Siapa sangka sebuah bangunan yang menyerupai kastil ala Eropa ternyata merupakan sebuah tempat pembuatan teknologi nomor 1 di Tiongkok? Ini merupakan cerita Saya, Christopher Louis yang berkesempatan untuk berkunjung ke pusat penelitian Huawei, terkhusus untuk produk audio mereka.
Mungkin, untuk para Audiophile sudah tidak asing degan Huawei yang tidak hanya berfokus pada segmen smartphone, melainkan mereka juga tergolong berhasil dalam melakukan penetrasi terkait pasar tablet, serta audio. Beberapa produk True Wireless Speaker (TWS) mereka mungkin menjadi pilihan utama para konsumen, bahkan hingga di Indonesia sekalipun. Hal ini didasari dengan cara Huawei membungkus dan merancang berbagai produk audio mereka, dan secara pribadi saya melihat HUAWEI sangat serius dalam menggarap prdouk-produk tersebut.
Ketika saya menginjakkan kaki pada Ox Horn Campus ini, saya bisa mengatakan bahwa ini merupakan bangunan yang cukup mirip dengan Hogwarts. Ya, itu merupakan sebuah seolah fiksi yang ikonik dari seri Harry Potter ciptaan J.K Rowling. Di Tiongkok, dan saya bisa melihat adanya bangunan yang gaya “Little European”, ini yang membuat facility ini menjadi unik.

Luas bangunan ini adalah 12.5 Juta Meter Persegi dan dibagi menjadi 12 sektor kota yang terinspirasi oleh kota-kota di Eropa. Beberapa sektor terasa seperti Inggris, dan sektor lainnya terasa seperti Spanyol. Berdasarkan apa yang dijelaskan pihak HUAWEI pada rombongan dari Indonesia, setiap sektor meneliti hal yang berbeda, dan rombongan dari Indonesia berkesempatan dalam melihat langsung bagaimana HUAWEI menciptakan sebuah audio yang siap untuk digunakan dan menemani keseharian konsumen.
Perlu diketahui juga bahwa HUAWEI Ox Horn Campus ini memiliki setidaknya 25.000 hingga 30.000 pekerja yang ada dalam campus tersebut. Ini juga sudah terbagi dengan bangunan ekstensi di HUAWEI Sanyapo Library (akan di bahas di dalam artikel ini).
Sebelum masuk lebih jauh, saya bisa tekankan para pekerja yang melakukan berbagai tugas di sini terlihat cukup ‘enjoy’ dan HUAWEI memang memberikan fasilitas yang membantu para pekerja untuk bisa lebih nyaman ketika menggarap sesuatu. Salah satunya adalah mereka bisa memberikan sebuah kafe dengan gaya Perancis, sehingga para pekerja bisa nyaman dan juga tempat tersebut bisa menjadi fasilitas untuk bertukar pikiran dengan para pekerja lainnya.
Kemudian, berikut adalah beberapa hal yang menarik perhatian saya ketika datang ke HUAWEI Campus yang berfokus pada R&D.
Bentuk Bangunan yang Unik, dan di Wilayah yang Menarik

Seperti yang sudah saya katakan, HUAWEI Ox Horn Campus yang memiliki struktur bangunan ala Eropa, dan ini ditemukan pada Negara Tiongkok. Kita mengetahui secara “Politikal” negara Tiongkok memang merupakan salah satu negara yang secara eksplisit dan menunjukkan bahwa mereka adalah “Sisi Timur”, sedangkan sebagian besar Eropa merupakan “Sisi Barat”, sehingga ini yang menarik perhatian saya.
Selain dari struktur bangunan dari HUAWEI Ox Horn Campus, bagaimana mereka menyediakan fasilitas ala Eropa juga turut menarik. Agar memudahkan para pekerja, HUAWEI menyediakan sebuah kereta atau trem yang bisa digunakan untuk berpindah dari sektor ke sektor lainnya. Kereta ini juga dikemas yang mirip pada era-era “Saint Denis”, sehingga para pekerja bisa menggunakan kereta ini, gratis untuk memudahkan mereka berpindah.

