Banyak rumor yang mengatakan bahwa Apple siap untuk kembali ke pasar server, dan kali ini mereka kembali bersama dengan NVIDIA yang siap menjadi pondasi utamanya. Dulunya, Apple berada di pasar server bersama dengan Xserve yang merupakan pemasok untuk 1U Rackmount.
Jika kita lihat pada historinya, Apple memang sudah berada di pasar server sejak 1998 dengan mendirikan Macintosh Server G3 dan G4, dan bertahan hingga 2002. Nah, pada 2002 mereka menggandeng Xserve seperti yang sudah dijelaskan. Memang, Apple sendiri sudah memiliki pengalaman di pasar ini, dan pada era John Ternus nampaknya Apple ingin kembali berfokus ke pasar server.
Kali ini, bersama dengan raksasa teknologi ciptaan Jensen Huang, Apple dan NVIDIA tengah mempertimbangkan kembali pasar Server. Beberapa sumber, salah satunya dari The Star menjabarkan bahwa core unit dari server Apple akan ditenagai dengan M8 Ultra silicon dengan konfigurasi 4 chip berukuran besar.
Baca Juga: Fitur Keamanan Anak di iOS 27 Tersedia, Begini Cara Aturnya
Siapa Target Apple di Pasar Server?

Bersama dengan NVIDIA, Apple ingin menyasar para enterprise yang berfokus pada perkembangan AI dan AI Inference. Selain itu, Apple memiliki ambisi yang tinggi untuk bisa menyuplai kepada para jajaran pemerintah, sehingga ini menjadi roadmap yang tergolong sangat berambisi dari tim yang dipimpin oleh John Ternus.
Dipercaya juga bahwa dengan adanya server besutan Apple bisa membantu para developer dengan mengembangkan inovasi dan juga perkembangan AI di dunia, dan itu merupakan salah satu visi dari Jensen Huang sebagai pemasok NVLink Fusion. Maka dari itu, Apple dan juga NVIDIA bisa berkolaborasi sebagai dua raksasa teknologi dalam mengembangkan pasar server.
Tidak menutup kemungkinan ini menjadi ancaman para kompetitor, tetapi juga titik terang para developer dan para pelaku bisnis jika Apple dan NVIDIA benar-benar menjalankan strategi ini. Market Driver dari strategi ini juga akan memberikan kemudahan kepada para pengguna Mac Studio atau Mac Mini.
Kapan Proyeksi Ini Berjalan?
Sumber-sumber mengatakan bahwa proyeksi ini akan berjalan per 2029, karena Apple dan NVIDIA memang benar-benar mempersiapkan dan merealisasikan proyek kerjasama ini. SElain mengguncang pasar server, NVIDIA dan Apple juga ingin memberikan kontribusi lebih ke perkembangan AI.
Meski begitu, langkah Apple untuk kembali ke pasar server bukan berarti mereka akan langsung berhadapan dengan server berbasis GPU Nvidia. Fokus yang dilaporkan justru berada pada kebutuhan AI inference, yaitu menjalankan model AI yang sudah dilatih untuk menghasilkan respons secara langsung. Apple disebut sedang mempertimbangkan dua konfigurasi, yakni server dengan dua atau empat M8 Ultra yang saling terhubung.
Untuk menghubungkan chip tersebut, Apple dikabarkan mempertimbangkan NVLink Fusion milik Nvidia yang memang dirancang untuk memungkinkan berbagai jenis chip berkomunikasi dengan infrastruktur AI Nvidia.
Namun, rencana ini masih berada pada tahap pengembangan dan belum bisa dianggap sebagai produk yang sudah pasti hadir. Apple dan Nvidia juga belum mengonfirmasi kerja sama tersebut, sementara laporan menyebut bahwa proyek ini masih dapat berubah atau bahkan dibatalkan sebelum memasuki tahap produksi.
Tantangan lainnya adalah bagaimana Apple menyiapkan ekosistem software dan dukungan untuk enterprise, terutama karena kebutuhan server AI berbeda dengan perangkat Mac yang selama ini menjadi fokus Apple. Dukungan terhadap developer melalui framework seperti MLX juga akan menjadi bagian penting jika Apple benar-benar ingin membawa Apple Silicon ke lingkungan enterprise.
Jika benar terealisasi pada 2029, langkah ini akan menjadi perubahan besar bagi strategi Apple di pasar enterprise setelah mereka menghentikan Xserve pada 2011. Namun, masih terlalu dini untuk melihatnya sebagai kembalinya Apple ke bisnis server secara penuh. Untuk saat ini, proyek tersebut lebih tepat dipandang sebagai upaya Apple mengeksplorasi kebutuhan infrastruktur AI dengan memanfaatkan kekuatan Apple Silicon dan teknologi interkoneksi Nvidia. Detail mengenai harga, desain rack, performa, hingga ketersediaan produk masih belum diketahui, sehingga perkembangan proyek ini masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Apple.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

