Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mediatek: 5G Akan Mendorong Streaming Game Berbasis Cloud

1 755

Game bukan sekadar hobi, tapi sudah menjadi industri. Berbagai riset menunjukkan potensi yang tinggi. Sehingga pelaku industri pun tergiur untuk ambil bagian, terutama mobile gaming yang kian populer.

Selama ini, mobile gaming menuntut daya dan kinerja yang tinggi dan memakan banyak sumber daya smartphone. Namun, seiring dengan konektivitas internet yang makin reliable di negara maju, muncul tren baru streaming game atau game yang berbasis Cloud. Ini artinya game berjalan di server jarak jauh (Cloud) dan bukan di perangkat.

Di tataran global, ada Google yang mempunya platform gaming berbasis cloud, Stadia. Sementara di Indonesia sendiri, ada pemain lokal yakni SkyeGrid yang juga cukup dikenal bahkan sampai negara tetangga. Dengan cloud gaming, kita mengirimkan input kendali ke server, yang kemudian memroses aksinya, melakukan render, dan kemudian mengirimkan hasilnya – sebuah stream tampilan yang sudah dikompres – kembali ke perangkat kita.

Baca juga: Ini Langkah Telkomsel Dukung Ekosistem Game Indonesia

Kelebihan Cloud Gaming

Cloud gaming stadia
Ilustrasi Cloud Gaming (Foto: Google)

Keunggulan dari hal ini adalah tidak ada batasan untuk kualitas gambar; kita bisa bermain dengan grafis yang tidak kalah dari game PC high-end, tapi tidak bikin ponsel cepat panas dan batere habis. Desain berbasis-layanan ini menghasilkan biaya perangkat yang bisa lebih rendah, memungkinkan game untuk bisa diakses khalayak yang lebih luas.

Jika kamu adalah pemain game multi-platform, memiliki kemampuan seperti Netfilix untuk memberhentikan game sebentar di sebuah smart tv dan kemudian terus bermain di smartphone ketika berada di luar rumah, merupakan hal yang sangat menarik. Yang penting smartphone kita tetap bisa terhubung ke internet, melakukan decoding video, dan Bluetooth tetap terkoneksi ke pengendali, dan kita bisa terus bermain game di perangkat mana pun seperti layaknya sekarang kita menonton video YouTube: di mobil, di rumah, di mana saja.

Saat ini, salah satu batasan layanan streaming game adalah sering terjadi jeda karena latensi antara pemain-server-pemain terlalu besar. Dengan teknologi 5G, masalah latensi ini akan hilang karena teknologi 5G berfokus pada, salah satunya, konektivitas latensi rendah (URLLC – Ultra-Reliable Low-Latency Communication). Harapannya adalah 5G URLLC akan menciptakan sebuah titik infleksi dan memampukan permainan game real-time seperti layaknya melakukan pemrosesan langsung di perangkat.

Dan karena 5G tidak hanya untuk smartphone, berbagai perangkat akan diuntungkan. Di Inggris, misalnya, operator Three telah mengungkapkan idenya untuk mengganti koneksi pitalebar rumah dengan router 5G berkat kecepatan yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan koneksi yang lebih handal. Ini akan memungkinkan berbagai perangkat rumah pintar seperti televisi cerdas untuk menikmati 5G seperti layaknya smartphone.

Peran MediaTek

MediaTek Dimensity 720JS Pan, General Manager, Wireless Communication System and Partnership, MediaTek, mengatakan pihaknya saat ini berada di posisi terbaik untuk membantu berbagai perusahaan menjawab tantangan layanan streaming game.

Menurutnya, keahlian ‘media” merupakan salah satu inti dari MediaTek sejak didirikan lebih dari 20 tahun lalu. “Kekayaan intelektual MediaTek dalam encoding/decoding IP dengan efisien dan efektif bisa memberikan keunggulan bagi pengalaman pengguna dalam gaming yang berbasis cloud, dan sebagai salah satu kontributor utama dalam spesifikasi 5G, MediaTek siap untuk memampukan perangkat-perangkat 5G,” kata JS Pan.

MediaTek juga salah satu perusahaan semikonduktor global dengan penetrasi pasar yang luas di smartphone, rumah cerdas, hiburan di kendaraan, dan di sisi streaming juga menawarkan konektivitas ASIC baru untuk Enterprise dan Data Center. Singkatnya, gaming bersama MediaTek saat ini sudah luar biasa, dan MediaTek siap memberdayakan layanan-layanan gaming masa depan.