Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Layanan Audiobook Storytel Siap Hadir di Indonesia

Mendapatkan pengetahuan atau mengetahui cerita dari sebuah biografi seseorang, tak melulu hanya bisa didapat lewat membaca buku saja. Ada cara lain yang sejatinya lebih praktis, yaitu dengan cara didengarkan, lewat media berjenis audiobook. Salah satu penyedianya, Storytel, sedang mempersiapkan kehadirannya secara resmi di Indonesia tahun ini.

Diklaim sebagai platform layanan audiobook berlangganan e-book streaming terbesar di dunia, Storytel sendiri diperkirakan tersedia di paruh kedua 2021 mendatang. Demi mempersiapkan kehadirannya, perusahaan yang berkantor pusat di Stockholm, Swedia tersebut telah menunjuk seorang Country Manager untuk mengoperasikan Storytel Indonesia. Menjadi awal yang penting dari rencana peluncurannya.

Elin Torstensson, Regional Manager Storytel Asia Pasifik mengatakan bila peran seorang Country Manager adalah untuk memperkenalkan konsep audiobook, agar dapat diterima oleh masyarakat. “Diharapkan nantinya buku-buku dalam bahasa Indonesia akan memperkaya database layanan audiobook Storytel yang saat ini telah menjangkau hampir 340 juta pengguna di kawasan Asia Pasifik,” tambahnya.

Storytel Tunjuk Mantan Direktur Pemasaran Zilingo

Storytel - Indriani Widyasari

Storytel sendiri telah menunjuk Indriani Widyasari, yang telah berpengalaman lebih dari 11 tahun di dunia bisnis digital di Indonesia. Sebelumnya, Indriani telah menjabat sebagai Direktur Pemasaran di perusahaan platform teknologi dan perdagangan fashion Zilingo di Indonesia, dan Country Manager di digital startup Paktor.

Dengan pengalamannya yang sudah cukup kuat dalam bisnis digital, mulai dari meluncurkan, mengembangkan hingga meningkatkan layanan, sampai memiliki gaya kepemimpinan dalam membangun tim yang kuat. Kehadiran Indriani ke dalam Storytel nantinya diharap dapat membawa layanan tersebut agar dapat eksis dan berkembang di Indonesia.

“Saya sangat senang mengikuti tren audiobook global yang kuat dan telah diadopsi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia dalam waktu dekat,” terang Indriani. Ia menambahkan, Storytel telah persiapkan dan bakal terus lakukan edukasi terkait platform audiobook streaming. Yang dapat didengarkan sambil bersantai, berolahraga atau melakukan aktivitas lain yang nantinya bisa menjadi bagian kehidupan harian.

Hadir 4 Tahun, Biaya Langganan Storytel Cukup Terjangkau

Storytel

Diperkirakan, saat ini nilai pasar audiobook global telah mencapai USD4,7 miliar, dan bakal tumbuh hingga 15% per tahun sampai 2030. Pertumbuhan tersebut tak lain didukung popularitas audiobook dan ebook yang cenderung meningkat beberapa tahun terakhir. Minat orang terhadap literatur mulai bergeser ke bentuk digital, karena kemudahan aksesnya lewat gawai seperti smartphone maupun tablet.

Tentunya, kemudahan akses juga berikan peluang baru bagi para penulis dan penerbit buku. Sementara itu, lewat survei dari Audio Publishers Association (APA), sekitar 60% pendengar mengonsumsi audiobook sambil bersantai di rumah. Audiens dewasa diperkirakan akan berlangganan layanan audiobook dalam sekala besar, dan menjadi tren baru bagi para penghobi buku bacaan di Indonesia pada tahun ini.

Storytel sendiri telah hadir di Asia Pasifik selama empat tahun, dimulai di India pada 2017 lalu. Hingga saat ini, audiobook-nya telah menjangkau penghobi buku di 25 negara di seluruh dunia. Bila diintip di negara sebelah, harga berlangganan per bulannya mencapai SGD12,99, atau sekitar Rp140 ribuan, dengan masa percobaan gratis 14 hari. Kita nantikan kehadiran resminya ya.

Tinggalkan komen