Jakarta, Gizmologi – Sudah lebih dari satu dekade sejak Assassin’s Creed IV: Black Flag pertama kali dirilis dan memperkenalkan Edward Kenway sebagai salah satu protagonis paling ikonik di franchise Assassin’s Creed. Kini, Ubisoft resmi mengumumkan versi remake bertajuk Assassin’s Creed Black Flag Resynced untuk PlayStation 5.
Berbeda dari sekadar remaster visual biasa, Ubisoft menyebut proyek ini sebagai remake yang tetap mempertahankan inti pengalaman single-player orisinalnya. Namun di saat yang sama, sejumlah sistem gameplay ikut diperbarui agar terasa lebih modern tanpa menghilangkan identitas game lamanya.
Langkah ini cukup menarik karena Black Flag memang sering dianggap sebagai salah satu seri Assassin’s Creed terbaik, terutama untuk elemen eksplorasi laut dan atmosfer bajaknya. Meski begitu, tantangan terbesar Ubisoft adalah menjaga nostalgia pemain lama sambil memastikan remake ini tetap relevan untuk gamer generasi sekarang.
Baca Juga: Pearl Abyss Pastikan Crimson Desert Mendapatkan Update Patch Baru Sesuai Keinginan Gamer
Dunia Karibia dan Edward Kenway Tetap Jadi Fokus Utama

Ubisoft kembali ingin memusatkan cerita ke sudut pandang Edward Kenway, sehingga cerita dari Assassin’s Creed Black Flag Resynced menjadi lebih dalam dibandingkan versi sebelumnya. Ya, jika melihat dari dunia Capcom, game ini akan menjadi game remake dengan inti cerita sama tetapi Ubisoft ingin memberikan sudut baru yang kian semakin dipertajam
Dalam game Assassin’s Creed Black Flag Resynced setting Karibia yang menjadi daya tarik utama seri ini juga dipertahankan. Kota-kota seperti Nassau, Kingston, dan Havana hadir dengan tampilan visual baru berkat penggunaan versi terbaru Anvil Engine. Ubisoft menjanjikan detail lingkungan yang lebih padat, animasi karakter yang lebih natural, hingga laut dan cuaca yang jauh lebih dinamis.
Jackdaw, kapal ikonik milik Kenway, juga kembali memainkan peran besar. Pemain masih bisa melakukan boarding, pertempuran laut, hingga menikmati sea shanty bersama kru kapal. Bedanya, kini Ubisoft menambahkan sistem cuaca dinamis yang memengaruhi navigasi dan pertarungan di laut.
Selain itu, ada tambahan konten baru berupa karakter baru, cerita tambahan, hingga hubungan yang lebih dalam dengan beberapa kru kapal. Ubisoft bahkan menghadirkan adegan baru bersama Caroline, istri Edward Kenway, yang ditulis langsung oleh penulis utama versi orisinalnya.
Gameplay Assassin’s Creed Black Flag Resynced Lebih Modern, Tapi Tetap Berusaha Familiar
Salah satu perubahan paling terasa ada pada sistem parkour dan combat. Ubisoft menghadirkan traversal yang lebih luwes dengan kemampuan tambahan seperti back eject, side eject, hingga tiga lompatan beruntun. Sistem combat juga dibuat lebih cepat dengan combo chaining dan perfect parry yang lebih responsif.
Stealth turut mendapat perbaikan penting. Kini pemain bisa crouch secara bebas dan misi tailing tidak langsung gagal ketika ketahuan. Sebagai gantinya, target akan bereaksi terhadap kesalahan pemain dan misi tetap berjalan secara dinamis. Pendekatan seperti ini terasa lebih modern dibanding desain misi Assassin’s Creed era lama yang sering dianggap terlalu kaku.
Di sisi teknis, Ubisoft juga memanfaatkan kemampuan PS5 dan PS5 Pro untuk menghadirkan ray tracing serta peningkatan visual berbasis PSSR. Namun, di tengah banyaknya upgrade tersebut, masih ada pertanyaan apakah Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini mampu menghadirkan pengalaman yang benar-benar segar, atau justru terlalu bergantung pada nostalgia Black Flag yang memang sudah punya basis penggemar sangat kuat sejak awal.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



