Cegah Learning Loss, GREDU & ClassIn Kolaborasi Hadirkan Sistem Blended Learning

Jakarta, Gizmologi – Adanya pandemi COVID-19 membuat para pelajar terutama siswa sekolah terpaksa harus menempuh sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Meski kesannya lebih praktis karena bisa dilakukan di rumah, tentu dapat menyebabkan masalah baru. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah learning loss.

Bila Gizmo friends belum familiar, learning loss merupakan sebuah istilah yang mengacu pada hilangnya keterampilan dan pengetahuan, atau kemunduran proses akademik karena kondisi tertentu. Pandemi tentu jadi salah satu penyebabnya. Tanpa belajar tatap muka, siswa harus menempuh sistem PJJ yang mungkin lebih membosankan. Belum lagi faktor eksternal lain seperti putus sekolah akibat beragam alasan, termasuk infrastruktur.

Menjadi salah satu, namun juga bukan satu-satunya alasan. Learning loss juga bisa dicegah bila proses distribusi informasi dan komunikasi antar guru dan siswa dijalankan lebih baik. Untuk itu, GREDU sebagai penyedia solusi pendidikan di era digital, mengadakan webinar khusus membahas terkait learning loss.

Baca juga: Gredu Umumkan Pendanaan Seri A Rp58 Miliar, Siap Ekspansi Ke Luar Jabodetabek

Pembelajaran Daring yang Salah Jadi Penyebab Learning Loss

samsung semangat tetap sekolah pc

Dalam acara yang diadakan secara daring Kamis (2/9) lalu, berkolaborasi dengan ClassIn, turut dihadirkan pembicara yang merupakan seorang praktisi pendidikan, yaitu Indra Charismiadji. Ia mengatakan, terjadinya learning loss seringkali karena cara mengajar guru yang sekadar dipindahkan, dari dalam kelas lalu sepenuhnya diadopsi ke pembelajaran daring.

Karena komunikasi terjadi dalam satu arah, hal tersebut menyebabkan siswa cepat merasa bosan dan tak semangat belajar. Dalam webinar yang diikuti oleh 900 orang tersebut, indra mencoba paparkan beragam kiat untuk para pengajar agar learning loss dapat dihindari. Dimulai dari kepemilikan growth mindset, alias pemikiran yang bertumbuh dan berkembang sesuai jaman.

Yang dimaksud adalah tenaga pengajar harus bisa menyesuaikan pikiran agar tidak terjadi pemindahan cara mengajar dari luring ke daring yang tak diubah. Mereka harus percaya bila metode pembelajaran daring bisa percepat pendidik dan siswa dalam hadapi era digital, dengan perkembangan yang semakin cepat. Asalkan memahami beragam poin lain yang juga disampaikan oleh Indra.

Untuk berikan metode pengajaran secara daring yang efektif, diperlukan pemahaman terkait Socio-Technical Knowledge Management, terdiri dari Infokultur, Infostruktur dan Infrastruktur. Poin pertama merupakan transfer informasi pada era digital, seperti blended learning yang berupa gabungan antara manusia dan teknologi.

Contoh sederhananya seperti menggunakan materi video di luar jam kelas, kemudian saat kelas dimulai, pengajar dan siswa bisa saling berdiskusi tentang temuan atau pemahaman dari materi video tersebut. Lalu untuk infostruktur, yang dimaksud adalah hal-hal identitas lembaga di dunia maya. Seperti domain khusus alamat sekolah (sch.id atau ac.id) dan email khusus agar proses transfer informasi tak tercampur urusan pribadi.

Kolaborasi dengan ClassIn Untuk Pembelajaran Interaktif

Webinar Gredu ft. ClassIn Learning Loss
(searah jarum jam) Indra Charismiadji, Pemerhati & Praktisi Pendidikan; Audy Laskmana – Head of Business Development & Revenue GREDU; Miranda Olga Viola – Head of Communications GREDU; Widyalestari – Senior Customer Success Manager ClassIn.

Lembaga juga perlu gunakan aplikasi khusus untuk mendukung proses pembelajaran, seperti aplikasi komunikasi ClassIn, maupun ragam solusi yang diberikan oleh GREDU seperti School Management System atau Learning Management System (LMS). Poin ketiga, infrastruktur lebih kepada perangkat yang digunakan seperti gawai, serta pendukung lainnya seperti listrik dan konektivitas internet yang juga penting.

Kiat terakhir adalah penerapan kelas modern atau Flipped Classroom, gabungkan aspek asynchronous dan synchronous secara efektif. Tahap asynchronous, siswa mempelajari materi secara individu di luar kelas, sementara tahap synchronous menggunakan pertemuan di dalam kelas untuk aktivitas kolaborasi aktif. Dari masing-masing siswa yang mendorong penalaran tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) dengan cara project based learning.

GREDU bekerja sama dengan ClassIn demi berupaya untuk berikan solusi kegiatan belajar mengajar yang optimal, mencegah terjadinya hearing loss dan mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Kolaborasi sesama edutech dinilai penting untuk ciptakan sinergi yang baik, demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Menawarkan platform untuk mendukung komunikasi utuh dan transparan antara seluruh stakeholder, GREDU bakal lebih lengkap dengan kehadiran ClassIn yang tawarkan platform papan tulis pintar, agar tercipta interaksi aktif di kelas. Kolaborasi ini diharap dapat tingkatkan efektivitas blended learning yang mampu berikan dampak positif ke semua pihak.

Tinggalkan komen