Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Riset Kredivo: Opsi Pembayaran Berkala Tingkatkan Transaksi di E-Commerce

0 289

Siapa di antara Gizmo friends yang lebih sering mengakses situs e-commerce lokal selama pandemi? Tidak sekadar untuk berbelanja, kegiatan ini juga bisa dianggap seperti “window shopping” layaknya jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Bedanya, dilakukan secara digital, diakses hanya dari rumah. Atau malah lebih sering bertransaksi karena kemudahan akses?

Nampaknya sifat konsumtif untuk membeli barang atau bertransaksi di e-commerce memang meningkat, meski pandemi sedang berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan Data dari Bank Indonesia, yang telah mencatat peningkatan volume transaksi belanja di e-commerce, dilakukan sebanyak 383,5 juta kali pada kuartal 2 (April – Juni) 2020.

Jumlah tersebut naik sebanyak 39,05%, jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020 yang mencatat transaksi sebanyak 275,8 juta kali. Penyebabnya cukup variatif, termasuk dari adanya penambahan pengguna baru yang tingkatkan jumlah transaksi di e-commerce. Ini membuktikan peran ekosistem digital yang semakin solid di tengah pandemi, terlebih dalam turut menjaga daya beli masayarakat.

Baca juga: Kepercayaan Konsumen Terhadap E-Commerce Naik Sepanjang 2019

Naiknya Transaksi Mampu Pulihkan Ekonomi Nasional

Kredivo

Pergeseran pola perilaku konsumen ke ranah daring sebagai dampak dari pandemi ini bisa dijadikan salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi nasional. Termasuk juga, kolaborasi dari fintech dan e-commerce yang semakin solid, mampu tingkatkan nilai rata-rata pembelian dan frekuensi transaksi. Salah satunya adalah Kredivo, sebagai platform kredit digital yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Telah bermitra dengan lebih dari seribu merchant di Tanah Air, Kredivo mencatat penggunaan opsi pembayaran berkala mampu meningkatkan nilai rata-rata pembelian merchant hingga 50%. Frekuensi transaksi pada merchant yang menggunakan Kredivo juga menjadi empat kali lebih sering dalam setahun, dibandingkan pengguna yang menggunakan metode pembayaran lainnya.

Dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi di Jakarta (22/9), Lily Suriani selaku General Manager Kredivo Indonesia menjelaskan jika kemudahan akses serta opsi pembayaran secara berkala dari fintech diharap mampu menjaga daya beli masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus pemulihan ekonomi nasional, terlebih di tengah pemberlakuan PSBB di ibukota.

Insight menarik lainnya juga ditemukan oleh riset Kredivo dan Katadata Insight Center, terkait dengan pola perilaku konsumen. Perbedaan gender ternyata berpengaruh dalam hal loyalitas maupun rata-rata transaksi. 33% konsumen perempuan cenderung bertahan di satu marketplace, dibandingkan konsumen pria yang hanya sebesar 15%.

Gender dan Umur Pengaruhi Pola Pembelian di E-Commerce

kampanye belanja Lazada.Foto oleh lifehack.org

Sementara dalam hal bertransaksi, perempuan diketahui lebih sering berbelanja, dengan rata-rata transaksi 26 kali dalam satu tahun, lebih tinggi dari pria sebanyak 14 kali. Namun dalam hal nilai transaksi, pria mengeluarkan uang 83% lebih banyak dalam satu kali transaksi. Dan dalam riset yang sama, semakin tua konsumen, barang yang dibeli lebih sering adalah kebutuhan rumah tangga.

Sepanjang semester pertama tahun ini, tercatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada kategori home appliances atau peralatan kebutuhan rumah, di samping barang-barang pokok dan barang hobi lainnya. Proporsi konsumen di atas 25 tahun dan pendapatan lebih dari Rp5 juta yang membeli produk peralatan rumah tangga lebih tinggi daripada kelompok umur dan pendapatan lainnya.

Untuk terus tingkatkan pertumbuhan transaksi di e-commerce, Kredivo berikan fitur Zero-click Checkout untuk proses pembayaran yang mulus dan tentunya cashless. Juga metode pembayaran berkala berupa Paylater hingga 12 bulan, dengan proses registrasi mudah melalui e-KYC. Dua fitur tersebut diharap dapat menjadi stimulus yang tepat untuk turut mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.