Kami juga mendapatkan kesempatan untuk berfoto di di salah satu spot yang cukup ikonik. Spot foto ini sendiri adalah salah satu tempat yang memungkinkan saya melihat bagaimana HUAWEI bisa membuat tempat yang megah, tetapi juga fokus dalam menciptakan teknologi terbaru. Bisa dikatakan, HUAWEI memang ingin memberikan vibes yang selalu segar, tetapi tetap memberikan inovasi yang selalu baru.
Terdapat beberapa jembatan yang menghubungkan semua sektornya, dan ini juga menjadi sarana agar para pekerja bisa berpindah tanpa harus menggunakan trem atau kereta. Nah, jembatan ini juga dikemas layaknya jembatan-jembatan yang ada di salah satu serial Netflix, yakni Bridgerton. Tidak sedikit saya mengatakan “Gila” ketika saya melihat bagaimana HUAWEI Ox Horn Campus ini dikemas dengan bangunan-bangunan ala Eropa sehingga memang di Mainland mereka adalah yang Nomor 1.
Tour Guide kami mengatakan bahwa Ox Horn Campus memberikan fasilitas seperti ini karena mereka membutuhkan tempat yang luas, sehingga bisa practical dalam membuat berbagai inovasi baru. Dalam hati saya, saya selalu mengatakan facility yang “normal” juga seharusnya bisa. Namun, inilah yang membedakan HUAWEI dengan brand lain, terkhusus di Tiongkok. Mereka nampaknya memang ingin tampil paling beda dibanding brand lainnya.
Ruang R&D Bawah Tanah ala Batman

Kita mengetahui bahwa dengan bangunan yang mirip seperti kastil ini pastinya bisa menciptakan inovasi baru, yang mungkin tidak terpikir oleh orang-orang awam. Saya bersama dengan rombongan dari Indonesia serta beberapa media dari Vietnam mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke salah satu fasilitas R&D, dan langsung melihat cara HUAWEI mengembangkan produk audio mereka di Ox Horn Campus. Namun, kami sama sekali tidak boleh mengambil gambar atau video ketika berada di dalam. Maka dari itu, saya akan menggambarkan semuanya lewat tulisan.
Pada awalnya, kami masuk ke sebuah bangunan yang mirip seperti kastil, sektor ini dinamakan sektor “Burgundy” dan kami masuk ke sebuah rumah yang cukup megah. Di sana, kami diarahkan untuk naik lift, yang pada awalnya saya berpikir akan di antar ke lanai atas. Namun, ketika saya melihat indikator lantai yang dilalui oleh lift tersebut, menunjukkan lantai “-2”, yang berarti kami akan diarahkan ke lantai basement. Nah, benar saja, pada lantai tersebut kami disambut dengan sebuah tempat olahraga, ini merupakan area gym yang disiapkan untuk para pekerja yang ingin berolahraga di tengah kesibukan mereka yang mayoritas hanya duduk di depan komputer.
Setelah itu, kami diarahkan untuk masuk ke sebuah area yang dinamakan sebagai “Audio R&D Sector” dan kami diberikan Ear Piece sehingga saya dan rombongan bisa memahami apa yang dijelaskan oleh pihak R&D Audio, dan betul mereka menggunakan Bahasa Mandarin. Nah, awalnya mereka menjelaskan bagaimana floor plan pada sektor ini, dan mereka menekankan bahwa sektor ini berbeda jika dibandingkan dengan sektor lainnya, karena mereka berada di bawah tanah.
Pada sektor ini yang berada di Ox Horn Campus, terdapat sebuah sektor yang menyerupai sebagai data center, tetapi ini bukan sebagai server yang sering kita lihat. Melainkan, ini adalah tumpukkan TWS yang tengah diuji secara intens. Sangat banyak smartphone HUAWEI yang diisi daya agar bisa terus menguji produk TWS, dan bisa dikatakan setiap produk yang diuji memang sangat minim dengan sentuhan manusia, sehingga semua alat sudah tersistemisasi, sehingga memudahkan para developer yang tengah menguji, karena mereka tinggal memonitor lewat PC atau laptop yang sudah terhubung dengan robot-robot yang menguji produk.
Kemudian, kami semua diajak bagaimana mereka menciptakan teknologi Active Noise Cancellation (ANC) dan bisa langsung disempurnakan. Ini merupakan sebuah ruangan dengan teknologi kedap suara, dan ketika kami diajak ke dalam ruangan tersebut, telinga kami terasa cukup “isolated” dan hal ini terjadi karena ruangan yang dipenuhi dengan busa untuk meredam suara.
Nah, pada ruangan itu, terdapat beberapa speaker yang bertugas dalam membuat simulasi suara dan kebisingan yang kerap ditemui pada ruang publik. Hal ini dilakukan agar HUAWEI bisa membuat audio atau TWS yang memiliki ANC yang sempurna dan bisa mengisolasikan telinga para pengguna dengan maksimal. Bisa dikatakan, ini menjadi salah satu cara HUAWEI yang sempurna dalam mengembangkan produk mereka.
Health Lab untuk Pengembangan Smartwatch yang Dibungkus Layaknya Tempat Latihan Para Atlet

