Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pecundangi Netflix, Disney+ Hotstar Raih 2.5 Juta Pelanggan di Indonesia

1 4.233

Di tataran global, Netflix boleh bangga menjadi penguasa pasar dengan jumlah pengguna berbayar mencapai 195.15 juta hingga akhir kuartal ketiga tahun 2020. Namun di Indonesia, Netflix harus bertekuk lutut di hadapan Disney Plus Hotstar yang tergolong pemain baru di Tanah Air.

Berkat strategi akuisisi konten lokal dan kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi lokal terkemuka Telkomsel, Disney+ Hotstar telah mencapai 2,5 juta pelanggan di Indonesia. Dilansir dari laman Hollywood Reporter, pelanggan berbayar Netflix di Indonesia hanya 850.000.

Jumlah pelanggan layanan streaming VOD di Indonesia

streaming 123rf Piotr Adamowicz
Ilustrasi layanan streaming (Foto: 123rf Piotr Adamowicz)

Seiring dengan semakin memanasnya perang streaming di seluruh dunia, Disney+ Hotstar telah memimpin pasar di Indonesia, negara terpadat keempat di dunia. Menurut laporan baru dari konsultasi regional terkemuka Media Partners Asia (MPA), bisnis streaming masih pada tahap perkembangan yang sangat awal di pasar negara berkembang Indonesia. Negara ini hanya memiliki 3 persen pengguna yang berlangganan layanan SVOD (Streaming Voice on Demand) dari populasi negara 270 juta.

MPA melaporkan, pada 16 Januari 2021, Disney+ Hotstar memiliki 2,5 juta pelanggan di Indonesia. Diikuti oleh perusahaan streaming lokal Asia Tenggara Viu dan Vidio. Masing-masing 1,5 juta dan 1,1 juta pelanggan — dan dengan Netflix membuntuti di tempat keempat dengan hanya 850.000 subscriber.

pelanggan streaming film ott indonesia
instagram.com/gizmologi

Peluncuran Disney+ Hotstar pada bulan September membantu mendorong lonjakan penggunaan SVOD secara keseluruhan di Indonesia. Penelitan MPA menunjukkan, tepat sebelum peluncuran Disney+ Hotstar, Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta pelanggan streaming berbayar. Namun pada 16 Januari, total pelanggan telah melonjak 106 persen menjadi sekitar 7 juta.

Menurut Anthony Dobson, vp MPA, pertumbuhan SVOD di Indonesia, yang merupakan pasar terpadat di Asia setelah China dan India, menggembirakan tetapi memiliki jalan panjang. Ia mencatat bahwa hanya 10 persen rumah tangga Indonesia saat ini adalah pelanggan streaming. “Tetapi karena investasi dalam konten lokal dan Asia meningkat, akan ada ruang lingkup yang signifikan untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Anthony.

Strategi Disney+ Hotstar di Indonesia

Disney PlusSebagai pemain baru, Disney+ Hotstar melakukan langkah yang sangat strategis. Disney telah mendapatkan awal yang kuat ini berkat kemitraan seluler eksklusif dua tahun dengan Telkomsel. Hal ini memungkinkan operator seluler terbesar di Indonesia tersebut membundel dan memasarkan Disney + Hotstar dengan paket data selulernya.

Penawaran streaming Disney+ Hotstar di Indonesia mencakup film, serial, dan konten faktual dari Disney, Fox, Marvel, LucasFilm, Pixar dan National Geographic dan Disney+ originals, serta lebih dari 250 film lokal Indonesia.

Disney+ Hotstar tersedia dua paket berlangganan; Paket Bulanan dan Paket Tahunan. Konten dan fitur yang tersedia untuk paket pembayaran sama, dan yang membedakan hanya harga. Paket bulanan adalah sebesar Rp39.000/bulan, dan untuk paket tahunan sebesar Rp199.000/tahun. Bahkan jika berlangganan melalui Telkomsel, tarifnya lebih murah lagi. Sebulan Rp20 ribu, 3 bulan Rp49 ribu, 6 bulan Rp79 ribu, dan setahun hanya Rp139 ribu.

Bandingkan dengan Netflix yang harga termurahnya adalah Rp54.000 sebulan hanya untuk 1 perangkat ponsel. hingga Rp186.000 per bulan. Kemudian jika ingin menikmati layanan 4K UHD dan bisa ditonton hingga empat perangkat, tarifnya Rp 186.000 per bulan.

Peneliti MPA mengatakan strategi akuisisi konten lokal Disney+ Hotstar semakin meningkatkan daya tariknya bagi konsumen Indonesia. Di mana lebih dari 20 persen dari semua menit Disney+ Hotstar yang dikonsumsi di Indonesia pada Desember 2020 disampaikan oleh konten Indonesia yang diakuisisi secara lokal.

Mandalorian juga telah membuktikan terobosan kejutan dengan penonton Indonesia, terlepas dari kenyataan bahwa waralaba Star Wars secara historis telah underperformed di negara ini. Kedua season Disney+ Original ini adalah salah satu konten Indonesia yang paling banyak ditonton di platform streaming pada kuartal keempat 2020.  The Mandalorian bertindak sebagai ‘bridgehead’ menarik orang Indonesia ke waralaba Star Wars dalam jumlah yang sebelumnya tidak terlihat.