. Petal Maps menawarkan layanan penentuan lokasi (positioning), tampilan peta yang menarik, pencarian lokasi, navigasi ketika mengemudi, dan daftar tempat favorit kepada pengguna di lebih dari 140 negara dan wilayah. Petal Maps mendukung tampilan peta dalam berbagai bahasa dengan notifikasi suara dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman, Italia, dan Mandarin.

Petal Maps juga dilengkapi fitur-fitur mutakhir yang menyajikan informasi terkini tentang angkutan umum di beberapa kota utama. Dengan demikian, pengguna angkutan umum dapat merencanakan perjalanan secara lebih baik, dan tidak khawatir saat bepergian. Didukung sejumlah teknologi yang penuh terobosan seperti Super GNSS dan algoritma pemindaian gambar (image recognition), Petal Maps terus meningkatkan akurasi, serta memberikan rute-rute yang paling efisien dan tak terlalu padat.

Berkat fitur Gesture Control pada perangkat HUAWEI Mate 40 Series, pengemudi dapat mengganti-ganti tampilan navigasi dan peta hanya melalui “air press” di atas layar ponsel dengan telapak tangannya. Interaksi canggih ini sangat meningkatkan kenyamanan perjalanan, serta membantu cara berkemudi yang aman.

Huawei Docs

Berbeda dengan dua layanan sebelumnya yang memakai nama Petal, untuk aplikasi pengolah dokumen ini tetap memakai nama Huawei. Ya, pesaing dari Google Docs ini bernama HUAWEI Docs. Saat ini, aplikasi tersebut tersedia di lebih dari 100 negara dan wilayah, mendukung fitur membaca dan mengedit dokumen dalam 50 lebih format, termasuk PDF, PPT, dan DOC.

Dengan fitur sinkronisasi secara seketika yang didukung fitur cloud, HUAWEI Docs membantu pengguna untuk mengerjakan dokumen serupa pada beragam perangkat yang memiliki HUAWEI ID yang sama sehingga mewujudkan pengalaman smart office.

Didukung dua juta pengembang aplikasi global, ekosistem Huawei Mobile Services terus berkembang pesat. Sebagai salah satu dari tiga besar app marketplace global, AppGallery terus menghadirkan berbagai aplikasi global dan lokal yang populer kepada lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. HUAWEI Quick App juga mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 260% dalam jumlah pengguna aktif bulanan berkat penggunaan tap-to-use dan installation-free.

Pertanyaannya, mampukah segala upaya yang dilakukan Huawei ini bisa membuat pengguna smartphone di luar China untuk beralih? Mari kita pantau terus perkembangannya.