Setelah berkunjung ke HUAWEI Audio Lab, kami kembali ke bus untuk berpindah ke Facility lainnya, dan ini merupakan tempat untuk pengembangan smartwatch mereka. Salah satunya adalah GT Series, hingga D Series. Nah, di dalam Health Lab ini, saya yang memang hobi melakukan olahraga melihat ini adalah lab yang sangat saya impikan.
Di dalam lab, terdapat sebuah lapangan serbaguna. Pekerja bisa bermain badminton, berenang, gym atau angkat beban, memanjat, lari di jogging track atau di treadmil. Uniknya lagi, pekerja bisa bermain golf karena ada tempat simulasi bermain golf, dan juga olahraga menembak. Ya, ini bisa menjadi bukti bahwa mereka cukup serius dalam mengembangkan gawai kesehatan dan olahraga.




Selain itu, tedapat juga area yang dinamakan sebagai Pressure Chamber, dan tempat ini mampu untuk memberikan tekanan kepada penguji. Nah, hal ini dilakukan agar HUAWEI bisa melihat apakah akurat Heart Rate yang diberikan. Jika melihat dari referensi anime Jepang, area ini mirip dengan Hyperbolic Chamber miliki Vegeta. Memiliki kopnsep yang sama, memberi tekanan dan penguji melakukan olahraga lari atau menggunakan sepeda statis dan melihat apakah Heart Rate Sensor bekerja dengan maksimal atau ada kecacatan.
Selain itu, yang menarik perhatian saya adalah HUAWEI memberikan tempat untuk menembak. Jadi, ini merupakan salah satu Health Lab HUAWEI yang menyediakan fasilitas tersebut. Kemudian, adanya tempat berenang yang dibalut dengan cukup “Hi-Tech”. Mengapa? karena arus dan juga gelombang bisa diatur hanya melalui komputer, sehingga pengujian bisa melakukan observasi dengan studi kasus nyata. Mengingat, jika pengguna memang hobi berenang di laut atau melakukan Ironman (Olahraga yang mencapurkan berenang, bersepeda, dan berlari) bisa menghasilkan data yang akurat.
Terdapat Ski Simulation Area, yang mana penguji bisa bermain ski tanpa harus menggunakan salju. Ini menjadi salah satu mesin yang cukup menarik perhatian kami. Ini juga menjadi mesin yang tidak pernah terpikirkan ada di sebuah lab perusahaan teknologi. Maka dari itu, kami bisa mengatakan bahwa Health Lab menjadi tempat untuk perkembangan smartwatch dengan tingkat keseriusan yang tinggi, dan mereka memang ingin memberikan produk smartwatch terbaik.
Perpustakaan Mewah yang Menyimpan Total 110.000 Buku

