Jakarta, Gizmologi – Acer kembali mencoba menggeser standar monitor gaming lewat peluncuran Predator XB273U F6 yang diklaim mampu mencapai refresh rate hingga 1000 Hz. Angka ini terdengar seperti mimpi bagi gamer kompetitif, terutama di tengah tren monitor 360 Hz yang kini mulai dianggap wajar.
Pengumuman Acer Predator XB273U F6 juga datang bersamaan dengan sederet produk lain, mulai dari monitor QD OLED, monitor 5K, layar profesional 6K, hingga proyektor laser 4K. Strateginya jelas, Acer ingin menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bermain di satu segmen, tetapi membangun ekosistem tampilan dari gamer kasual sampai kreator profesional.
Namun di balik angka bombastis dan jargon teknis, tetap ada pertanyaan besar. Apakah inovasi seperti 1000 Hz benar benar relevan untuk kebanyakan gamer, atau hanya menjadi ajang pamer teknologi yang sulit dimanfaatkan secara nyata.
Baca Juga: MediaTek Dikabarkan Siap Rilis Dua Chipset Baru 15 Januari
Predator XB273U F6 Dorong Batas Kecepatan

Predator XB273U F6 membawa panel IPS 27 inci beresolusi QHD dengan refresh rate 500 Hz, yang bisa melonjak hingga 1000 Hz saat resolusi diturunkan ke 720p lewat mode Dynamic Frequency and Resolution. Untuk skena esports seperti CS2 atau Valorant, ini jelas menarik karena setiap milidetik bisa menentukan kemenangan.
Masalahnya, manfaat 1000 Hz ini hanya bisa dirasakan di resolusi rendah, yang artinya kualitas visual harus dikorbankan. Selain itu, untuk benar benar menembus ratusan frame per detik, pengguna tetap membutuhkan GPU kelas atas. Di titik ini, inovasi Acer terasa seperti teknologi eksperimental yang hanya bisa dinikmati segelintir pemain.
QD OLED, 5K, dan Layar 6K untuk Segmen Berbeda
Di sisi lain, Predator X34 F3 dengan panel QD OLED 360 Hz menawarkan keseimbangan yang lebih masuk akal antara kualitas visual dan performa. Warna tajam, kontras ekstrem, serta response time super rendah membuatnya relevan bukan hanya untuk gamer, tetapi juga penikmat konten visual.
Sementara itu, Nitro XV270X P dengan resolusi 5K dan ProDesigner PE320QX beresolusi 6K menunjukkan bahwa Acer tidak melulu mengejar kecepatan. Layar layar ini cocok untuk kreator, meski harga dan kebutuhan hardware pendukungnya jelas tidak ramah untuk pengguna umum. Inilah sisi lain dari jajaran terbaru Acer, impresif di atas kertas, tetapi belum tentu praktis di dunia nyata.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



