Jakarta, Gizmologi – ASUS mengumumkan perluasan kerja samanya dengan Adobe lewat lini ProArt Display, yang kini disebut telah divalidasi kompatibel untuk Adobe Premiere Color Mode. Langkah ini menandai upaya ASUS menempatkan monitor ProArt sebagai pilihan utama bagi kreator profesional, terutama editor video yang bekerja dengan workflow HDR.
Dalam pengumumannya, ASUS menyoroti bahwa monitor ProArt menjadi yang pertama memperoleh validasi tersebut. Secara praktis, ini berarti pengguna Premiere Pro dapat mengandalkan konsistensi warna yang lebih baik antara software dan layar saat proses editing, color grading, hingga final review. Di industri kreatif, akurasi warna memang menjadi faktor penting, terutama untuk produksi konten komersial dan film.
Namun di luar klaim itu, pasar monitor kreator saat ini juga sangat kompetitif. Brand seperti LG, Dell, BenQ, hingga Apple lebih dulu dikenal kuat di segmen display profesional. Karena itu, validasi dari Adobe bisa menjadi nilai tambah bagi ASUS, tetapi belum tentu otomatis menjadikannya pilihan utama tanpa dukungan harga kompetitif dan performa nyata di lapangan.
Validasi Adobe Bisa Jadi Nilai Jual Baru ProArt

ASUS menyebut beberapa model seperti ProArt Display PA279CRV dan ProArt OLED PA27UCDMR akan dipamerkan untuk menunjukkan kemampuan Adobe Premiere Color Mode di NAB Show 2026. Kedua monitor ini membawa resolusi 4K HDR, cakupan warna DCI-P3 99%, serta sRGB 100%. ASUS juga mengklaim setiap unit telah dikalibrasi pabrik dengan Delta E < 2 untuk menjaga akurasi warna sejak pertama kali digunakan.
Bagi editor profesional, spesifikasi tersebut memang relevan. Workflow HDR membutuhkan panel yang presisi dan konsisten agar hasil akhir tidak berbeda jauh saat ditampilkan di perangkat lain. Jika implementasi integrasi Adobe berjalan mulus, ProArt berpotensi menarik minat rumah produksi kecil, kreator independen, maupun studio yang ingin setup lebih efisien.
Tantangannya Tetap di Harga dan Ekosistem
Meski begitu, validasi software hanyalah satu bagian dari keputusan pembelian. Pengguna profesional biasanya mempertimbangkan banyak faktor lain: kualitas panel jangka panjang, burn-in risk untuk OLED, layanan purna jual, port konektivitas, hingga kompatibilitas dengan macOS dan Windows.
ASUS memang menyinggung fitur ramah Mac seperti mode warna M Model-P3 pada beberapa produk ProArt. Tetapi tanpa informasi harga resmi dan ketersediaan pasar Indonesia, sulit menilai seberapa agresif strategi ini. Pada akhirnya, kerja sama dengan Adobe memberi ASUS momentum bagus—namun apakah cukup untuk menggoyang pemain lama di pasar monitor kreator, jawabannya masih menunggu respons pengguna.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