Ini menjadi facility terakhir yang membuat kami cukup kagum dengan HUAWEI di Mainland, yakni HUAWEI Sanyapo Library. Ini menjadi salah satu tempat yang cukup ikonik di ShenZhen, Tiongkok. Sederhana-nya, ini merupakan sebuah perpustakaan yang didiriki oleh HUAWEI untuk para pekerja yang membutuhkan pencerahan dan jawaban ketika sedang melakukan pengembangan produk.
HUAWEI Sanyapo Library ini tidak untuk publik, melainkan untuk para pekerja dan para keluarga dari pekerja itu sendiri. Maka dari itu, kami mendapatkan kesempatan untuk masuk ke perpustakaan megah ini. Kabarnya, HUAWEI Sanyapo Library memiliki total 110.000 buku, dan kamu bisa menemukan berbagai jenis buku yang berkaitan dengan teknologi, AI, hingga sejarah dunia. Jadi, tidak hanya untuk kebutuhan pengembangan, melainkan sejarah yang terjadi di dunia.
Selain itu, para pekerja juga bisa meminjam berbagai buku yang ada, sehingga para pekerja tidak harus menghabiskan waktu di perpustakaan untuk membaca. Ini menjadi salah satu sistem yang membantu para pekerja, dan sistem ini memang menjadi sistem yang lumrah baik untuk HUAWEI Sanyapo Library, dan juga perpustakaan pada umumnya.
Perpustakaan ini juga menggunakan konsep bangunan yang sama dengan Ox Horn Campus, yakni stuktural bangunan ala Eropa. Jadi, kesan mewah dan elegan juga tercipta di dalam perpustakaan. Saya bisa katakan, selain dari Ox Horn Campus, HUAWEI Sanyapo Library menjadi tempat yang menarik perhatian saya selama melakukan perjalanan dengan HUAWEI ke Tiongkok, terkhusus ke ShenZhen.
Melihat Keseriusan HUAWEI di Balik Produk Teknologi

Berkunjung langsung ke berbagai fasilitas HUAWEI di Shenzhen memberikan saya perspektif yang berbeda mengenai bagaimana sebuah produk teknologi dikembangkan. Bukan hanya soal perangkat yang akhirnya hadir di tangan konsumen, tetapi juga berbagai proses panjang di baliknya, mulai dari pengujian audio dan ANC, pengembangan sensor kesehatan pada smartwatch, hingga fasilitas yang mendukung para pekerja dalam mencari referensi dan mengembangkan ide baru.
Bagi saya pribadi, hal yang paling menarik adalah bagaimana HUAWEI menggabungkan fasilitas R&D dengan lingkungan kerja yang dibuat cukup unik. Mulai dari Ox Horn Campus dengan arsitektur bergaya Eropa, Health Lab yang memungkinkan berbagai skenario olahraga diuji secara langsung, hingga HUAWEI Sanyapo Library yang menyimpan sekitar 110.000 buku. Semua fasilitas tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya bergantung pada perangkat dan laboratorium, tetapi juga lingkungan yang mendukung proses di baliknya.


Pada akhirnya, perjalanan ini membuat saya melihat HUAWEI bukan sekadar sebagai perusahaan yang membuat smartphone, TWS, atau smartwatch. Ada rangkaian fasilitas, pengujian, dan proses penelitian yang cukup kompleks sebelum sebuah produk sampai ke konsumen. Tentunya, apa yang saya lihat dalam kunjungan ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan proses R&D HUAWEI, tetapi pengalaman tersebut setidaknya memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan teknologi besar membangun tempat dan sistem untuk terus mengembangkan produknya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

