Jakarta, Gizmologi – Industri semikonduktor global kembali menunjukkan pertumbuhan pada 2025. Laporan terbaru dari SEMI menyebut pendapatan pasar material semikonduktor dunia naik 6,8% secara tahunan menjadi US$73,2 miliar.
Kenaikan ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan manufaktur chip untuk AI, high-performance computing (HPC), hingga memori berkecepatan tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM). Di sisi lain, proses produksi chip yang semakin kompleks juga membuat konsumsi material ikut meningkat, terutama untuk fabrikasi wafer dan packaging.
Meski angka pertumbuhannya terlihat sehat, kondisi pasar sebenarnya masih cukup menantang. Industri chip saat ini bergerak di tengah tekanan biaya produksi, ketergantungan rantai pasok global, serta persaingan geopolitik yang membuat investasi di sektor semikonduktor semakin agresif di berbagai negara.
Baca Juga: ROG Rayakan 20 Tahun di Computex 2026, ASUS Siapkan Era Baru Gaming
Material Fabrikasi dan Packaging Jadi Penopang Utama

SEMI mencatat pendapatan segmen wafer fabrication materials naik 5,4% menjadi US$45,8 miliar sepanjang 2025. Material terkait litografi seperti photomask, photoresist, hingga bahan kimia pendukung menjadi pendorong utama pertumbuhan, terutama karena kebutuhan proses manufaktur node canggih semakin tinggi.
Peningkatan ini cukup masuk akal mengingat produsen chip kini berlomba menghadirkan proses fabrikasi lebih kecil dan efisien untuk kebutuhan AI generatif maupun data center. Semakin kompleks proses produksinya, semakin besar pula konsumsi material yang dibutuhkan di lini manufaktur.
Sementara itu, segmen packaging materials tumbuh lebih tinggi, yakni 9,3% menjadi US$27,4 miliar. Permintaan advanced substrate dan bonding wire disebut menjadi faktor utama, termasuk dampak kenaikan harga emas yang memengaruhi biaya material bonding wire.
Tren ini juga memperlihatkan bahwa inovasi semikonduktor saat ini tidak hanya bergantung pada performa chip mentah saja, tetapi juga teknologi packaging modern yang berperan besar dalam efisiensi daya dan performa AI accelerator generasi terbaru.
Taiwan dan China Masih Dominasi Konsumsi Material Chip
Dari sisi regional, Taiwan masih menjadi konsumen material semikonduktor terbesar dunia untuk tahun ke-16 berturut-turut dengan nilai mencapai US$21,7 miliar. Posisi kedua ditempati China dengan US$15,6 miliar, disusul Korea Selatan sebesar US$11,2 miliar.
China dan Amerika Utara menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling agresif selama 2025. Kondisi ini menunjukkan bagaimana investasi semikonduktor global kini semakin terfragmentasi, terutama setelah banyak negara mulai mendorong produksi chip domestik demi mengurangi ketergantungan rantai pasok.
Di sisi lain, Eropa justru menjadi satu-satunya kawasan yang mencatat penurunan tahunan. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa persaingan industri chip saat ini semakin terkonsentrasi di Asia dan Amerika Utara, terutama untuk manufaktur chip AI dan teknologi advanced node.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



