Kembalinya Formula 1 ke Sirkuit Internasional Sepang pada 2–4 Oktober 2026 setelah sembilan tahun absen menjadi momentum yang kembali menarik perhatian penggemar di Malaysia. Namun, antusiasme terhadap balapan juga dimanfaatkan pelaku penipuan online. Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang menyamar sebagai toko merchandise F1 dan menawarkan pakaian tim maupun memorabilia.
Situs-situs tersebut menggunakan identitas visual F1, foto pembalap dan tim, serta klaim sebagai toko merchandise resmi atau bersertifikat. Beberapa bahkan dibuat menyerupai toko online pada umumnya, lengkap dengan fitur pencarian produk, akun pengguna, keranjang belanja, hingga opsi pengiriman internasional.
Masalah utama muncul ketika calon pembeli masuk ke tahap checkout. Informasi pribadi dan data pembayaran yang dimasukkan ke situs palsu berpotensi jatuh ke tangan penipu. Dalam skenario lain, pembayaran bisa tetap dilakukan meski barang yang dipesan tidak pernah dikirim. Karena itu, tampilan profesional sebuah toko online belum cukup menjadi indikator bahwa situs tersebut benar-benar resmi.
Baca Juga: Micron Cetak Rekor 2026, Pendapatan Tahunan Tembus Rp2.388 triliun
Branding F1 Dimanfaatkan untuk Meyakinkan Korban

Menurut Kaspersky, penggunaan merek F1, pembalap, dan tim menjadi salah satu cara situs palsu membangun kepercayaan. Ketika penggemar menemukan merchandise tim atau pembalap favorit, rasa antusias dapat membuat mereka mengabaikan proses verifikasi sebelum melakukan transaksi.
Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk wilayah Asia Pasifik, mengatakan momentum acara besar dapat membuat konsumen kurang teliti. Ia menilai penggemar sebaiknya memastikan identitas penjual terlebih dahulu, terutama sebelum memasukkan informasi pribadi atau melakukan pembayaran.
Risiko dalam skema seperti ini bukan hanya kehilangan uang. Data yang diberikan ketika melakukan transaksi juga dapat menjadi target, termasuk informasi pribadi dan pembayaran. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat harga atau desain situs, tetapi juga memeriksa alamat URL, ejaan nama merek, serta status penjual atau mitra yang menawarkan merchandise tersebut.
Cara Menghindari Toko Merchandise Palsu
Kaspersky menyarankan penggemar memeriksa kembali keaslian toko sebelum membeli. Berbelanja melalui platform resmi atau pengecer yang sudah dikenal juga dapat mengurangi risiko penipuan pembayaran maupun pencurian data. Pengguna juga disarankan memakai solusi keamanan yang mampu mendeteksi halaman berbahaya dan upaya phishing.
Selain itu, aktivitas pembayaran perlu dipantau setelah transaksi dilakukan. Mengaktifkan notifikasi transaksi dan memeriksa mutasi rekening secara berkala dapat membantu pengguna mengetahui adanya transaksi yang tidak dikenal lebih cepat.
Kasus ini menunjukkan bahwa popularitas sebuah ajang olahraga dapat ikut dimanfaatkan untuk penipuan digital. Bagi penggemar F1, memastikan tempat membeli merchandise sama pentingnya dengan memastikan barang yang dibeli sesuai dengan yang diinginkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

