Jakarta, Gizmologi – ASUS resmi memperkenalkan ProArt GeForce RTX 5090, kartu grafis kelas flagship yang tidak lagi hanya menyasar gamer, tetapi juga kreator profesional dan pengguna AI. GPU terbaru ini hadir membawa arsitektur NVIDIA Blackwell dengan fokus utama pada performa tinggi dalam desain yang lebih ringkas.
Menariknya, ASUS mencoba mengambil pendekatan berbeda dibanding lini ROG yang identik dengan desain agresif. Seri ProArt kali ini justru tampil minimalis dan lebih cocok untuk workstation profesional, termasuk setup small-form-factor yang kini semakin populer di kalangan content creator.
Di tengah tren AI generatif dan kebutuhan rendering yang makin berat, GPU kelas atas memang mulai bergeser fungsi. Tidak hanya dipakai gaming, tetapi juga untuk local AI model, editing video resolusi tinggi, hingga workflow 3D kompleks yang membutuhkan VRAM besar dan pendinginan stabil.
Baca Juga: ASUS ROG NUC 16 Resmi Hadir, Mini PC Gaming dengan RTX 5080 dan Fokus AI
Performa AI Jadi Sorotan Utama

ASUS menyebut ProArt GeForce RTX 5090 mampu menghasilkan performa hingga 3352 TOPS AI. Angka tersebut tentu mengindikasikan bahwa GPU ini memang dipersiapkan untuk workload AI modern, termasuk large language model dan aplikasi kreatif berbasis machine learning.
GPU ini juga dibekali memori GDDR7 32GB, kapasitas yang saat ini tergolong sangat besar untuk kartu grafis konsumen. Dalam praktiknya, VRAM besar menjadi penting untuk pengolahan video 8K, simulasi kompleks, hingga proses AI inferencing lokal yang semakin populer di kalangan developer dan kreator independen.
Selain AI, ASUS tetap membawa teknologi gaming terbaru NVIDIA seperti DLSS 4.5, Multi Frame Generation, Ray Reconstruction, dan Reflex 2. Artinya, GPU ini masih sangat relevan untuk gaming kelas enthusiast meski branding utamanya lebih diarahkan ke produktivitas.
Namun di sisi lain, kebutuhan daya dan harga ProArt GeForce RTX 5090 kemungkinan tetap menjadi tantangan utama. Meski ASUS belum mengungkap harga resmi di Indonesia, kartu grafis flagship seperti ini hampir pasti hanya menyasar segmen premium.
Pendinginan Lebih Ringkas untuk Workstation Modern
Salah satu hal yang cukup menarik adalah desain 2,5-slot yang diusung ASUS. Ini membuat ProArt RTX 5090 menjadi salah satu RTX 5090 paling ringkas yang pernah dibuat ASUS, sesuatu yang cukup penting untuk pengguna PC compact atau workstation multi-GPU.
ASUS mengombinasikan liquid metal thermal compound, vapor chamber, dan desain double-flow-through untuk menjaga suhu tetap stabil. Perusahaan mengklaim sistem pendingin tersebut menawarkan efisiensi hingga 11% lebih baik dibanding desain sebelumnya.
Selain performa, ASUS juga mencoba memperhatikan sisi estetika dari ProArt GeForce RTX 5090. Sentuhan aksen kayu dan desain minimalis membuat ProArt GeForce RTX 5090 terlihat lebih cocok dipadukan dengan workstation modern ketimbang setup gaming penuh RGB. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pasar GPU flagship kini mulai berkembang lebih luas, tidak melulu soal gaming ekstrem.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



